Tuesday, 27 February 2018

The Queen of the Tearling


Judul : The Queen of the Tearling (The Queen of the Tearling #1)
Penulis : Erika Johansen
Tebal : 512 halaman
Penerbit : Bantam

Kelsea Glynn is the sole heir to the throne of Tearling but has been raised in secret by foster parents after her mother – Queen Elyssa, as vain as she was stupid – was murdered for ruining her kingdom. For 18 years, the Tearling has been ruled by Kelsea’s uncle in the role of Regent however he is but the debauched puppet of the Red Queen, the sorceress-tyrant of neighbouring realm of Mortmesme. On Kelsea’s 19th birthday, the tattered remnants of her mother’s guard - each pledged to defend the queen to the death - arrive to bring this most un-regal young woman out of hiding...

And so begins her journey back to her kingdom’s heart, to claim the throne, earn the loyalty of her people, overturn her mother’s legacy and redeem the Tearling from the forces of corruption and dark magic that are threatening to destroy it. But Kelsea's story is not just about her learning the true nature of her inheritance - it's about a heroine who must learn to acknowledge and live with the realities of coming of age in all its insecurities and attractions, alongside the ethical dilemmas of ruling justly and fairly while simply trying to stay alive...

A House Divided


Judul : A House Divided (House of Earth #3)
Penulis : Pearl S. Buck
Tebal : 536 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Cucu-cucu Wang Lung, petani sederhana yang seumur hidupnya harus bekerja keras mengolah tanah, kini tinggal menikmati hasil jerih-payah kakek mereka. Anak-anak Wang sang Tuan Tanah hidup berfoya-foya di kota pantai, sementara di dalam Rumah Keluarga Wang yang seluas istana, anak-anak Wang sang Saudagar tetap hidup sesuai tradisi lama, dilayani puluhan pelayan. Tujuan hidup mereka jelas: mengumpulkan harta sebanyak mungkin.

Di antara kedua gaya hidup itulah Wang Yuan, putra Wang si Macan, terombang-ambing. Sejak kecil dia tak pernah bahagia, dan tak pernah punya tujuan hidup yang jelas, sampai pada suatu hari dia dijebloskan ke penjara karena terlibat pemberontakan kaum revolusioner yang sesungguhnya tidak benar-benar dia pahami.

Unite Me


Judul : Unite Me (Shatter Me #1.5, #2.5)
Penulis : Tahereh Mafi
Tebal : 197 halaman
Penerbit : HarperTeen

Buku ini mencakup dua novela dan jurnal Juliette. Jujur saja, setelah baca buku ini, saya baru benar-benar menghargai cerita di seri utamanya. Ternyata bagus juga.

Novela pertama berjudul Destroy Me yang diceritakan dari sudut pandang Warner. 

Dulu sewaktu saya baca Shatter Me, saya selalu bertanya-tanya kenapa si Warner bisa suka sama Juliette. Tidak ada tanda-tandanya sama sekali. Yah, mungkin itulah jeleknya sudut pandang orang pertama. Saya tidak tahu apa yang ada di otak Warner. Kesannya jadi creepy saat tiba-tiba Warner menyatakan cinta pada Juliette.

Lalu saya membaca Destroy Me. Serius. Tahereh Mafi benar-benar mencurahkan seluruh kemampuan menulisnya di sini. Saya bisa merasakan rasa sakit, kesepian, dan frustrasi seorang Warner. Hanya sedikit tokoh kesepian yang bisa menyentuh hati saya. Dan Warner ini salah satunya. Cara Tahereh Mafi menggambarkan proses Warner yang perlahan-lahan jatuh cinta pada Juliette itu luar biasa. Wow. Tadinya saya biasa saja sama tokoh ini. Sekarang saya beneran jatuh cinta sama si Warner. 

Setelah baca Destroy Me, saya jadi sadar. Sepertinya Tahereh Mafi sengaja menuliskan narasi aneh dan tidak masuk akal milik Juliette di buku Shatter Me. Setelah dikurung beratus-ratus hari sendirian di dalam kegelapan, Juliette jadi gila. Tidak aneh kalau suara hatinya juga penuh bahasa orang tidak waras. Bukan karena diksi Tahereh Mafi yang jelek. 

Novela kedua berjudul Fracture Me yang diceritakan dari sudut pandang Adam.

Jelas sekali Warner jauh lebih mencintai Juliette dibanding Adam. Bukan karena cinta Adam yang salah dan kurang tulus. Tapi karena Adam punya adik dan sahabat yang juga disayanginya, sementara Warner hanya punya Juliette seorang. Kontras kan? Tapi karena ini romance, saya tetap pilih Warner yang lebih berdedikasi dalam perasaannya. 

Inilah kenapa saya agak menjauhi romance. Terlalu banyak cowok sempurna dan keren sehingga otak ini tidak bisa hidup di dunia nyata, hahaha...

5 bintang untuk Destroy Me dan 3 bintang untuk Fracture Me. Saya tidak sabar menunggu buku keempat dari seri Shatter Me. Sudah seharusnya dilanjutkan karena ending di buku ketiga sama sekali tidak menyelesaikan apa-apa.

Seri Shatter Me:

4/5