Sunday, 30 December 2018

PS, I Love You


Judul : PS, I Love You
Penulis : Cecelia Ahern
Tebal : 384 halaman
Penerbit : HarperCollins

Holly couldn't live without her husband Gerry, until the day she had to. They were the kind of young couple who could finish each other's sentences. When Gerry succumbs to a terminal illness and dies, 30-year-old Holly is set adrift, unable to pick up the pieces. But with the help of a series of letters her husband left her before he died and a little nudging from an eccentric assortment of family and friends, she learns to laugh, overcome her fears, and discover a world she never knew existed.


Review:
Ya, saya tahu buku ini sudah terbit lama sekali. Saya hanya belum tertarik membacanya sekalipun premisnya menarik. Tapi lalu saya menonton anime berjudul Violet Evergarden episode 10 dan menangis seperti orang geblek sepanjang 20 menit. Anime itu menjadi anime favorit saya sepanjang masa dan saya pun teringat konsep surat yang sama di buku ini.

Ternyata isi buku ini berbeda jauh dari anime itu. Jelas sekali. Ini kan chicklit. Ada romance dan cerita kehidupan wanita dewasa yang biasanya tidak terlalu menarik minat saya.

Ceritanya tentang Holly yang baru saja kehilangan suaminya yang bernama Gerry. Karena seluruh kehidupan mudanya berputar di sekitar Gerry, ia merasa seakan kehilangan pegangan hidupnya. Pokoknya parah sekali. Sepanjang setengah bagian awal buku ini, saya merasa seperti membaca anak umur 10 tahun yang tidak bisa apa-apa dan bukannya wanita berumur 27 tahun yang seharusnya memiliki tanggung jawab untuk bekerja serta mengurus dirinya sendiri. Saya tidak tahu apakah karena buku ini mendasarkan diri pada tokoh wanita zaman dulu yang sangat bergantung pada suami ataukah memang si Holly ini lemah sekali. Masa dia sampai bisa tidak bekerja berbulan-bulan sampai tabungannya habis hanya karena dia merasa sangat berduka? Bahkan dia sampai dikasihani oleh orangtuanya dan dikasih duit. Ampun, dah. Saya tidak bisa respek terhadap tokoh ini walaupun saya mengerti kenapa dia sangat berduka.

Ini buku kedua dari Cecelia Ahern yang saya baca. Saya tidak terlalu suka dengan gaya bahasanya yang kurang deskriptif. Memang, bacanya jadi lebih mudah. Tapi saya tipe pembaca yang menyukai deskripsi dan tidak suka dengan halaman yang berisi terlalu banyak dialog. Menurut saya, banyak dialog tidak penting memang membantu dalam membuat cerita lebih natural dan realistis. Saya jadi suka dengan hubungan persahabatan serta keluarga yang ada di sekitar Holly. Rasanya seperti hubungan persahabatan dan keluarga di dunia nyata. Hangat dan penuh dukungan pula. Sayangnya, semua itu malah membuat Holly terkesan seperti tokoh Mary Sue. Semua orang begitu baik dan suka padanya. Semua orang merasa kasihan karena Holly harus kehilangan Gerry begitu cepat. Yah, gimana ya? Saya rasa banyak orang yang hidupnya jauh lebih kasihan dari itu. Saya merasa karena karakter Holly sendiri juga kurang kuat, saya jadi tidak bisa bersimpati padanya.

Sekalipun saya tidak begitu suka dengan Holly, saya suka dengan ceritanya. Saya suka bagaimana karakter Holly akhirnya berkembang menjadi lebih baik. Saya selalu suka cerita tentang tokoh yang berusaha menghadapi dan menerima duka dalam hidupnya. Dan ending buku ini bagus. Salah satu jenis ending yang memorable.

3/5

1 comment: