Thursday, 27 February 2014

The Extraordinary Education of Nicholas Benedict


Title : The Extraordinary Education of Nicholas Benedict 
(Mysterious Benedict Society #0.5)
Writer : Trenton Lee Stewart
Number of Page : 496
Publisher : Little Brown Books

Before there was a Mysterious Benedict Society, there was simply a boy named Nicholas Benedict. Meet the boy who started it all....Nine-year-old Nicholas Benedict has more problems than most children his age. Not only is he an orphan with an unfortunate nose, but also he has narcolepsy, a condition that gives him terrible nightmares and makes him fall asleep at the worst possible moments. Now he's sent to a new orphanage, where he encounters vicious bullies, selfish adults, strange circumstances -- and a mystery that could change his life forever. Luckily, he has one important thing in his favor: He's a genius. 

On his quest to solve the mystery, Nicholas finds enemies around every corner, but also friends in unexpected places -- and discovers along the way that the greatest puzzle of all is himself.

Tuesday, 11 February 2014

Cewek Matre


Judul : Cewek Matre
Penulis : Alberthiene Endah
Tebal : 464 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Lola humas radio City Girls FM yang cerdas, cantik, seksi, dan... miskin! Miskin? Yah, tentu saja! Dengan gaji yang seadanya, Lola tidak mampu membeli tas branded, sepatu mahal, gaun mewah, dan jelas tak bisa bersaing dengan teman-temannya yang pulang-pergi belanja di Singapura dan Hong Kong. Bosan berkeluh-kesah, Lola menjalankan taktik baru: jadi cewek matre! Memang itu kan fungsi adanya pria-pria kaya dan mapan di Jakarta ini? Dengan segera Lola bergelimang kebahagiaan. Sepatu dan tas baru, gaun indah, dan perawatan tubuh yang membuatnya tampil semakin kinclong. Tapi semua itu bukannya tanpa harga yang mahal. Hatinya kusut. Otaknya ruwet. Dan saat cinta sejati datang, Lola menangis... cinta dan harta sama-sama merupakan pilihan yang menarik!

Monday, 10 February 2014

A Hefty Challenge for A Knight Reader (Wrap Up Post)


Ehem, ehem... Setor wrap up post buat reading challenge lagi. Kali ini adalah tantangan dari Mbak Dessy dari blog Ngidam Buku untuk buku-buku yang tebalnya di atas 500 halaman. Bahasa kerennya sih buku bantal soalnya bisa dibuat tidur. Hehe...

Daftar buku yang dibaca:

1.  Smash Cut by Sandra Brown  (568 halaman)
2.  Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye  (512 halaman)
3.  Until You by Judith Mcnaught  (600 halaman)
4.  Nineteen Minutes by Jodi Picoult  (592 halaman)
5.  Cloud Atlas by David Mitchell  (529 halaman)
6.  City of Glass by Cassandra Clare  (541 halaman)
7.  Pride and Prejudice by Jane Austen  (588 halaman)
8.  Good Fight by Christian Simamora  (514 halaman)
9. The Thirteenth Tale by Diane Setterfield  (608 halaman)
10. Heaven's Net Is Wide by Lian Hearn  (786 halaman)
11. The Last Concubine by Lesley Downer  (658 halaman)
12. The Pact by Jodi Picoult  (509 halaman)
13. Where Rainbows End by Cecelia Ahern  (632 halaman)
14. Mansfield Park by Jane Austen  (618 halaman)
15. Insurgent by Veronica Roth  (525 halaman)
16. City of Lost Souls by Cassandra Clare  (546 halaman)
17. Mistress of The Game by Tilly Bagshawe  (600 halaman)
18. Me Before You by Jojo Moyes  (656 halaman)

Woot!! 18 buku. Saya masuk kategori Heavyweight/Kelas Berat untuk buku bantal ini. Keren juga saya, hehehe...  *narsis

Catatan Musim


Judul : Catatan Musim
Penulis : Tyas Effendi
Tebal : 280 halaman
Penerbit : Gagasmedia

Tya pertama kali bertemu dengan Gema di sebuah halte. Hari itu hujan turun di Kota Bogor dan mereka berdua saling berkenalan sambil menunggu hujan reda. Pertemuan itu berkesan buat keduanya hingga terus berlanjut. Selalu sama, di halte yang sama dan musim yang sama.

