Showing posts with label Winna Efendi. Show all posts
Showing posts with label Winna Efendi. Show all posts

Tuesday, 23 December 2025

All That is Lost Between Us


 Judul : All That is Lost Between Us
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 304 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Sebelas tahun lalu, Bee meminta Bas untuk pergi.

Dokter ahli bedah pediatri tersebut pindah dari kota ke kota, bekerja di berbagai rumah sakit, sebelum berakhir di klinink sederhana di kota kecil pedalaman Australia. Di sana, Bas akhirnya memutuskan berhenti berlari, kembali ke Melbourne, dan memulai segalanya dari awal.

Di sisi lain, Bee menenggelamkan diri dalam pekerjaannya sebagai dokter Unit Gawat Darurat dengan segala kekacauannya. Dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Bas di rumah sakit tempatnya bekerja. Bee tak punya rencana untuk hidup di masa lalu; baginya, kesalahan besar yang mereka perbuat sebelas tahun silam sudah cukup menghancurkan hidup mereka.

Kini, keduanya berada di tempat mereka bermula. Semuanya tergantung mereka - apakah lebih baik meninggalkan rasa yang terkubur di masa lalu itu dalam-dalam, atau justru cinta berhak mendapatkan kesempatan kedua.

Thursday, 13 June 2024

Scars and Other Beautiful Things


 Judul : Scars and Other Beautiful Things
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 296 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Dulu Harper Simmons memiliki segalanya. Keluarga hangat dan kekasih yang penyayang. Prestasi gemilang, tim debat tangguh yang memenangi turnamen demi turnamen antar sekolah, dan sahabat yang mendampinginya untuk menaklukkan dunia.

Sampai suatu malam, seorang pria bernama Scott Gideon merenggut itu semua.

Kini, yang Harper miliki adalah malam-malam penuh mimpi buruk yang hanya mampu terlewati dengan bantuan obat tidur. Psikiater yang kerap kali menanyakan apa ketakutan terbesarnya. Ayah yang larut di balik tumpukan pekerjaan, adik kembar yang berhenti mengejar impiannya, sahabat yang tak kunjung mengerti, dan cinta yang perlahan-lahan berubah serapuh porselen.

Harper pikir, ia hanya perlu menjadi lebih kuat daripada seharusnya. Bukankah orang-orang berkata semuanya akan berlalu seiring waktu?

Ini adalah kisah perjalanan untuk melupakan. Untuk menemukan diri sendiri setelah kehilangan begitu banyak; walau seringkali, penemuan dan kehilangan tak berjalan pada sisi yang sama.

Thursday, 12 October 2023

Someday


Judul : Someday
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 409 halaman
Penerbit : Gagasmedia

Cerita ini tentang seorang perempuan muda yang sederhana, dengan mimpi besar dan harapan yang besar pula. Berperawakan tomboi, dengan penampilan yang biasa saja. Dengan kehadirannya dia membawa kesepian, dan meskipun bersikeras tidak percaya pada cinta, ia menyimpan keinginan yang besar untuk menemukan sesuatu, atau seseorang, yang membuktikan sebaliknya.

Ini adalah kisahnya dalam mencari, menemukan, juga merasakan kehilangan. Namun lebih dari itu semua, ini adalah ceritanya dalam menemukan jati diri, serta apa yang benar-benar diinginkannya. Bahwa tidak semua yang kita harapkan dapat berjalan sesuai keinginan. Bahwa terkadang, kita jatuh dan terluka. Terkadang kita menempatkan hati pada orang yang salah.

But it's okay; maybe not today, but someday.

Wednesday, 17 August 2022

Tomodachi


 Judul: Tomodachi (SCHOOL #2)
Penulis: Winna Efendi
Tebal: 360 halaman
Penerbit: Gagas Media

Pernahkah kau bertemu seorang perempuan yang tak pernah lelah menyalakan harap di hatinya? Dalam Tomodachi, kau akan bertemu perempuan itu. Perempuan biasa, tetapi punya harap luar biasa. Baginya, berlari dan menemukan garis akhir adalah sebuah keharusan. Tidak akan ada kata menyerah.

Pernahkah kau memiliki seseorang yang selalu bisa menghapus cerita sedihmu? Dalam Tomodachi, kau akan menemukan tangan-tangan yang terikat pada satu kata: sahabat. Mereka yang keberadaannya membuat kau tak lagi merisaukan hari esok yang mungkin masih gelap.

Juga dalam Tomodachi, kau akan bertemu seorang laki-laki yang berlari dengan sepasang sayap. Yang selalu mengejar garis akhir, tetapi tak pernah ragu untuk diam sejenak menunggu.

Tomodachi dipersembahkan untukmu yang sedang melewati masa-masa pahit-manis dalam cinta dan persahabatan. Juga untuk setiap orang yang pernah melewati dan merindukannya.


Selamat menyusuri kisahnya.

Thursday, 31 December 2020

Some Kind of Wonderful

 


Judul : Some Kind of Wonderful
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 360 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Liam Kendrick dan Rory Handitama memahami arti kehilangan. Liam pergi ke Sydney dengan dalih menggapai impian sebagai koki, walau alasan sebenarnya untuk menghindari cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan. Di lain pihak, Rory sedang berusaha menata kehidupannya setelah suatu insiden membuatnya kehilangan orang-orang yang disayanginya, dan melepaskan impiannya sendiri sebagai pemusik.

Keduanya paham arti berduka, meski belum mengerti caranya. Kesedihan dan kesepian mendekatkan Liam dan Rory, sampai akhirnya ada rasa lain yang menyusup. Saat perasaan sudah tak terelakkan, Liam dan Rory terjebak keraguan, dan rasa lama masih terlalu kuat untuk dilupakan. Dapatkah dua orang yang pernah mencintai orang lain dengan segenap hati menyisakan ruang bagi satu sama lain?
 

Friday, 28 December 2018

One Little Thing Called Hope


Judul : One Little Thing Called Hope
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 419 halaman
Penerbit : Gagasmedia

Aeryn
Hidup Aeryn seolah nyaris sempurna. Pintar, cantik, populer. Namun, setelah kehilangan ibunya, Aeryn menyadari bahwa kebahagiaan tidak pernah berlangsung terlalu lama. Selalu ada sesuatu yang terjadi. Kehadiran Flo dan Tante Hera membuat segalanya berubah. Bahagia ternyata tak seperti yang ia duga.

Flo
Bagi Flo, hidup adalah makanan manis, kue, tas perca dan aksesori buatan tangan, kotak-kotak susu aneka warna, serta Genta dan Theo - dua cowok paling berarti baginya. Bahagianya hampir terasa lengkap ketika ia memiliki Aeryn sebagai kakak perempuan yang ia idamkan. Namun, bahagia ternyata tak seperti yang ia duga.

Ini kisah persahabatan yang tak terduga di antara orang-orang yang dipertemukan secara tak sengaja, keteguhan hati untuk bertahan pada pilihan meski itu sulit. Juga tentang cinta dan harapan yang harus dibagi dan direlakan pergi.

Sunday, 10 December 2017

Girl Meets Boy


Judul : Girl Meets Boy
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 391 halaman
Penerbit : Gagasmedia

Ava selalu menjadi bayang-bayang Rae. Kakaknya itu lebih cantik, supel, populer, berbakat, dan disukai banyak orang. Walaupun begitu, dia sangat menyayangi Rae dan mengagumi kakaknya itu. 

Lalu Rae meninggal.

Ava merasa sangat kehilangan. Dia masuk ke sekolah musik yang sama dengan Rae dan itu sama sekali tidak membantu. Ada banyak jejak yang Rae tinggalkan di sekolah itu. Prestasi, pujian, kenangan... Ava tidak bisa berlari dari Rae dan bahkan ia selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya itu. Yang jelas dia tidak seberbakat Rae.

Di sisi lain, ada Kai, cowok playboy dan populer yang disukai banyak cewek di sekolah itu. Awalnya, Ava penasaran pada sosok itu karena nama Kai sempat disebut-sebut di dalam diari Rae. Tampaknya Rae sangat mencintai Kai.

Tapi Kai juga punya rahasia. Rahasia yang disimpannya selama berpacaran secara sembunyi-sembunyi dengan Rae. Dan rahasia itu terus menghantuinya dan tidak bisa dilupakannya.

Friday, 4 March 2016

Happily Ever After


Judul : Happily Ever After
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 356 halaman
Penerbit : Gagasmedia

Bagi Lulu, ayahnya adalah orang terdekatnya. Sejak kecil, ayahnya sering membacakan dongeng indah untuknya dan selalu menjadi teman yang mendukung di setiap persimpangan hidupnya.

Lalu sang ayah divonis kanker.

Di saat Lulu membutuhkan sosok yang bisa menjadi penguat hidupnya, justru ayahnya yang butuh dibantu. Tidak seperti dongeng indah yang selalu dibacanya, Lulu menemukan kalau dunianya hancur satu per satu tanpa ada jalan keluarnya.

Dan ada cowok itu. Namanya Eli dan dia bagaikan sisi yang berbeda darinya. Cowok itu penuh dengan energi positif yang mampu mencerahkan hari-hari Lulu yang kelam.

Tapi, kanker yang dulu pernah hilang dari tubuh Eli kembali lagi...

Saturday, 18 October 2014

Melbourne: Rewind


Judul : Melbourne: Rewind (Setiap Tempat Punya Cerita #4)
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 340 halaman
Penerbit : Gagasmedia

Max dan Laura dulu pernah saling jatuh cinta, bertemu lagi dalam satu celah waktu. Cerita Max dan Laura pun bergulir di sebuah bar terpencil di daerah West Melbourne. Keduanya bertanya-tanya tentang perasaan satu sama lain. Bermain-main dengan keputusan, kenangan, dan kesempatan. Mempertaruhkan hati di atas harapan yang sebenarnya kurang pasti.

Sunday, 22 September 2013

Unforgettable


Judul : Unforgettable
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 184 halaman
Penerbit : Gagas Media

Ini adalah satu kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan.

Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah usang, dan lembar kenangan akan masa kecil di dalam ingatan.

Pertemuan pertama telah menyeret keduanya masuk ke pusaran yang tak bisa dikendalikan. Menggugah sesuatu yang telah lama terkubur oleh waktu di dalam diri perempuan itu. Membuat ia kehilangan semua kata yang ia tahu untuk mendefinisikan dan hanya menjelma satu nama: lelaki itu.

Sekali lagi, ini adalah sepotong kisah dari sang waktu tentang menunggu. Kisah mereka yang pernah hidup dalam penantian dan kemudian bertemu cinta.

Saturday, 23 March 2013

Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu


Judul : Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu
Penulis : Winna Efendi 
Tebal : 356 halaman
Penerbit : Gagas Media

Menulis itu susah? Banget.

Terutama kalau kita nggak punya komitmen kuat dan disiplin untuk itu.
Truth to be told, menulis itu gampang-gampang susah. Terkadang terasa mudah dan menyenangkan, apalagi jika ide mengalir selancar air. Namun, menulis juga dapat terasa sulit karena tanpa teknik yang benar dan loyalitas untuk kembali ke halaman-halaman yang belum rampung, tulisan kita akan terus tidak selesai atau menjadi sebaik yang kita inginkan.

Selama ini, banyak sekali teman yang bertanya kepada saya:
- Gimana sih, caranya menulis fiksi yang enak dibaca?
- Bagaimana caranya menciptakan konflik yang nggak klise?
- Gimana caranya menulis cerita dari awal sampai akhir?
- Ceritaku mandek dan nggak kelar-kelar, gimana ya supaya aku bisa menyelesaikannya?
- Bagaimana cara mengirimkan naskah ke penerbit, dan apa yang bisa kita lakukan supaya naskah tersebut 'dilirik'?
- Lalu, prosedur penerbitannya bagaimana?

Bagi kalian yang ingin tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas, well, this book might be the one for you.

Dan, mari bersama-sama menikmati proses menyenangkan menulis naskah fiksi pertamamu.

Review:
Menurut saya, buku ini ringan namun sangat berisi. Setiap lembarannya membuat kita belajar sesuatu yang lebih dalam mengenai dunia tulis-menulis. Ilustrasi gambarnya dan quote-quote-nya menarik dan membuat proses pembelajaran tidak bosan. Di setiap akhir bab juga ada bagian kesimpulan yang memudahkan kita mengingat apa yang telah dibaca.

Jujur, saya tidak pernah membaca buku panduan menulis. Saya menulis menurut insting, saya menulis berdasarkan pengalaman saya membaca. Membaca buku ini membuat saya semakin mendalami sisi lain dari sebuah fiksi. Luar biasa sekali Winna Efendi bisa merangkum semuanya dalam sebuah buku. Kebetulan saya sudah pernah membaca novel-novel Winna dan merasa sangat cocok dengan gaya bahasa dan diksinya. Di buku ini, saya suka sekali cara dia menjelaskan teknik penulisan dengan bahasa yang mudah dicerna. 

Buku ini sangat detail dalam pembahasan sebuah karya fiksi. Mulai dari motivasi menulis, memilih tema, mencari ide, jenis-jenis fiksi, POV, alur, setting, penokohan, pengembangan ide, prosedur penerbitan, hingga terpajangnya buku di rak-rak toko. Winna juga membagi pengalamannya saat dia down karena ditolak penerbit dan bagaimana dia bangkit hingga menjadi penulis terkenal sekarang. Buku ini tidak hanya membuat saya belajar sesuatu, tapi juga menginspirasi. 

Buat yang masih berjuang menjadi penulis, buku ini sangat cocok buatmu.

Catatan: Thanks for Bea, my secret Santa for this wonderful book :)

5/5

Thursday, 22 November 2012

Unbelievable


Judul : Unbelievable (Glam Girls: Rashi and The Clique #3)
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 262 halaman
Penerbit : Gagasmedia

Popularitas adalah segalanya...

Maybella bangga menjadi kelompok paling keren di sekolahnya. Kelompok itu terdiri dari Rashi, Adriana, Marion, dan dirinya. Mereka adalah cewek-cewek paling fashionable, keren, dan terkenal. 

Dan Maybella punya rahasia... Ia tidak suka menjadi yang kedua dari Rashi. Masalahnya, Rashi adalah fashion designer terkenal yang blognya digemari banyak orang. Dan sebelum dia kenal Rashi, dia adalah model paling cantik dan paling disukai. Ia ingin mencuri tahta nomor satu itu dari Rashi.

Marion mengetahui rahasia Maybella itu. Dia memeras Maybella, menyuruh cewek itu membelikannya berbagai macam baju-baju mahal, menuntut servis antar jemput, dan lain-lain. Maybella kesal, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia takut Rashi mengucilkannya. Dan sekali Rashi membencinya, ia akan langsung didepak keluar dari kelompok keren mereka. Reputasinya akan hancur.

Namun mana ada rahasia yang selamanya tersimpan rapat? Saat segalanya terbuka, Rashi benar-benar mengusirnya dan merusak nama baiknya hingga tidak ada satu orang pun yang mau menerima Maybella lagi. 

Apa yang akan Maybella lakukan untuk membalas dendam?

Kesan:
Glam Girls series ini mungkin terinspirasi dengan Gossip Girl. Saya tidak tahu itu benar atau tidak. Yang jelas ceritanya berpusat di sekitar orang kaya, fashion, dan popularitas. Gosip dan hinaan yang lebay bertebaran di buku ini. Merk-merk juga cukup banyak ditonjolkan. Bahkan makiannya saja bukan "For God's sake" tapi "For Channel's sake". Ya, ampun...

Cerita seperti ini menghibur. Terutama kalimat-kalimat sarkastis dan hinaannya yang menusuk hati. Menurut saya itu jujur dan saya rasa memang seperti itulah dunia kalangan atas. Lucu sekali. Hal-hal kecil saja dibesar-besarkan. Dan mau bagaimanapun saya tidak bisa simpatik pada tokoh-tokoh kejam dan sombong di buku ini. Saya tidak suka orang-orang seperti ini, tapi anehnya saya suka sekali membaca kisah mereka. (memang aneh saya ini =.=)

Seperti biasa, saya selalu jatuh cinta dengan bahasa penulisan Winna Efendi yang rapi dan mengalir. Kok bisa sih menulis dengan bahasa yang sangat enak dibaca seperti itu? Beneran kagum saya. Hehe...

Buku ini sangat cocok bagi penggemar kehidupan glamor seperti Gossip Girl. Annoying sometimes but quite interesting. 

Seri Glam Girls: Rashi and The Clique :
1. Glam Girls
2. Reputation
3. Unbelievable

3/5

Friday, 25 May 2012

Ai


Judul : Ai
Penulis : Winna Efendi
Tebal : 288 halaman
Penerbit : Gagasmedia

Cerita yang sangat klasik. Cinta dalam persahabatan. 

Bersetting di Jepang...

Sei dan Ai saling menyembunyikan perasaan karena takut merusak hubungan persahabatan mereka. Namun saat Shin datang ke dalam lingkaran persahabatan mereka, Sei mulai bertanya-tanya. Apakah ia akan terus bersembunyi dan membiarkan Shin mengejar Ai? Dan siapakah yang dipilih Ai?

Buku ini dibagi dua. Bagian pertama diceritakan dari sudut pandang Sei. Dan bagian kedua dari sudut pandang Ai. Kedua bagian itu seakan terpisah namun menjadi satu kesatuan. Saya suka dengan pemisahan bagian itu karena saya bisa mengenal kedua tokoh utama masing-masing dengan lebih baik.

Saya sudah membaca dua karya Winna Efendi, yaitu Refrain dan Remember When. Yang paling saya sukai dari karyanya adalah bahasanya. Rapi, enak dibaca, sederhana, namun mengena. Dan dia tidak bermain-main dengan deskripsinya. Penggambarannya tentang Jepang dan bahasa perasaannya patut diacungi jempol. Saya belum pernah membaca karya lokal yang bahasanya sebagus ini.

Namun saya tidak suka dengan ceritanya. Bukan tipe saya karena terlalu datar. Lalu di saat ada adegan kematian, saya tidak bisa ikut merasa sedih ataupun simpati. Entah kenapa bagian itu serasa dipaksakan. Seakan bagian itu lewat dan terlupakan. Lalu, alurnya yang melompat-lompat terlalu banyak. Memang terasa manis dan menyenangkan. Tapi agak merusak alur majunya.

Saya hanya bisa menikmati novel ini di bagian pertama. Saat Sei bercerita tentang kehidupannya dan rasa sayangnya pada Ai, saya merasa terpukau dengan sosoknya yang tenang, pandai, dan bisa diandalkan. Bahkan saya sangat sedih saat melihat dia kecewa waktu menyadari Ai memilih Shin. Tapi untuk bagian kedua... Yah, mungkin karena saya tidak suka tokoh Ai kali ya. Saya tidak pernah suka tokoh yang lemah dan hanya bisa bergantung pada orang lain. Saya tidak bisa bersimpati pada tokoh yang memilih universitas dan jurusan sekolah dengan asal-asalan. Ai hanya kuliah demi terus bisa bersama Shin dan Sei. Sosoknya yang tidak mandiri membuat saya bertanya-tanya apakah Sei dan Shin menyukai Ai hanya karena penampilan gadis itu saja. Karena terus-terang deskripsi Ai yang saya tangkap hanyalah sebagai gadis yang dikejar banyak cowok dan juga egois.

