Showing posts with label Paranormal Romance. Show all posts
Showing posts with label Paranormal Romance. Show all posts

Saturday, 31 December 2016

Angel's Blood


Judul : Angel's Blood (Guild Hunter #1)
Penulis : Nalini Singh
Tebal : 339 halaman
Penerbit : Berkley Sensation

Vampire hunter Elena Deveraux knows she is the best- but she does not know if even she is good enough for this job. Hired by the dangerously beautiful archangel Raphael, a being so lethal that no mortal wants his attention, Elena knows failure is not an option—even if the task is impossible. 

Because this time, it's not a wayward vamp she has to track. It's an archangel gone bad. 

The job will put Elena in the midst of a killing spree like no other—and pull her to the razor's edge of passion. Even if the hunt does not destroy her, succumbing to Raphael’s seductive touch just might. For when archangels play, mortals break.

Friday, 18 September 2015

Days of Blood and Starlight


Judul : Days of Blood and Starlight (Daughter of Smoke and Bone #2)
Penulis : Laini Taylor
Tebal : 517 halaman
Penerbit : Hodder Stoughton

Once upon a time, an angel and a devil fell in love and dared to imagine a world free of bloodshed and war.

This is not that world.


Art student and monster's apprentice Karou finally has the answers she has always sought. She knows who she is—and what she is. But with this knowledge comes another truth she would give anything to undo: She loved the enemy and he betrayed her, and a world suffered for it.

In this stunning sequel to the highly acclaimed Daughter of Smoke & Bone, Karou must decide how far she'll go to avenge her people. Filled with heartbreak and beauty, secrets and impossible choices, Days of Blood & Starlight finds Karou and Akiva on opposing sides as an age-old war stirs back to life.

While Karou and her allies build a monstrous army in a land of dust and starlight, Akiva wages a different sort of battle: a battle for redemption. For hope.

But can any hope be salvaged from the ashes of their broken dream?

Sunday, 10 May 2015

Fallen


Judul : Fallen (Fallen #1)
Penulis : Lauren Kate
Tebal : 440 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Luce Price merasa pernah sangat mengenal Daniel Grigori.

Cowok misterius dan dingin itu menarik perhatian Luce begitu mereka bertemu pada hari pertama di sekolah berasrama Sword & Cross. Di tempat yang melarang ponsel, dihuni anak-anak bandel, dan penuh kamera pengawas, rasanya cuma cowok itu yang menyenangkan.

Tetapi, Daniel tidak mau berurusan dengan Luce---ia terang-terangan menunjukkan keengganannya. Sementara Luce tertarik padanya bagai ngengat terhadap api. Ia merasa harus tahu apa yang begitu ingin dirahasiakan Daniel… meskipun dengan taruhan nyawa.

Thursday, 12 February 2015

A Girl Who Loves A Ghost


Judul : A Girl Who Loves A Ghost
Penulis : Alexia Chen
Tebal : 552 halaman
Penerbit : Javanica

“Kenyataan bahwa aku bukan lagi menjadi bagian dari dunia ini nyaris menghancurkanku. Jiwaku perlahan rusak oleh dendam dan amarah, hingga gadis itu muncul dan menemukanku.”

“Apa yang akan kau lakukan jika kau ternyata melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata? Seperti misalnya, sesosok hantu berparas tampan? Bagaimana reaksimu seandainya kau terlambat menyadari bahwa kau telah jatuh terlalu dalam untuk bisa menemukan jalan kembali? Manakah yang lebih bijaksana, mengarungi neraka demi sebuah akhir bahagia ataukah menyerah dengan melepaskan? Apa yang akan kau lakukan jika kau jadi aku?”
 

Saturday, 26 January 2013

Finale


Title : Finale (Hush, Hush #4)
Writer : Becca Fitzpatrick
Number of Page : 454
Publisher : Simon & Schuster Books for Young Readers 
Will love conquer all?

Nora and Patch thought their troubles were behind them. Hank is gone and they should be able to put his ugly vendetta to rest. But in Hank's absence, Nora has become the unwitting head of the Nephilim and must finish what Hank began. Which ultimately means destroying the fallen angels - destroying Patch.

Nora will never let that happen, so she and Patch make a plan: lead everyone to believe they have broken up, and work the system from the inside. Nora will convince the Nephilim that they are making a mistake in fighting the fallen angels, and Patch will find out everything he can from the opposing side. They will end this war before it can even begin.

But the best-laid plans often go awry. Nora is put through the paces in her new role and finds herself drawn to an addictive power she never anticipated.

As the battle lines are drawn, Nora and Patch must confront the differences that have always been between them and either choose to ignore them or let them destroy the love they have always fought for.

In my opinion : 
To be honest, I'm never a fan of these series. I did give high ratings because I liked the way Becca Fitzpatrick reveal the mysteries. I kept turning the pages, hoping to find the answers as soon as possible. Although the surprises didn't really match my expectation, I still considered the excitements I had throughout the reading journey. And these series were one of fantasy-romance books that tell more fantasy than the romance part. Oh, one more thing. No love triangle. Just Nora and Patch.
Nora was a Nephilim leader, thanks to his father, and she was bound to her promise. She had to lead the war between Nephilims and Fallen Angel. This put Nora in difficult position. She couldn't let Fallen Angels win because she would die. But if Nephilims won, she would never see Patch again.
I liked the relationship between Nora and Patch. Not sappy and not flowery. They understood each other, like they had connections that nobody could see. Okay, there was a time when Nora got jealous when she saw photos of Patch and Dabria kissing. But, the misunderstanding problem was solved very fast and effective. Just straight to the point. I liked how Patch handle everything. Well, Nora was unlikable heroine. But, I cared more to the stories than the characters. 
There were betrayals. Oh, I didn't see it coming. Nice traps, damn. There were also annoying scenes when the villain won. I turned the pages like crazy, couldn't stop because I really wanted to see the villain went down and died. I even didn't care when one of Nora's friend died (actually, it was very tragic for this person to die that way... T.T). And Patch... *speechless. How could you be so genious? I never expected that you used that plan to free yourself from hell. Ckckckck... A bad boy would always be a bad boy. I fell for Patch in this book because he'd changed a lot. Not so arrogant, cruel, and selfish like before. And of course, he hadn't thrown away his bad-boy side, haha...

Nice ending. A bit lonely and imperfect. Like it!

5/5

Monday, 14 May 2012

Silence


Judul : Silence (Hush, Hush #3)
Penulis : Becca Fitzpatrick
Tebal : 405 halaman
Penerbit : Simon and Schuster Children's Publishing

Saya sebenernya sih nggak begitu tertarik baca lanjutan seri Hush, Hush ini. Nggak jelek sih. Saya cuma nggak suka tema malaikat terbuang. Pokoknya saya agak anti baca iblis sama malaikat. Rasanya aneh.

Berlanjut dari akhir buku kedua. Nora diculik oleh ayah kandungnya sendiri, Hank Millar. Patch, pacar Nora yang adalah malaikat terbuang merasa bertanggung jawab. Dia membuat perjanjian dengan Hank agar melepaskan Nora dan sebagai bayarannya Patch mengizinkan anak buah Hank untuk mencabut sayapnya (agak geli uy, mencabut sayap... uhuk, uhukk).

Nora dibebaskan tiga bulan kemudian. Dia bangun di sebuah lahan kuburan dalam keadaan tidak ingat apapun. Bahkan ia tidak ingat pada Patch dan perihal malaikat terbuang. Ia diselamatkan. 

