Showing posts with label Philosophy. Show all posts
Showing posts with label Philosophy. Show all posts

Monday, 18 September 2023

Manuskrip yang Ditemukan di Accra


 Judul : Manuskrip yang Ditemukan di Accra
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 208 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Apakah kesuksesan itu? Kesuksesan adalah bisa pergi tidur setiap malam dengan jiwa yang damai.

1099. Gerbang-gerbang Yerusalem tengah dikepung. Di dalam tembok kota, orang-orang berkumpul untuk mendengarkan kata-kata bijak seorang lelaki misterius yang dikenal sebagai sang Guru. Mereka bertanya tentang rasa takut, musuh, kekalahan, dan perjuangan; mereka merenungkan tekad untuk berubah, kebajikan dalam kesetiaan serta kesendirian; dan mereka mengajukan pertanyaan tentang keindahan, seks dan keluwesan, cinta, kebijaksanaan, dan masa depan. Dan berabad-abad kemudian, jawaban-jawaban orang bijak itu masih tetap berlaku sebagai rekam jejak nilai-nilai manusia yang tak lekang dimakan waktu.

Di tangan Paulo Coelho, Manuskrip yang Ditemukan di Accra menunjukkan siapa diri kita; ketakutan dan harapan kita untuk masa depan berasal dari pengetahuan serta keyakinan yang ada dalam diri kita, bukan dari kesulitan yang mengepung kita.

Wednesday, 30 December 2020

Warrior of Light

 


Judul : Warrior of Light (Kitab Suci Kesatria Cahaya)
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 152 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Kitab Suci Kesatria Cahaya adalah ajakan bagi kita semua untuk mewujudkan impian, menerima ketidakpastian dalam hidup, dan bangkit untuk menyongsong takdir pribadi kita yang unik. Ada sosok sang Kesatria Cahaya di dalam diri setiap orang, dan dengan caranya yang tak tertandingi, Paulo Coelho membantu kita untuk menemukannya. Jalan Kesatria Cahaya tak selalu mudah, tetapi dia menerima kegagalan-kegagalannya dan berjuang tak kenal lelah untuk memenuhi Legenda Pribadi-nya.

Sunday, 20 December 2020

Aleph


 Judul : Aleph
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 312 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Apa yang kaulakukan saat ini akan mengubah masa depan.

Memutuskan. Mengubah. Menjadi. Mencari jati diri. Melangkah. Berbuat. Bangkit. Bereksperimen. Mencapai. Menantang. Bermimpi. Menang. Menemukan. Menuntut. Berkomitmen. Berpikir. Meyakini. Menguatkan. Bertanya. Bertumbuh. Berpartisipasi. Membangkitkan kesadaran.

Dalam bukunya, ALEPH, Paulo mengajak kita untuk mengambil tindakan. Sebab sudah waktunya kita merasakan kebutuhan untuk meninjau bagaimana kita menjalani hidup ini, apakah kita berada di tempat yang kita inginkan, dan melakukan hal yang ingin kita lakukan.

Saturday, 25 July 2015

Ally: All These Lives


Judul : Ally: All These Lives
Penulis : Arleen A.
Tebal : 264 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Apa yang akan kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah dari mana dan duduk di sampingmu mengaku sebagai adikmu? Apa yang kaulakukan jika kau menemukan foto di meja, menampilkan dirimu dan seseorang yang belum pernah kaulihat? Apa yang kaulakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain?

Kehidupan Ally memang bukan kehidupan biasa. Kerap kali ia mendapati dirinya ditempatkan dalam kehidupan yang seolah miliknya, tapi ternyata bukan. Dan tiba-tiba kata “pulang” punya makna yang baru. Apakah Ally akan memiliki kesempatan untuk “pulang”? Akankah ia bisa kembali pada cinta yang ditinggalkannya di kehidupannya yang lain?

Wednesday, 14 January 2015

Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh


Judul : Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh (Supernova #1)
Penulis : Dee
Tebal : 321 halaman
Penerbit : Truedee Books

Dhimas dan Ruben adalah dua orang mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di negeri Paman Sam. Dhimas kuliah di Goerge Washinton University, dan Ruben di John Hopkins Medical School. Mereka bertemu dalam suatu pesta yang meriah, yang diadakan oleh perkumpulan mahasiswa yang bersekolah di Amrik. Pertama kali bertemu mereke terlibat dalam percakapan yang saling menyudutkan satu samalain, hal tersebut dikarenakan oleh latar belakang mereka, Dhimas berasal dari kalangan The have, sedangkan Ruben, mahasiswa beasiswa. Tetapi setelah Ruben mencoba serotonin, mereka menjadi akrab membincangkan permasalahan iptek, saint, sampai acara buka-bukaan bahwa Ruben adalah seorang gay. Ternyata tak disangka-sangka bahwa Dhimas juga adalah seorang gay. Maka jadilah mereka sepasang kekasih, meskipun mereka tidak pernah serumah dalam satu apartemen. Bila ditanya mereka menjawab supaya bisa tetap kangen, tetap butuh usaha bila ingin bertemu satu sama lainnya. Dalam pertemuan di pesta tersebut mereka telah berikrar akan membuat satu karya. Satu masterpiece. Satu tulisan atau riset yang membantu menjembatani semua percabangan sains. Roman yang berdimensi luas dan mampu menggerakkan hati banyak orang.

Saturday, 13 December 2014

The Time Keeper


Judul : The Time Keeper
Penulis : Mitch Albom
Tebal : 312 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Inilah fabel tentang manusia pertama yang menghitung waktu di bumi. Orang yang kelak menjadi sang Penjaga Waktu.

Dialah pencipta jam pertama di dunia. Dia dihukum karena mencoba mengukur anugerah terbesar dari Tuhan, diasingkan ke dalam gua hingga berabad-abad dan dipaksa mendengarkan suara orang-orang yang minta diberi lebih banyak waktu. Lalu dia kembali ke dunia kita, dengan membawa jam pasir ajaib dan sebuah misi: menebus kesalahannya dengan mempertmukan dua manusia di bumi, untuk mengajarkan makna waktu pada mereka.

Sunday, 9 November 2014

Veronika Decides To Die


Judul : Veronika Decides To Die
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 241 halaman
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)

Veronika Memutuskan Mati adalah novel tentang pencarian makna hidup dalam masyarakat yang terbelenggu rutinitas tanpa jiwa dan takluk terhadap tekanan sosial. Dengan tokoh utama Veronika, seorang gadis yang berusaha bunuh diri, Paulo Coelho mengisahkan individu-individu rapuh yang terlempar ke rumah sakit jiwa karena hasrat, impian, dan sikap hidup mereka berbeda dengan yang dianggap normal oleh masyarakat. 

Thursday, 10 July 2014

Seperti Sungai yang Mengalir


Judul : Seperti Sungai yang Mengalir
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 304 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Seperti Sungai yang Mengalir berisi kumpulan renungan dan cerita pendek Paulo Coelho, kisah-kisah yang menggugah tentang kehidupan dan kematian, suratan takdir dan pilihan, cinta yang hilang dan ditemukan. Kadang humoris, kadang serius, tapi selalu dalam, buku ini––seperti semua karya Coelho lainnya––mengeksplorasi artinya menjalani hidup dengan sepenuh-penuhnya.

Thursday, 26 December 2013

The Valkyries


Judul : The Valkyries
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 212 halaman
Penerbit : HarperTorch

A Magical Tale About Forgiving Our Past and Believing in Our Future

The enchanting, true story of The Valkyries begins in Rio de Janeiro when author Paulo Coelho gives his mysterious master J., the only manuscript for his book The Alchemist. Haunted by a devastating curse, Coelho confesses to J., "I′ve seen my dreams fall apart just when I seemed about to achieve them." In response, J. gives Coelho a daunting task: He must find and speak with his guardian angel. "The curse can be broken," he replies, "if you complete the task."

Rising to the challenge, Paulo and his wife, Cristina, drop everything, pack their bags, and take off on a forty day adventure into the starkly beautiful and sometimes dangerous Mojave Desert where they encounter more than they bargained for. A masterful blend of the exotic locales, dramatic adventure, and magical storytelling, for which Coelho′s fictional works are renowned, this true-life account is at once a modern-day adventure and a metaphysical odyssey.

Sunday, 26 May 2013

Brida


Judul : Brida
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 232 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Semua orang memiliki “Takdir” yang harus dijalani.

“Tapi bagaimana caraku mengetahui siapa Pasangan Jiwa-ku?” tanya Brida.

“Dengan mengambil risiko kegagalan, kekecewaan, kehilangan arah, tapi tak pernah berhenti dalam pencarianmu menuju Cinta.”

Brida, dua puluh tahun, melemparkan pertanyaan yang paling penting ke dalam hidup kita, “Apa yang kaucari dalam kehidupan ini?”

Perjalanan yang mengisi jiwa untuk menemukan diri, dipenuhi cahaya yang mengagumkan!

Review:
Saya suka karya Paulo Coelho, tapi sayangnya buku yang satu ini sama sekali tidak sesuai selera saya. Sebenarnya dari sinopsis di belakang bukunya sih, saya kurang tertarik. Tapi karena ini Paulo Coelho, saya tetap memutuskan membacanya.

Menceritakan Brida, gadis muda yang ingin belajar ilmu sihir dari dua guru yang berbeda. Ilmu matahari dan ilmu Bulan. 

Guru ilmu mataharinya seorang pria. Ia mengajari Brida untuk membuka indranya sehingga bisa menemukan pasangan jiwanya. Kebetulan Brida adalah pasangan jiwa si guru, walaupun si guru tidak pernah  memberi tahu Brida karena tahu gadis itu sudah mencintai pria lain. Di sisi lain, guru ilmu bulan Brida adalah seorang wanita yang menurut saya cukup misterius. Ia selalu mengelak jika Brida menanyakan hal-hal yang menyangkut kehidupan pribadinya. 

Terus-terang saya baru bisa masuk ke dalam ceritanya setelah mencapai setengah buku. Di awal, saya tidak menemukan apapun yang menarik ataupun menginspirasi dari buku ini. Malah menurut saya, awal-awalnya itu tidak berisi. Namun begitu saya mulai suka dengan ceritanya, tahu-tahu ceritanya sudah selesai. Bahkan tidak ada penjelasan tentang latar belakang si guru Bulan dan si guru Matahari yang katanya pernah menjadi kekasih satu sama lain di masa lalu. Duh! Beneran aneh. Rasanya seperti membaca cerita yang belum selesai.

Satu-satunya kalimat bagus di buku ini adalah dari ayah Brida:

"Tak ada satu hal pun di dunia yang bisa sepenuhnya salah... Bahkan jam mati pun menunjukkan waktu yang tepat dua kali sehari."   --hal. 92

2/5

Friday, 18 January 2013

The Devil And Miss Prym


Judul : The Devil And Miss Prym
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 256 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Seorang laki-laki asing tiba di Viscos. Ia menganggap desa terpencil yang nyaris hancur itu tempat yang sempurna untuk menemukan jawaban yang dicari-carinya, yaitu apakah pada hakikatnya manusia baik atau jahat? Untuk membuktikan jawabannya, orang asing itu bertekad mengerahkan segenap kelihaiannya, namun ia membutuhkan seseorang untuk menolongnya. Maka ia memilih Chantal, gadis yatim-piatu miskin yang sangat ingin meninggalkan Viscos. Tawaran orang asing itu akan mengubah hidup Chantal selama-lamanya, namun sebagai gantinya, ia harus mengkhanati nilai-nilai yang diyakininya. Chantal dilanda perang batin, dan sebagaimana yang terjadi dalam diri setiap manusia, iblis dan malaikai bertarung alot di dalam hatinya. Siapakah akhirnya yang akan memenangi hati gadis itu? Malaikatkah, atau iblis? Sebab jika iblis menang, meskipun hanya di desa kecil yang nyaris terlupakan seperti Viscos, kemenangannya akan menyebar ke lembah, daerah, seluruh negeri, benua, tujuh samudra, dan akhirnya ke seluruh dunia.

Review:
Membaca buku ini serasa seperti bercermin ke dalam dunia nyata. Walaupun kisahnya seperti dongeng, tapi pertanyaan dan dilema di dalamnya banyak dihadapi di kehidupan kita sendiri.

Benarkah Tuhan itu baik? Kalau dia baik, kenapa dia merenggut nyawa anak dan istri si laki-laki asing? Seperti kisah Ayub dalam Perjanjian Lama, laki-laki asing yang datang ke Viscos itu telah kehilangan segalanya. Dalam kemarahan dan kebenciannya terhadap nasib, iblis menemukannya dan berhasil mempengaruhinya. Laki-laki itu ingin menumpahkan kemarahannya pada orang lain. Ia ingin orang lain berbuat jahat supaya ia bisa menerima pembunuhan istri dan anaknya, bahwa alasan mereka terbunuh adalah karena pada dasarnya manusia itu jahat. Tapi ia menggunakan cara yang tidak langsung. Ia ingin orang-orang itu memilih. Kalau penduduk Viscos memilih kejahatan, maka ia akan tenang. Tapi jika orang-orang itu memilih kebaikan, maka ia akan pergi dalam kecewa karena ia tidak akan punya pembenaran.