Tapi itu sih hanya masalah selera. Saya yakin untuk orang yang suka cerita romantis dan berlatar belakang budaya cantik Jepang pasti akan menyukai novel ini.

2/5

Thursday, 23 June 2011

Remember When


Judul : Remember When
Penulis : Winna Efendi
Penerbit : Gagasmedia
Kelebihan dari Gagasmedia : covernya cantik banget. Ampun, deh. Bagi gue yang penggemar warna ijo, ini buku super keren deh. Covernya, maksudnya.

Resensi :
Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?

Lalu, saat kau berkata, "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.


Tampaknya penerbit Gagasmedia spesialis cerita mellow dengan resensi di belakang buku yang tidak jelas. Coba, apa yang dapat lu tangkap dari sinopsis di atas? Nggak ada.

Tapi gue sangat tertarik beli buku ini karena gue baca sinopsis Kenangan Abu-Abu di goodreads. Bagus banget, kayaknya. Soalnya menceritakan dilema. Apalagi dilema adalah tipe cerita favorit gue. Nah, katanya Remember When ini revisi ulangnya.  

Jadi, nggak banyak cingcong gue beli. Lagian gue cukup tau pengarangnya. Gue pernah baca bukunya yang lain, judulnya Refrain. Yah, Refrain sih bagus tapi biasa aja.

Empat bintang.

Gue kagak pernah kasih cerita teenlit dan romance remaja lebih dari tiga bintang biasanya. Tapi Remember When melampaui batas itu sekalipun tidak sebagus yang saya kira sehingga tidak bisa dapat lima bintang. Yah, gue akui gue emang pelit dalam penilaian. Lima bintang hanya untuk buku-buku yang bisa bikin gue nggak tidur dan nggak bisa berhenti baca. 

Yang bikin novel ini bagus itu banyak banget. Prolognya, contohnya. Sewaktu Freya sedang melihat foto masa SMA-nya dan langsung mengingatkannya ke masa silam. Gue langsung tersihir. Beneran. Gue suka banget cerita yang ada flashback dan mengingat masa lalu. Kenangan. Rasanya seperti... magic.

Setelah itu cerita tentang awal masa SMA. Tentang persahabatan dan jatuh cinta. Gue suka tokoh-tokohnya yang sangat berbeda-beda. Walaupun pergantian sudut pandang cukup mengganggu, tapi gue suka banget anehnya. Kerasa banget perbedaan tokoh-tokohnya. Bikin makin sedih apalagi Winna Efendi sangat rapi dalam menulis. Kata-katanya gue banget deh. Gue emang suka tipe mellow dan lebay.    

Lima sudut pandang dengan empat tokoh utama. Freya si pintar yang selalu sendirian (bikin gue kasian dan simpati sama ini anak), Moses yang dewasa, Adrian yang gaul, Gia si ceria, dan Erik si sahabat setia.

Ceritanya Moses pacaran sama Freya, sementara Adrian dengan Gia. Tapi waktu Adrian kehilangan ibunya, dia berubah. Segalanya nggak akan sama lagi. Nah, dari situ masalah mulai muncul.


Terus-terang kalau di dunia nyata ada orang kayak Adrian, gue pasti nggak simpatik. Hanya karena ibunya meninggal, dia bisa berpindah hati begitu aja. Apalagi dia udah ML sama si Gia. Itu udah tanggung jawabnya untuk tidak sembarangan jatuh cinta. Terutama jatuh cinta pada pacar sahabatnya sendiri.


Gue suka sih bagian Adrian yang sangat terus-terang. Justru karena itu semuanya bisa terbongkar. Hanya saja itu jadi nyakitin semuanya. Dan korbannya selalu cewek, si Freya. Adrian sih tetep aja pacaran sama si Gia yang nggak mau ngelepasin karena udah ngasi segalanya buat cowok itu. Freya putus sama Moses dan kehilangan Gia yang adalah sahabatnya. 