Karena bingung, pertama-tama ia mencari Vee dan memaksa sahabatnya itu untuk menceritakan semuanya. Sayangnya, Vee sedikit berbohong di beberapa bagian sehingga Nora semakin paranoid sendiri. Apalagi ia menemukan catatan di kamarnya yang bertuliskan : Just because you're home, doesn't mean you're safe. Nora ketakutan dan ia bahkan tidak ingat wajah pelakunya.

Suatu hari ia bertemu dengan sekelompok malaikat terbuang yang sedang menyiksa Nephilim. Ia tidak sadar siapa mereka tapi segalanya terasa aneh. Ilusi-ilusi yang dibuat para malaikat itu membuat Nora bertanya-tanya apakah dulu ia tahu soal hal-hal ganjil itu. Saat sedang terancam, seorang malaikat bernama Jev datang menolong. 

Jev adalah Patch. Tentu saja Nora nggak kenal dia. Tapi Nora mencurigai sosok itu (kepo banget sih ini anak).

Semuanya baru terbuka sewaktu Nora bertemu Scott, teman lamanya yang adalah seorang Nephilim. Nora mulai diingatkan kembali pada masa lalunya. 

Namun bahaya tetap ada. Di saat Nora tahu kalau Hank adalah ayah kandung dan juga penculiknya, ia harus semakin berhati-hati. Masalahnya, ibunya berkencan dengan pria itu.

Menurut saya, kalau kamu belum baca buku kesatu dan keduanya, kamu pasti mengerti baca buku ketiga ini. Silence ini seperti pengulangan. Kebetulan saya memang sudah agak lupa cerita dua buku sebelumnya. Jadi, saya sih senang-senang saja baca buku ini. Rasanya seperti diingatkan kembali.

Di buku ketiga ini, saya mulai bisa membaca masalah utamanya. Ternyata Hank sedang mengusahakan perang dengan malaikat terbuang. Dan Nora adalah pewarisnya. Ia ingin mengubah Nora jadi Nephilim juga kayak dia. 

Terus terang kalau bukan karena ceritanya penuh misteri dan tidak bisa terbaca, saya mungkin tidak bakal suka buku ini. Nora dan Patch sebagai tokoh utama sangat, sangat, sangat, sangat ANNOYING. Aduh, gimana bisa ada orang seperti Nora? Dia itu pintar (katanya) tapi kok tingkah lakunya mengesankan kalau dia itu bodoh tingkat akut. Keponya bukan main. Senangnya menyelidiki dan menantang bahaya. Kalau nggak ada Patch atau Scott yang menolong, dia sih sudah R.I.P pasti. 

Dan masalah terbesar adalah sikapnya terhadap ibu kandungnya sendiri. Ampun, deh. Jadi anak kok kurang ajar sekali. Nora ini suka melawan dan mengeluh sama ibunya. Dia juga suka komplain ke Patch. Dan parahnya, begitu dia tahu Hank itu jahat, dia langsung pengen ngebunuh ayahnya itu. Oke, saya juga mungkin akan begitu. Saya pasti siap bunuh orang jahat sekalipun dia orang tua saya, tapi orang kan pasti punya hati nurani. Ada keraguan, kesedihan, dilema. Tapi si Nora mah malah semangat mau ngebunuh orang jahat. Sakit jiwa!

Si Patch juga nggak kalah sinting. Mesum, sok tahu, sok keren, sok bad boy, sok baik. Mana ada pacar yang mau melindungi pakai cara menghapus ingatan? Dia nggak berhak meminta Hank menghapus ingatan Nora. Saya kalau jadi Nora sudah mencak-mencak. Dihapus ingatannya? Ingatan itu precious, Tuan Patch. Jangan seenaknya dong. Sekalipun tujuannya melindungi Nora dari kenangan siksaan selama tiga bulan, tetap saja itu salah. (Ini kenapa saya malah marah-marah sama si Patch)

Kacau, ah. 

Di luar tokoh utamanya yang menyebalkan, sebenernya ceritanya sih cukup unik lah. Saya cukup bisa menikmatinya. 

4/5