Mereka berpisah saat Gema pergi ke Perancis untuk kuliah. Hubungan terputus begitu saja. Sejak awal mereka sudah saling suka, namun hanya saling menunggu dari jauh. Tya yang merasa ditinggalkan memutuskan untuk mengejar Gema ke Perancis. 

Gema adalah seorang pelukis. Suatu kali kakinya terluka oleh serpihan kayu, namun ia mengabaikannya. Sampai kanker epidermoid menyerangnya. Sedikit demi sedikit bagian kakinya harus diamputasi demi menghindari kanker ganas itu. Saat ia bertemu lagi dengan Tya, ia bukan lagi orang yang sama. 

Bagaimana kelanjutan nasib mereka?

Wednesday, 5 February 2014

Chain Reaction


Judul : Chain Reaction (Perfect Chemistry #3)
Penulis : Simone Elkeles
Tebal : 308 halaman
Penerbit : Simon & Schuster Children Books

Like his brothers, Luis Fuentes is a risk taker; whether he's scaling the Rocky Mountains or dreaming of a future as an astronaut, Luis is always looking for the next thrill.

Nikki Cruz lives her life by certain rules ― don't trust a boy who says "I love you", boys lie to get their own way and never date a boy from the south side of Fairfield. Then she meets Luis at his brother Alex's wedding and suddenly she's tempted to break all her rules.

Getting Nikki to give him a chance is Luis's biggest challenge, until he finds himself targeted by the head of the gang that nearly destroyed his brothers' lives. Will Luis's feelings for Nikki be enough to stop him from entering a dark and violent world that could prove to be the ultimate risk?

Friday, 31 January 2014

English Book Reading Challenge 2013 Wrap Up Post


Wrap Up Post terakhir yang ketinggalan buat tahun 2013 kemarin, hehe...

English Book Reading Challenge ini lumayan ringan sih. Targetnya cuma 12 buku dalam setahun. Tapi karena saya memang baca banyak buku inggris, jadi lumayan panjang juga daftarnya.

Daftar buku inggris yang dibaca tahun 2013:

1.   Finale by Becca Fitzpatrick
26. The Pact by Jodi Picoult

Thursday, 30 January 2014

Me Before You


Judul : Me Before You
Penulis : Jojo Moyes
Tebal : 656 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Lou Clark tahu banyak hal. Dia tahu berapa langkah jarak antara halte bus dan rumahnya. Dia tahu dia suka sekali bekerja di kedai kopi The Buttered Bun, dan dia tahu mungkin dia tidak begitu mencintai pacarnya, Patrick.

Tetapi Lou tidak tahu bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya, dan peristiwa apa saja yang akan menyusul kemudian.

Setelah mengalami kecelakaan, Will Traynor tahu dia sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Dunianya kini menyusut dan tak ada lagi suka cita. Dan dia tahu betul, bagaimana mesti menghentikannya.

Namun Will tidak tahu bahwa sebentar lagi Lou akan masuk ke dunianya dengan membawa warna-warni ceria. Mereka berdua sama-sama tidak menyadari, betapa mereka akan membawa perubahan besar ke dalam kehidupan satu sama lain.

Review:
Buku ini cukup fenomenal, menurut saya. Soalnya buku ini muncul terus di timeline goodreads saya tahun lalu dengan rating yang nggak tanggung-tanggung, 5 bintang terus. Padahal saya sudah jarang buka goodreads, lho. Jadilah, saya penasaran. Apalagi selain rating-nya bagus, bukunya tebal.

Ceritanya sebenarnya sederhana. Kita akan disuguhkan dilema baru, yaitu mengenai hak untuk di-euthanasia. Saya ingat dulu kalau zaman debat di SMA, tema euthanasia sering kali muncul. Apakah membunuh seseorang atas dasar kemanusiaan itu diperbolehkan? Apakah membunuh tetaplah membunuh, apapun alasannya?

