Monday, 3 December 2018

Geekerella


Judul : Geekerella (Starfield #1)
Penulis : Ashley Poston
Tebal : 320 halaman
Penerbit : Quirk Books

Geek girl Elle Wittimer lives and breathes Starfield, the classic science-fiction series she grew up watching with her late father. So when she sees a cosplay contest for a new Starfield movie, she has to enter. The prize? An invitation to the ExcelsiCon Cosplay Ball and a meet-and-greet with the actor slated to play Federation Prince Carmindor in the reboot. With savings from her gig at the Magic Pumpkin food truck and her dad's old costume, Elle's determined to win - unless her stepsisters get there first.

Teen actor Darien Freeman used to live for cons - before he was famous. Now they're nothing but autographs and awkward meet-and-greets. Playing Carmindor is all he has ever wanted, but Starfield fandom has written him off as just another dumb heartthrob. As ExcelsiCon draws near, Darien feels more and more like a fake - until he meets a girl who shows him otherwise. But when she disappears at midnight, will he ever be able to find her again?

Part-romance, part-love letter to nerd culture, and all totally adorbs, Geekerella is a fairy tale for anyone who believes in the magic of fandom.


Review:
Ah, cerita klasik Cinderella. Sekalipun saya sudah tahu bagaimana jalan ceritanya, saya selalu tertarik membaca retelling seperti ini. Sekadar untuk nostalgia dan mencari-cari di mana kesamaannya dengan versi aslinya.

Judul buku ini cukup eye-catching. Cinderella untuk orang-orang geek. Kayaknya sekarang kebanyakan cerita contemporary remaja yang terkenal ditargetkan untuk kaum nerd dan geek. Saya cenderung suka sama tokoh-tokoh seperti itu. Mereka jauh lebih menarik daripada tokoh yang biasa saja. Mungkin itu sebabnya saya cukup suka dengan kedua tokoh utama di buku ini.

Yang saya tidak suka dari buku ini adalah Starfield. Film dan buku yang menjadi obsesi kedua tokoh utamanya. Mungkin karena itu cerita tentang alien dan luar angkasa kali ya. Saya memang kurang suka sama hal-hal berbau luar angkasa. Jadi, saya selalu bosan di bagian-bagian yang membahas itu. Dan tentu saja cerita ini terlalu bahagia untuk selera saya. Ya, saya tahu. Seharusnya saya tidak membaca buku ini kalau tidak mau yang happy. Tapi, saya berharap sesuatu yang lebih. Angst di tengah-tengah buku, misalnya. Yang tentu saja tidak ada.

Cukup menghibur dan ringan. Bukan jenis buku yang bakal saya baca ulang, tapi okelah. 

3/5

1 comment: