Saturday, 29 December 2018

Empire of Storms


Judul : Empire of Storms (Throne of Glass #5)
Penulis : Sarah J. Maas
Tebal : 693 halaman
Penerbit : Bloomsbury Publishing PLC

The long path to the throne has only just begun for Aelin Galathynius as war looms on the horizon. Loyalties have been broken and bought, friends have been lost and gained, and those who possess magic find themselves at odds with those who don't.

With her heart sworn to the warrior-prince by her side, and her fealty pledged to the people she is determined to save, Aelin will delve into the depths of her power to protect those she loves. But as monsters emerge from the horrors of the past, and dark forces become poised to claim her world, the only chance for salvation will lie in a desperate quest that may mark the end of everything Aelin holds dear.


Review:
Warning: Spoiler!

Saya agak merasa Sarah J. Maas kesulitan dalam memenuhi target terbit setahun sekali. Buku yang ditulisnya juga bukannya tipis. Selain itu, dia juga mengerjakan buku ini bersamaan dengan A Court and Mist and Fury yang saya baca awal tahun 2018 dan menjadi buku favorit saya sepanjang masa. Narasinya hampir mirip dan ending buku ini boleh dibilang sama persis dengan buku satunya dari seri lainnya itu. Saya suka sih, tapi dua kali membaca plot yang sama menghilangkan esensi kejutannya. Memangnya, penulis tidak punya ide yang lain ya? Saya bahkan jadi tidak mengenal Aelin karena dia jadi berbeda dan itu membuat saya semakin tidak menyukai karakternya. Dia bukan lagi Celaena Sardothien yang arogan tapi bikin kangen. Dia hanyalah Aelin, putri yang egois dan dipuja banyak orang. Mary Sue tingkat dewa karena dia tidak pernah salah.

Buku ini agak membosankan karena saya merasa plot Elide dan Lorcan itu terlalu bertele-tele. Tapi saya suka perjalanan damai mereka sekalipun sebenarnya plot mereka tidak terlalu berpengaruh dengan cerita utamanya. 

Satu-satunya adegan terbaik di buku ini adalah saat Manon diperintahkan untuk membunuh orang kepercayaannya. Adegan itu bikin saya langsung duduk tegak dan ketakutan. Saya hampir saja ingin melempar buku ini saking kesalnya sama neneknya Manon. Tapi tentu saja. Manon adalah tokoh favorit saya yang paling keren. Sayangnya, ia berubah menjadi cewek lemah di hadapan Dorian. Entahlah. Tadinya saya semangat dengan pasangan ini walaupun saya lebih suka kalau Manon jadian sama Elide. Tapi cara Sarah J. Maas membangun hubungan Manon dan Dorian sama sekali tidak natural. Terlalu tiba-tiba bahkan sebelum chemistry-nya terlihat.

Saya yakin orang-orang yang suka sama Aelin dan Rowan akan menyukai buku ini. Hubungan mereka menjadi lebih kuat dan dalam. Tapi saya masih agak merasa transisi buku ini menuju genre new adult lumayan bikin tidak nyaman. Tidak sesuai ekspektasi walaupun saya tidak punya masalah dengan adegan seks yang super detail. Masalahnya, Sarah J. Maas masih saja tidak pintar menulis adegan itu. Ditambah lagi, saya tidak suka Rowan dan Aelin. Rowan terlalu datar dan dia hanya hidup untuk memuja Aelin. Bahkan tokoh-tokoh sampingan di buku ini jauh lebih berkarakter daripada Rowan.

Dan di mana Chaol? Dia adalah karakter favorit saya. Tanpa dia, buku ini jadi kurang menarik.

Yah, sebenarnya sih buku ini tidak jelek. Saya masih menerima soal ramalan menyangkut Aelin dan kesalahan yang terjadi di masa lalu. Tapi karena saya sudah tidak bersimpati dan punya emosi yang kuat terhadap Aelin, saya hanya menganggap itu angin lalu. Saya suka bagaimana Sarah J. Maas membuat novela-novela di buku The Assassin's Blade terasa penting. Tapi saya yakin banyak yang protes. Kalau buku utama dari satu seri tidak bisa dimengerti tanpa buku companion, itu berarti cerita utamanya tidak lengkap. Saya cukup suka dengan perjalanan santai dan lambat yang dialami Elide dan Lorcan. Saya juga masih tetap suka dengan dunia yang diciptakan Sarah J. Maas.

Saya tidak terlalu ingin membaca buku selanjutnya cepat-cepat. Entah kenapa saya tahu kalau saya tidak akan terlalu terkesan dengan ending seri Throne of Glass yang fenomenal ini. Tipe buku ini terlalu fokus pada karakter-karakter favorit yang semuanya harus berpasangan. Saya rasa tidak akan ada yang mati. Tidak ada perasaan takut dan cemas. Jadi, saya bisa santai menunggu sampai saya ada mood.

Tapi saya penasaran sama novela Chaol di Tower of Dawn. Buku spesial dari Sarah J. Maas untuk karakter favorit saya. Langsung saya lahap dong.

3/5

3 comments: