Tuesday, 29 September 2015

Between


Judul : Between
Penulis : Jessica Warman
Tebal : 437 halaman
Penerbit : Egmont Books

Elizabeth Valchar wakes up after spending her eighteenth birthday party on her family's yacht to investigate a thumping noise. What she finds will change everything she thought she knew about her life, her friends, and everything in between. As Liz begins to unravel the circumstances surrounding her birthday night, she will find that no one around her, least of all Liz herself, was perfect--or innocent. 


Review:
Saya beli buku ini karena diskon dan sinopsisnya yang kelihatan menarik. Mungkin karena ekspektasi saya yang tidak terlalu tinggi, saya jadi suka sekali dengan  buku ini.

Elizabeth bangun di subuh ulang tahunnya yang ke-18 karena bunyi ketukan yang berulang-ulang. Ia keluar dari kamar dan menemukan tubuhnya mengapung di laut, tepat di bawah kapal milik keluarganya. Masih dalam keadaan syok, tiba-tiba seorang cowok muncul di dekat Elizabeth. Nama cowok itu Alex dan dia sudah meninggal setahun yang lalu. 

Elizabeth dan Alex gentayangan sebagai hantu untuk menemukan hal yang membuat mereka tetap berada di dunia. Elizabeth sendiri tidak ingat apa yang terjadi dengan dirinya di malam ulang tahunnya. Namun dengan bantuan Alex, dia mulai mengingat sedikit demi sedikit masa lalunya. Keluarganya, pacarnya, kehidupannya yang ternyata tidak sempurna, teman-temannya, dan keadaan depresi yang dialaminya. 

Kalau saya membaca buku ini tahun lalu, saya mungkin tidak akan menyukainya. Tapi karena saya sedang suka membaca kisah remaja yang penuh masalah dan tokoh-tokoh yang karakternya abu-abu, saya pun jadi menyukai cerita Jessica Warman ini. Setiap karakter di buku ini dibahas dengan detail: kekurangan dan kelebihan mereka yang membuat mereka melakukan hal-hal buruk. Saya mengenal mereka satu demi satu hingga saya tidak ingin ceritanya berakhir. Pada saat pembunuh Elizabeth terungkap pun, saya hanya bisa merasa sedih karena saya sudah tahu kalau kejadiannya akan seperti itu. Saya juga tidak bisa membenci pembunuh Elizabeth. Lagipula saya sudah menerima kematian Elizabeth lama sebelum rahasia itu terungkap. 

Ceritanya sangat sedih dan muram, tipe kesukaan saya. Saya menangis sewaktu Alex mengungkapkan penyebab kematiannya, saat Alex berdansa dengan Elizabeth di prom sekolah mereka sebagai hantu, dan saya bahkan tidak rela saat Alex akhirnya menemukan kedamaian. Endingnya pun jleb banget. Perpisahan Elizabeth dengan ayahnya terlalu menyakitkan. Nyesek banget.

Recommended buat yang suka cerita sedih. 

5/5

No comments:

Post a Comment