"... Aku bepergian ke segala penjuru dunia, sendirian bersama kepedihanku, bertanya-tanya bagaimana umat manusia sanggup melakukan kejahatan seperti itu. Aku telah kehilangan sesuatu yang paling berharga yang dapat dimiliki seorang manusia: kepercayaanku pada sesamaku. Aku tertawa dan menangisi ironi yang diciptakan Tuhan, cara absurd yang telah Dia pilih untuk menunjukkan padaku bahwa aku adalah alat Baik dan Jahat."

"... Aku mengerti manusia bisa membunuh karena perasaan benci atau cinta, tapi kenapa mereka membunuh tanpa alasan khusus, semata karena transaksi bisnis?"

"... Aku ingin tahu apakah, jika Baik dan Jahat berhadap-hadapan, ada saatnya, entah seperdetik lamanya, Baik kemungkinan akan menang."   ~~hlm. 94-95
  
Chantal hidup di Viscos selama hidupnya. Ia kerap kali berharap bisa pergi keluar dan menjelajah dunia. Tapi seperti semua orang yang sudah menemukan kenyamanan dalam safe zone hidupnya, ia takut untuk melepaskan diri.

"... ada dua hal yang mencegah kita meraih mimpi-mimpi kita: percaya bahwa mimpi-mimpi itu mustahil, atau menyaksikan bagaimana putaran nasib mendadak membuat impian itu menjadi mungkin, tepat ketika kita sama sekali tidak menduganya. Di saat seperti ini segenap ketakutan kita muncul di permukaan: takut memulai perjalanan yang membawa kita entah ke mana, takut terhadap kehidupan yang penuh tantangan baru, takut selamanya akan kehilangan segala sesuatu yang akrab dengan kita."   ~~hlm. 52

Ketika diberi kesempatan untuk mendapatkan emas dan menjadi orang kaya, Chantal kebingungan. Ia bisa mengambil emas itu secara cuma-cuma atau mengumumkan pada desanya bahwa ada emas yang terkubur di hutan. Dengan kata lain, berbagi. Sementara itu, penduduk desa boleh memiliki emas itu jika mereka membunuh salah satu tetangganya. Emas atau nyawa?

"Jauh lebih mudah untuk percaya dirimu baik daripada mengkonfrontasi orang lain dan berjuang mendapatkan hak-hakmu. Lebih mudah menelan makian dan tidak membalasnya, daripada balas melawan orang yang lebih kuat daripada dirimu. Kita bisa saja mengatakan kita tidak terluka oleh batu-batuan yang dilemparkan orang lain kepada kita. Namun pada malam hari--di saat kita sendirian dan istri atau suami kita atau teman sekolah kita telah tertidur--diam-diam kita meratapi kepengecutan kita sendiri."   ~~hlm. 63  (Jlebbb, saya sering banget menyesali kepengecutan saya sendiri)

Kita akan dibawa melihat percakapan-percakapan dan diskusi yang menunjukkan niat busuk manusia. Bahkan seorang pastor rela mengorbankan kode etiknya dan menyarankan agar satu orang dikorbankan. Mereka pun memutuskan untuk memilih korban yang sudah tua, tidak berguna, dan tidak bahagia dengan dalih untuk menyelamatkan orang itu dari ketidakbahagiaan duniawi. Bah! Munafik!

Jadi, pada akhirnya siapa yang menang? Baik atau Jahat?

"Jika malam ini pelacur tercantik desa ini datang kemari, apakah kau akan sanggup memandangnya dan menganggapnya tidak cantik dan tidak menggoda?"

"Tidak, tapi aku akan bisa mengendalikan diriku."

"Dan jika aku menawarimu setumpuk kepingan emas agar kau meninggalkan guamu di gunung dan bergabung dengan kami, sanggupkah kau memandang emas itu dan menganggapnya batu kerikil?"

"Tidak, tapi aku akan bisa mengendalikan diriku."

"Dan jika kau dicari-cari oleh dua bersaudara, yang satu membencimu dan yang lain menganggapmu suci, sanggupkah kau memiliki perasaan yang sama terhadap keduanya?"

"Itu benar-benar sulit, tapi aku akan bisa mengendalikan diriku sendiri dan memperlakukan mereka dengan sama."

"... Semuanya hanya masalah pengendalian diri. Dan pilihan. Tidak kurang, tidak lebih."  ~~hlm. 246-247

Menurut saya, ini karya terbaik Paulo Coelho. Saya lebih suka ini dibandingkan The Alchemist.

4/5

Thursday, 13 September 2012

The Witch of Portobello


 Judul : The Witch of Portobello
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 312 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Mengisahkan Sherine Khalil, anak Gipsi yang diadopsi oleh pasangan Lebanon. Sejak kecil dia selalu berbeda. Ia memiliki indra keenam, bisa melihat malaikat, dan kata-kata yang mengalir dari mulutnya seakan bukan berasal dari anak kecil.

Sebuah panggilan misterius...

Sherine mengganti namanya menjadi Athena. Dia digambarkan sebagai gadis yang sangat eksotik dan menarik. Tidak aneh saat seorang pria mendekatinya di usianya yang masih muda. Mereka menikah muda sekalipun orang tua Sherine tidak setuju. Dari pernikahan itu lahir seorang anak. Sherine meyakini kalau dirinya terpanggil untuk mendidik seorang anak dan bukannya belajar. Jadi, itulah yang ia lakukan dengan serius sehingga melupakan suaminya sendiri. Sang suami yang kecewa pun meminta cerai darinya.

Ambisi dan harapan...

Sherine ingin kehidupan yang lain. Ia butuh sesuatu yang dirindukan hatinya dan ia percaya jawabannya ada pada ibu kandungnya. Pencarian yang dilakukannya membuatnya mengenal suatu sisi lain dari kehidupan. Bahwa kepuasan tertinggi terjadi dalam segala hal yang dilakukan dengan sepenuhnya. Bahwa Tuhan ada dalam musik, lukisan, perjalanan, dan segalanya.

Dan dia adalah Athena, penyihir dari Portobello...

Athena melupakan orang tua angkatnya, melupakan segalanya hanya demi pemenuhan dirinya sendiri. Ia bahkan berhasil mengumpulkan pengikut yang menyembahnya sebagai dewi penyelamat. Ia dikecam dan dihina, namun ia tetap ngotot mempertahankan kepercayaannya.

Sampai akhirnya, Athena dibunuh...

Kesan:
Satu hal yang terpikir di otak saya mengenai Athena adalah kalau dia adalah orang yang sangat bodoh. Oke, saya mengagumi keteguhan hatinya dalam mengejar kepercayaannya. Tapi tetap saja itu namanya bodoh. Menurut saya, hidup bukan hanya tentang diri sendiri. Masih ada orang tua dan teman-teman yang harus dihormati. Athena tidak hanya mengabaikan orang tuanya dan tanggung jawabnya. Ia bahkan mempermainkan perasaan orang lain, di antaranya wartawan yang mencintainya dan juga pacar wartawan itu yang telah mempercayai Athena dengan segenap hati.

Buku ini membicarakan agama dengan cukup kuat, terutama menceritakan orang-orang fanatik yang ekstrim. Karena saya tidak pernah suka agama, saya selalu menganggap orang-orang fanatik itu tidak ada kerjaan. Masih ada hal lain di dunia ini yang bisa dilihat dan dipelajari. Dan buat apa sih mengurusi kepercayaan orang lain? Lebih baik waktu luang digunakan untuk berbuat kebaikan pada orang lain saja (jangan mencontoh kejadian di Indonesia yang mencerca kedatangan seorang artis).

Gaya bercerita disampaikan secara flashback dari orang-orang yang mengenal Athena. Saya suka dengan gaya bercerita seperti ini karena pada awalnya segalanya terasa acak sebelum akhirnya semuanya menyatu menjadi sebuah kisah. Seperti mengumpulkan puzzle.

Cerita ini unik walaupun saya tidak setuju dengan isinya. Endingnya menurut saya kurang dijelaskan. Kenapa tiba-tiba tokoh yang tidak pernah ada sebelumnya muncul? 

4/5


Monday, 13 February 2012

The Fifth Mountain


Judul : The Fifth Mountain
Penulis : Paulo Coelho
Tebal : 320 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

The Fifth Mountain adalah karya ke-7 Paulo Coelho yang saya baca setelah The Alchemist, The Winner Stands Alone, Eleven Minutes, The Pilgrimage, By The River Piedra I Sat Down And Wept, dan The Zahir. Saya memang penggemar karya-karya penulis Brasil ini. Biasanya buku-bukunya berisi filsafat sederhana yang mendamaikan hati (euh, bahasanya berlebihan).

Buku ini sebenarnya bertema sederhana. Paulo Coelho hanya memodifikasi cerita Nabi Elia yang ada di alkitab dengan tambahan karakter-karakter. Kisah yang biasanya saya baca sambil-lalu-asal-tahu di alkitab bisa jadi satu buku yang keren banget nih. Ceritanya lumayan seru dengan bumbu cinta dan perseteruan antar orang-orang penting di Kota Akbar.

Cerita dibuka dengan Nabi Elia yang dikejar-kejar utusan Ratu Izebel yang kebetulan memerintahkan agar seluruh nabi dibinasakan. Si Ratu ini mau menjadikan Baal sebagai dewa-dewa Israel dan dia menolak Tuhan.

Singkat cerita, Elia sampai ke kota kecil bernama Akbar. Di sini dia ketemu janda beranak satu yang sangat miskin. Seperti dalam alkitab, janda itu akan memberi makan Elia dengan sedikit makanan yang dimilikinya. Namun, persediaan makanan itu tidak akan pernah habis.

Selain itu, ada juga kejadian mukjizat yang dilakukan Elia. Ia membangkitkan anak si janda dari kematian. Tapi seperti cerita lainnya, orang-orang tetap menolak Tuhan dan membenci Elia. 

Yah, karena saya sudah tahu ceritanya jadi saya cuma memperhatikan bagian modifikasinya saja. Tapi saya suka banget jadi saya kasih bintang empat deh.

"Kalau engkau tidak puas dengan masa lalumu, lupakanlah sekarang. Bayangkan sebuah kisah baru tentang hidupmu, dan yakinlah. Pusatkan pikiranmu hanya pada saat-saat engkau memperoleh apa yang kauidamkan. Kekuatan ini akan membantumu meraih yang kauinginkan."

4/5

Thursday, 5 January 2012

Dunia Sophie


Judul : Dunia Sophie
Penulis : Jostein Gaarder
Tebal : 800 halaman
Penerbit : Pustaka Mizan
My rating : 4/5

Buku awal tahun yang sangat berat. Saya bacanya pelan-pelan soalnya perlu dicerna isinya.

Seperti petunjuk di sampul bukunya, Dunia Sophie adalah novel filsafat. Di dalamnya diceritakan sejarah filsafat mulai dari para filosof alam, Socrates, Plato, Aristoteles, filosof abad pertengahan hingga filosof masa kini. Saya suka sekali dengan cara Jostein Gaarder menjelaskan pemikiran para filosof tersebut juga latar belakang mereka. Sederhana dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. 

Cerita dimulai dengan Sophie yang menerima surat dari orang tak dikenal. Surat itu bertuliskan : "Siapa kamu?" Dari situlah dimulai perjalanan dan petualangan Sophie belajar filsafat dari orang asing itu yang bernama Alberto Knox. Alasan Sophie harus belajar filsafat adalah karena seorang mayor jenderal di PBB bernama Albert Knag ingin Sophie mengenal anak perempuannya yang bernama Hilde.

Aneh? Ada penjelasan dari semua misteri itu. No spoiler.

Saya suka filsafat. Saya suka menganalisis dan mengulik segala hal. Jadi, saya langsung suka dengan isi buku ini. Tapi saya nggak kasih bintang lima karena saya nggak suka ceritanya. Buku ini berbobot, isi filsafatnya bagus, tapi ceritanya aneh. Cerita dasarnya nggak masuk akal. Kenapa seorang ayah ingin mengajarkan filsafat pada anaknya? 

Filsafat berguna bagi manusia supaya bisa memahami banyak hal di sekitarnya. Filosof selalu menjalani kehidupan seperti anak kecil. Selalu ingin bertanya, selalu ingin tahu... Dari para filosof itulah ilmu pengetahuan mulai berkembang. Sejarah filsafat memuat bagaimana manusia dari bodoh dan tidak tahu apa-apa di masa lalu menjadi makhluk yang mempunyai banyak ilmu pengetahuan.

Dulu manusia menganggap mitos tentang dewa-dewi adalah jawaban atas segala masalah. Contohnya : Suara guntur dulu dipercaya sebagai suara saat Dewa Thor mengayunkan palunya. Sekarang kita tahu kalau guntur adalah fenomena alam di mana muatan listrik saling bertabrakan di langit sana. Perkembangan pengetahuan itu semua bermulai dari orang-orang yang penasaran. Mereka mulai bertanya dan menyelidiki. Kenapa dan kenapa...

Dari buku ini, saya mendapat satu hal, yaitu : Jalanilah kehidupan seperti seorang anak kecil. Kebanyakan orang dewasa menganggap segala sesuatu sudah sebagaimana mestinya. Mereka tidak peduli dan menerima saja apa yang ada. Jika semua orang seperti itu, manusia tidak akan berkembang. Stuck selamanya di tempat yang sama. 