Will Traynor adalah seorang pengacara sukses, kaya, senang bertualang, tampan, dan banyak disenangi wanita. Hanya karena satu hari sial, ia mendapatkan kecelakaan. Tulang punggungnya rusak di bagian C5-6 dan dia harus hidup di kursi roda selamanya. Lumpuh, gampang sakit, lemah, terus-menerus bergantung pada orang lain, namun... otaknya tetap brilian dan mampu menyadari segalanya. 

Will orang yang kuat. Tapi akhirnya ia pun harus menyerah kalah dan ia memutuskan ingin mati. Seluruh keluarganya tentu saja menolak. Mereka berusaha membujuknya sehingga Will pun dengan berat hati memberikan waktu 6 bulan terakhir untuk keluarganya. 

6 bulan yang singkat. Ibu Will mencari seseorang yang bisa mengubah pikiran Will dalam kurun waktu tersebut. Dan masuklah Lou Clark. Lou ini tipikal cewek yang biasa-biasa saja. Ia datang dari keluarga kelas bawah dan ia hanya bekerja sebagai pelayan kafe. Saat kafe tempatnya bekerja tutup, ia pun ditawarkan bekerja mengurus Will dengan gaji tinggi.

Lou mengupayakan segala cara untuk membuat Will gembira dengan mengajak pria itu jalan-jalan. Interaksi keduanya sangat lucu kadang-kadang saking sederhananya. Pada akhirnya, mereka saling jatuh cinta. Tapi apakah cinta itu cukup untuk mengubah pikiran Will?

Saya cukup suka dengan idenya. Saya sempat merenung sendiri. Apakah saya setuju dengan pilihan Will? Sayangnya saya tidak setuju. Menurut saya dia egois dan pilihannya itu membuat orang tuanya sedih. Lagipula apa bedanya itu dengan bunuh diri? Memang hak sih hak. Tapi kesannya beda dengan euthanasia orang sakit yang sudah tidak bisa memberikan keputusan apapun. Yah, saya mengerti sih kenapa Will begitu. Bagi orang yang pernah merasakan kebebasan dan keindahan di luar sana tanpa batasan, menjadi lumpuh adalah neraka. Hanya saja saya bukan orang seperti itu. Saya lebih takut mati daripada hidup lumpuh. Saya tidak tahu apa yang menanti saya setelah mati. 

Ending dari cerita ini membuat saya tidak puas sebenarnya. Saya menghabiskan 656 halaman hanya untuk kembali ke titik awal. Tapi saya sangat menyukai kehidupan Lou yang sederhana itu. Yah, saya memang penggemar cerita kehidupan di desa/kota kecil gitu, hehe...

Secara keseluruhan, saya mengerti kenapa buku ini fenomenal. Tapi sayangnya saya tidak merasa buku ini sebagus dan sesuai dengan rating-nya. 

3/5

Catatan:

Buku ini saya dapat dari Secret Santa misterius yang baik hati itu. Dia menghadiahkan saya buku ini bersama dengan pembatas buku yang lucu-lucu. 

Dan tentu saja disertai dengan riddle yang mengarah kepada sang Santa. 


Dari gambarnya, saya langsung terpikir kalau Santa-ku ini penggemar Roald Dahl. Tapi saya tidak mau asal yakin dulu, soalnya empat quotes di atas bukan dari buku Roald Dahl saja. 

"Those who don't believe in magic, will never find it." 
(ini beneran Roald Dahl sih)

"You can't find someone who doesn't want to be found."  
(kalau ini dari Isabel Allende)

"You have to believe. Otherwise, it will never happen."  
(ini dari Neil Gaiman)

"One of the saddest things in life, is the thing one remember."  
(saya suka quote Agatha Christie ini)

Hmm... apa hubungan quotes ini sama si Santa ya? Saya pikir pasti si Santa pernah baca buku dari keempat pengarang ini. Matilah. Saya harus cari di goodreads. Satu-satu, pelan-pelan. 

Entah benar atau tidak, entah saya teliti atau tidak, untungnya saya hanya nemu dua orang yang pernah baca buku empat pengarang itu. Dua orang itu adalah Mba Maria Hobby Buku dan Mba Zelie. Karena cuma Mba Zelie yang nulis di bagian profile kalau dia penggemar Roald Dahl, maka saya rasa dialah Santa misterius saya. 

Benar nggak, Mba Zelie? Hehe... Makasih banget bukunya yagh, muachhh :D