Gue ngerti bagian Freya. Dia emang pacaran sama Moses hanya karena Moses yang nyatain cinta ke dia. Freya sendiri mungkin nggak bener-bener cinta sama Moses. Apalagi tipe cewek kayak gini mendambakan percintaan yang romantis. Padahal Moses orangnya kaku dan sangat menghargai cewek sampai takut nyium si Freya. Soal sifat Freya yang pendiam ini sih oke-oke aja. Cuma entah kenapa gue dapet kesan cewek ini lemah banget. Terutama karena penilaian dari sudut pandang Erik yang banyak berpikir soal luka masa lalu Freya setelah kematian ibunya. Aneh banget aja. Kok ibunya meninggal saja bisa sampai separah itu ya? Padahal ibunya meninggal saat dia masih kecil. Apa kalau ada kejadian lebih bombastis, terus dia mau murung dan sedih terus gitu? Lalu Erik terlalu melindungi Freya. Seakan cewek ini nggak bisa apa-apa. Dan gue tidak pernah suka dengan tokoh cewek yang lemah. Gue suka yang tough dan strong.

Dan Adrian yang meledak-ledak dan spontan mungkin menarik bagi Freya. Apalagi setelah ibu Adrian meninggal dan hanya dirinyalah yang memahami karena pernah mengalami hal yang sama. Simpati berkembang menjadi cinta. Menyayangi jadi membutuhkan. 

Itulah dilema. Saat lu nggak bisa memilih kebahagiaan tanpa menyakiti yang lain. Saat berkorban terlihat lebih baik dari segalanya. Sayangnya karena itulah buku ini menceritakan terlalu banyak luka dan sakit hati.

Lalu, epilognya terlalu cepet. Tiba-tiba udah dua tahun kemudian. Yah, tapi memang tipe ceritanya beralur cepet. Jadi, oke juga.


"Being able to live with or without someone is a matter of perspective."

"When you make a decision, you deal with consequences."

Dua kalimat paling mengena ke gue dari bagian epilog. Kalimat ini diucapkan oleh teman Gia di London bernama Kylie. Mungkin itu sebabnya akhirnya Gia melepaskan Adrian dan mau berbaikan dengan Freya lagi.


Tapi tetap saja. Terlalu banyak luka, sakit hati, dan kesedihan yang belum hilang.


Jantungku serasa berhenti berdetak saat melihatnya keluar dari gerbang. Dia masih jangkung seperti dulu, bahkan lebih tinggi dari yang terakhir kuingat. Rambutnya kecokelatan, agak panjang menutupi telinga. Senyumnya masih sama. Dia masih seperti dulu.

Senyum membeku di wajahnya ketika dia melihat Moses. Lalu Erik. Lalu menyapukan pandangan kepadaku. 

Aku berdiri di tengah bandara yang ramai sesak dengan orang, manusia yang melambaikan selamat tinggal, dan orang-orang yang baru saja bertemu kembali. Pikiranku mendadak kosong, seribu satu hal yang tadinya kupikirkan mendadak lenyap. Sudah bertahun-tahun kuyakinkan diri sendiri bahwa aku telah melupakan pria ini, tetapi begitu dia muncul, aku menyangkal semua pernyataan itu dalam hati. Aku masih menyayanginya.

"Freya."

Suara itu .

Aku merindukannya. Tanpa terasa, air mata menetes, bulir bening mengalir di pipiku tanpa dapat kuhentikan. 

"Selama ini..., kamu baik-baik saja?"

Ada berapa banyak hal yang belum sempat aku sampaikan, Adrian?

Oh, bagian itu paling mantap. Gue paling suka bertemu kembali. Semua orang yang suka membahas novel dengan gue pasti tau berapa sukanya gue sama adegan bertemu kembali.

Empat bintang buat Winna. Suka banget sama gaya penulisannya. Gue banget soalnya.

Kapan-kapan gue jadi pengen nulis soal hal-hal yang gue nilai dari sebuah novel. Hehehe...

Another day with a lot of assignments... Dreamer is wondering why studying is so torturing...


:)