Sekarang saya jadi tahu sedikit banyak soal sejarah filsafat, hehe...

Sekilas tentang penulis... Jostein Gaarder lahir di Oslo, Norwegia pada tahun 1952. Dia seorang guru yang mengajar filsafat di sekolah menengah Norwegia sana walaupun sekarang dia sudah pensiun. Dia sudah mengarang banyak buku, tapi Dunia Sophie adalah bukunya yang paling bestseller.

Monday, 17 October 2011

The Zahir


Judul : The Zahir
Penulis : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Resensi :
Seorang suami ditinggalkan istrinya tanpa alasan, tanpa jejak. Kepergiannya menimbulkan pertanyaan besar yang makin lama makin menggerogoti hati dan pikiran, kenangan yang ditinggalkannya tak terhapuskan, hingga menjadi obsesi yang nyaris membawa sang suami pada kegilaan. Untuk menjawab pertanyaan: "Mengapa" itu, sang suami menelusuri kembali jejak kebersamaannya dengan sang istri, hal-hal yang terjadi dalam perkawinan mereka, hingga terjadinya perpisahan itu. Pencarian ini membawanya keluar dari dunianya yang aman tenteram, ke jalur yang tidak dikenalnya, dan membukakan matanya tentang makna cinta serta kekuatan takdir

Saya selalu suka karya Paulo Coelho karena filosofi yang ditulisnya mudah dicerna dan selalu berhasil bikin saya nyeletuk "Wah, betul banget ini" berkali-kali. Gaya penulisannya juga terkadang dibumbui sedikit sinisme yang membuat saya mulai mengamati kehidupan luar yang sedang digambarkannya.

Menceritakan seorang istri yang kecewa karena suami yang dicintainya tidak mau peduli lagi padanya. Kerap kali si suami tidak pernah peduli pada aktivitasnya dan mereka selalu bertengkar yang diakhiri dengan, "Kita bicara lagi besok." Padahal "besok" itu tak kunjung datang.
 

Lalu, si istri kabur dan menghilang tiba-tiba sehingga membuat si suami bertanya-tanya. Si suami yang tidak peduli pada awalnya hanya merasa biasa saja. Tapi kelamaan ia malah tidak bisa memikirkan hal lain selain istrinya itu. Bagaikan Zahir yang terus melekat di pikiran tak bisa diabaikan. Ini membuktikan kalau orang 
baru sadar akan betapa berharganya sesuatu setelah kehilangan sesuatu itu.

Buku ini menjelaskan perjalanan seorang suami untuk memahami istrinya juga cinta itu sendiri. Di awal, sang suami hanyalah pemuda luntang-lantung tanpa tujuan yang miskin. Namun karena istrinya ini ia bisa menemukan mimpinya sebagai penulis buku dan menjadi terkenal. Tapi setelah terkenal, ia lupa pada istrinya sendiri. Sesuai konsep Bank Budi, seseorang akan menabung utang di bank orang lain jika mendapatkan bantuan dari orang lain itu. Sementara jika ada orang yang meminta bantuan, Bank Budi milikmu akan terisi. Tapi di sini sang suami melupakan utangnya pada istrinya dan malah bersikap seperti suami brengsek. 


Saya sungguh bingung. Kedua suami istri ini selingkuh dengan sepengetahuan yang lain. Dan mereka tidak saling peduli. Ada apa dengan dunia saat ini? Memangnya perselingkuhan sudah dianggap wajar? Ah, makin lama saya merasa semakin kolot saja. 

Yang berkesan bagi saya adalah konsep acomodador bahwa orang selalu memiliki batas. Seperti contohnya saat kita belajar alat musik. Ada satu saat kita sampai pada batas di mana kita mandek dan tidak bisa maju mengembangkan kemampuan kita lagi. Di saat seperti itu kebanyakan orang menyerah dan tidak ingin berusaha lagi. Seperti di dalam kisah ini. Si suami dan istri sadar akan ketidakberesan pernikahannya. Tapi mereka sudah menyerah dan tidak mau peduli lagi.
 

Selain acomodador, saya suka dengan teori Jante. Bahwa di dunia ini ada hukum alam yang mengatur. Kalau hukum itu dilawan, pasti akan ada yang marah. Contohnya, penulis buku yang tidak begitu terkenal pasti dianggap angin lalu. Tapi penulis yang sangat terkenal dianggap sudah melawan batas hukum alam itu sehingga muncul para kritikus yang iri pada kesuksesan mereka. Mereka mengkritik dan menghina karya si penulis padahal mereka mungkin sama sekali tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

Empat bintang!

