Saturday, 1 December 2018

The Stone Sky


Judul : The Stone Sky (The Broken Earth #3)
Penulis : N.K. Jemisin
Tebal : 416 halaman
Penerbit : Orbit

THIS IS THE WAY THE WORLD ENDS... FOR THE LAST TIME.

The Moon will soon return. Whether this heralds the destruction of humankind or something worse will depend on two women.

Essun has inherited the power of Alabaster Tenring. With it, she hopes to find her daughter Nassun and forge a world in which every orogene child can grow up safe.

For Nassun, her mother's mastery of the Obelisk Gate comes too late. She has seen the evil of the world, and accepted what her mother will not admit: that sometimes what is corrupt cannot be cleansed, only destroyed.


Review:
Boleh dibilang, seri The Broken Earth ini adalah salah satu fantasi paling unik yang pernah saya baca. Memang untuk membaca buku ini butuh kesabaran, terutama dalam mendapatkan penjelasan dan jawaban atas semua keanehan yang terjadi. Terkadang saya suka tidak sabar karena plotnya lambat banget. Tapi semuanya terbayar dengan memuaskan. Di buku ketiga ini segalanya terjawab. 

Karakter favorit saya adalah Hoa. Stone Eater satu ini memang terlalu misterius dan bikin saya penasaran terus dari awal. Di buku ini, masa lalu Hoa akan dibahas dengan detail. Akhirnya saya tahu kenapa bumi tempat Essun tinggal rusak. Semuanya ada hubungannya. Pokoknya pencerahan banget. Saya sampai terkagum-kagum sendiri karena tidak mungkin saya bisa menebak semua itu.

Sistem sihir di dunia ini juga sangat kompleks dan tidak biasa. Awalnya, saya hanya tahu orogeny. Lalu di buku kedua, Alabaster menyebutkan tentang sihir yang berbeda. Jujur saja, saya masih tidak terlalu menangkap asal usul dari kekuatan-kekuatan itu. Tapi tenang saja. Penulis tidak lupa soal itu. 

Seri ini lebih menonjolkan karakter-karakter perempuannya. Mereka semua strong dan lihai. Benar-benar sosok panutan semua. Bahkan Nassun juga keren. Saya tahu kalau dia nantinya bakal jadi sekuat ibunya. Saya bisa melihat betapa keras kepala dan penuh tekad dia dalam menghadapi segalanya sendirian. Tanpa ibunya pun, dia bisa hidup dan belajar mandiri. 

Pada akhirnya, saya harus membahas Essun sebagai tokoh utama seri ini. Saya rasa dia adalah sosok karakter utama yang sangat utuh. Saya tahu masa kecilnya, masa remajanya, masa dewasanya, semuanya. Saya tidak mungkin tidak bersimpati setelah membaca semua tragedi, sakit hati, dan kekecewaan yang dia alami selama hidupnya. Dia memang bitter dan pemarah, tapi saya salut sekali sama tokoh satu ini. Dia sangat persistent bahkan setelah kehilangan segalanya. Ada kesenangan sendiri membaca tokoh seperti ini. Sebuah inspirasi.

Endingnya bagus banget. Saya suka! Tapi saya tidak bisa memberi rating sempurna karena emosi saya kurang terpengaruh. Kebanyakan buku yang saya kasih lima bintang pasti bikin saya nangis. 

“I think,” Hoa says slowly, “that if you love someone, you don’t get to choose how they love you back.”

Seri The Broken Earth:
1. The Fifth Season
2. The Obelisk Gate
3. The Stone Sky 

4/5

1 comment: