Sunday, 27 April 2014

The Truth About Forever


Judul : The Truth About Forever
Penulis : Sarah Dessen
Tebal : 391 halaman
Penerbit : Puffin Books

Sixteen-year-old Macy Queen is looking forward to a long, boring summer. Her boyfriend is going away. She's stuck with a dull-as-dishwater job at the library. And she'll spend all of her free time studying for the SATs or grieving silently with her mother over her father's recent unexpected death. But everything changes when Macy is corralled into helping out at one of her mother's open house events, and she meets the chaotic Wish Catering crew. Before long, Macy joins the Wish team. She loves everything about, the work and the people. But the best thing about Wish is Wes—artistic, insightful, and understanding Wes—who gets Macy to look at life in a whole new way, and really start living it.


Review:
Sebelum saya membahas buku ini, saya mau cerita sedikit. Dulu saya suka sama cerita yang banyak konfliknya, menggebu-gebu, dan penuh tragedi. Saya masih suka cerita seperti itu sih sampai sekarang. Tapi saya tidak menyangka akan suka buku sesederhana dan sesantai ini.

Buku ini sangat simple. Isinya hanya tentang bagaimana seorang Macy menghadapi bulan-bulan sejak ayahnya meninggal. Kebetulan Macy dekat dengan ayahnya. Tapi sayangnya sebuah kecelakaan merenggut nyawa ayahnya itu. Tidak seperti kakaknya yang menangis tersedu-sedu, Macy menyimpan segalanya sendirian. Ia masih memesan barang-barang dari katalog langganan ayahnya, menyimpan souvenir-souvenir tidak penting karena benda itu mengingatkan dirinya pada ayahnya... Intinya dia belum sepenuhnya move on walau di luar ia tetap tampak seperti orang normal biasa.

Macy berbeda dari kakak perempuannya yang pembangkang dan acak-acakan. Ia lebih mirip ibunya yang perfeksionis. Ia berusaha menjaga kesempurnaan, mulai dari nilai pelajaran hingga pacar sempurnanya. Mungkin ia hanya ingin menutupi kesedihan dan kepanikan dalam dirinya. Bahkan liburan musim panas dihabiskannya untuk belajar SAT dan bekerja di perpustakaan yang membosankan.

Sampai pacar sempurnanya memutuskan hubungan mereka lewat email... 

Macy yang patah hati mulai sedikit memberontak sepertinya. Ia mencari pekerjaan lain di perusahaan katering Wish. Di dalam tim katering itulah ia menemukan keindahan dalam situasi tak terkendali dan acak-acakan. Selain itu, ia juga menemukan cowok yang mengerti apa artinya kehilangan orang tua.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, ceritanya sangat sederhana. Tapi ada beberapa elemen unik dalam novel ini--juga dalam novel Sarah Dessen lainnya--yang membuat saya betah sekali membacanya. Saya suka hobi unik Wes dalam membuat patung-patung artistik dari barang bekas. Saya juga suka orang-orang aneh yang menyenangkan di dalam tim katering Wish, termasuk kesibukan dan kepanikan dalam setiap pekerjaan mereka. Saya suka permainan "Truth" yang dimainkan Wes dan Macy. Saya suka ayah Macy, kakak Macy... Pokoknya saya suka sama hal-hal kecil di buku ini. Padahal ceritanya sih begitu-begitu saja. Ada kesedihan dalam narasi-narasi Macy, tapi juga ada kesan hangat yang menyenangkan selama saya membaca buku ini. 

Nice and entertaining!

4/5

No comments:

Post a Comment