Dreamer's bedroom is like a wrecked ship, really very messy...


:)

Tuesday, 20 September 2011

By The River Piedra I Sat Down And Wept

 

Judul : By The River Piedra I Sat Down And Wept
Penulis : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Resensi :
"Cinta adalah perangkap. Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya"

Begitulah yang semula dipercaya Pilar. Tapi apa yang terjadi ketika ia bertemu kembali dengan kekasihnya setelah sebelas tahun terpisah? Waktu menjadikan Pilar wanita yang tegar dan mandiri, sedang cinta pertamanya menjelma menjadi pemimpin spiritual yang tampan dan karismatik. Pilar telah belajar mengendalikan perasaan-perasaannya dengan sangat baik, sementara kekasihnya memilih religi sebagai pelarian bagi konflik-konflik batinnya. Kini mereka bertemu kembali dan memutuskan melakukan perjalanan bersama-sama. Perjalanan itu tidak mudah, sebab dipenuhi sikap menyalahkan dan penolakan yang muncul kembali setelah lebih dari sepuluh tahun terkubur dalam-dalam di hati mereka. Dan akhirnya, di tepi Sungai Piedra, cinta mereka sekali lagi dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan terpenting yang bisa disodorkan kehidupan.

Buku ini tipis sekali. Cuma 222 halaman. Tapi anehnya saya merasa seperti membaca sesuatu yang berat. Memang isinya lebih banyak menceritakan kepercayaan terhadap Tuhan dalam sisi feminin, bahwa Bunda Maria dianggap sebagai sisi feminin Tuhan.

Menurut saya, isinya bisa diperdebatkan. Yang saya tahu banyak orang menganggap Maria hanyalah manusia biasa yang penuh dosa. Terutama di agama Kristen selalu dibilang Maria tidak layak disembah karena hanya Yesus saja yang pantas.

Yah, terserahlah. Urusan begituan nggak pernah bisa beres diperdebatkan.

Namun setelah membaca ini, saya cukup percaya kalau Tuhan adalah wanita juga pria. Di dalam kitab suci dikatakan bahwa Tuhan menciptakan manusia sesuai gambar dirinya dan itu jelas sekali kalau Tuhan mirip dengan manusia.

Selain menceritakan konsep Bunda Maria itu, di buku ini diceritakan Pilar dan pria yang menjadi cinta pertamanya. Si pria tidak pernah disebutkan namanya sampai akhir dan saya tidak tahu kenapa. Apa Paulo Coelho ingin para pembaca menebaknya? Tapi saya tidak punya ide sama sekali.

Tiga bintang untuk satu konsep kesukaan saya di dalam buku ini. Bahwa kita harus selalu mengambil resiko untuk mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup, membiarkan sesuatu yang tidak terduga terjadi. Kita harus memperhatikan kehidupan supaya bisa menemukan saat-saat magis (saya rasa saat magis yang dimaksud adalah kesempatan) yang akan membawa kita pada mimpi-mimpi kita. Dalam perjalanan itu kita pasti akan mengalami banyak kekecewaan namun semua itu bersifat sementara saja. Dan di masa nanti kita menoleh ke belakang, kita akan merasa bangga. Kalau orang tidak suka mengambil resiko, memang dia tidak akan banyak mengalami kesulitan. Tapi di satu titik hidupnya nanti ia akan menoleh ke belakang dan bertanya-tanya apa yang sudah dilakukannya dengan mukjizat dan karunia yang diberikan Tuhan pada mereka. Dan pada saat itulah mereka baru sadar kalau mereka sudah menyia-nyiakan hidupnya, namun sayangnya saat-saat magis itu telah berlalu. (DIRINGKAS DARI : halaman 21-22)

Selain itu, konsep yang saya suka adalah tentang jiwa kanak-kanak yang selalu ada dalam diri kita. Kita harus selalu percaya dan bergantung pada jiwa kanak-kanak karena mereka percaya akan keluguan dan keajaiban. Jiwa kanak-kanak selalu berkhayal dan bercahaya (saya rasa jiwa kanak-kanak adalah suatu pikiran positif yang mempercayai keajaiban). Jangan pernah kehilangan kontak dengan jiwa kanak-kanak yang ada dalam diri kita.

Keren. Tapi terlalu tipis bukunya, hehehe...

Dreamer is in the mood for shopping,


:)