Judul : The Amulet of Samarkand (Bartimaeus #1)
Penulis : Jonathan Stroud
Tebal : 512 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Nathaniel, si penyihir muda, diam - diam memanggil jin berusia 5.000 tahun bernama Bartimaeus. Tugas untuk Bartimaeus tidak gampang — ia harus mencuri Amulet Samarkand yang berkekuatan dahsyat dari Simon Lovelace, master penyihir yang kejam dan ambisius.
Bartimaeus dan Nathaniel pun terlibat dalam intrik sihir yang penuh darah, pemberontakan, dan pembunuhan.
Bartimaeus dan Nathaniel pun terlibat dalam intrik sihir yang penuh darah, pemberontakan, dan pembunuhan.
Review:
Saat buku ini dulu keluar, saya belum suka dengan genre fantasi. Saya masih merasa takut dengan tiada batasnya imajinasi, sama seperti rasa takut saya pada dunia luar angkasa. Ada rasa sedih juga karena segalanya tidak nyata. Not a good feeling.
Pada akhirnya saya jatuh cinta dengan genre fantasi. Genre bacaan terbaik malah. Justru rasa sedih setiap menyelesaikan buku fantasi itulah yang bikin saya merasa hidup. Seperti yang George R. R. Martin bilang: A reader lives a thousand lives before he dies. The man who never reads lives only once.
Buku ini terkenal karena memang seunik itu. Kekuatan penyihir di buku ini didapatkan dari para jin yang mereka panggil. Nah, ini adalah kisah tentang jin kocak dan bermulut pintar bernama Bartimaeus. Dia dipanggil oleh seorang penyihir muda penuh kemarahan dan ambisi bernama Nathaniel untuk mencuri amulet Samarkand.
Biasanya buku fantasi mengikuti perjalanan seorang hero yang punya sifat teladan. Nathaniel itu menyebalkan. Para penyihir dididik untuk berkuasa dan percaya diri mereka di atas kaum jelata. Dunia itulah yang menciptakan sifat-sifat menyebalkan dari setiap penyihir itu. Tidak terkecuali si Nathaniel. Makanya hinaan Bartimaeus terhadap kaum penyihir jadi terkesan lucu sekali. Karena saya setuju seratus persen.
Tentu saja masih ada misteri, petualangan, dan pertarungan hebat di buku ini. Gabungan sifat arogan Nathaniel dan kecerdikan Bartimaeus merupakan sesuatu yang membuat buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca.
5/5

No comments:
Post a Comment