Saturday, 1 November 2014

Daughter of Fortune


Judul : Daughter of Fortune (Tripartite #1)
Penulis : Isabel Allende
Tebal : 419 halaman
Penerbit : Harper Perennial

When the rootless foundling Eliza Sommers, at the age of sixteen, falls for a striking young revolutionary called Joaquin Andieta it sets her life on a course of travels and adventures that will take her far away from her native Chile and the Enlgish household where she ahs been raised. In the frenzy of the American gold rush Andieta disappears. Eliza, desperate with love and determined to find him, stows away on a ship packed with sailors, adventurers, whores and a gentle Chinese doctor, bound for the harsh frontier town of San Fransisco. 

Review:
Wah, buku bagus nih. Saya sendiri tidak menyangka bisa sampai baca buku ini. 

Sebenarnya ada kisah konyol di balik cara saya mendapatkan buku ini. Awalnya, saya mendapat rekomendasi kalau Isabel Allende itu bagus dari Annisa Anggiana. Saya membeli salah satu bukunya yang berjudul Portrait in Sepia. Ternyata itu buku kedua dari seri Tripartite. Karena saya nggak mau lompat-lompat bacanya, saya beli buku kesatu dan ketiganya. Saya asal beli online di bookdepository tanpa mengecek edisinya sama sekali. Dan karena saya tidak teliti, buku yang saya pesan ternyata berbahasa Spanyol. Walah... saya mana ngerti. Terus saya bingung mau diapain bukunya selain disimpan sementara (kalau ada yang mau, silakan email saya). Baru akhirnya saya pesan lagi yang versi Inggrisnya. 

Dari sinopsisnya, saya cukup penasaran. Pasti tentang petualangan gitu. Tapi saya agak waswas karena takut bosan, apalagi bukunya cukup tebal dan tulisannya kecil. Ternyata saya tidak bosan sama sekali. Sejak halaman pertama, saya langsung suka dengan penuturannya. Mulai dari asal-usul Eliza Sommers yang nggak jelas, keluarga Sommers yang unik, dan beberapa tokoh sampingan yang cukup menarik perhatian saya. 

Diceritakan kalau Eliza adalah bayi yang muncul di rumah keluarga Sommers secara tiba-tiba. Keluarga Sommers terdiri atas tiga kakak beradik yang belum menikah: John si kapten kapal yang jarang ada di rumah, Jeremy si pengusaha kaku dan penyendiri, dan Rose yang periang dan bersemangat. Mereka adalah keluarga Inggris yang pindah ke Chile dan membuka usaha di sana. Karena Rose tidak menikah dan ingin punya anak, dia mengadopsi Eliza dan menganggap gadis kecil itu sebagai anak sendiri.

Perlahan Eliza tumbuh dewasa menjadi gadis muda yang senang menyelinap ke sana-sini. Ia suka memasak dan ahli dalam mencium segala bumbu masakan. Ia sering membantu di dapur dan bereksperimen sendiri. Sikapnya agak liar namun Rose punya harapan besar padanya. Ia ingin Eliza bisa mendapatkan kehidupan pernikahan layak yang tidak bisa ia dapatkan. Jadilah, Eliza disekolahkan segala macam. Mulai dari piano, kepribadian, dansa, dan segala tetek-bengek pelajaran menjadi calon putri yang baik.

Eliza memang sangat beruntung. Namun sayang, ia sama sekali tidak peduli pada lelaki terhormat manapun selain Joaquin Andieta, pemuda miskin yang berasal dari pernikahan haram ibunya. Joaquin bekerja kasar sebagai kuli angkut di perusahaan Jeremy Sommers dan punya mimpi untuk menjadi kaya serta bisa membela orang-orang tertindas. Hubungan rahasia mereka dicurigai oleh Rose yang jelas-jelas tidak setuju. Tapi Eliza menyembunyikan segalanya dengan baik sehingga Rose tidak bisa menemukan bukti apapun.

Saat Eliza berumur 16 tahun itu, Amerika sedang berada dalam masa Gold Rush. Katanya, emas dapat dengan mudah ditemukan di mana-mana dan bahkan tidak perlu menggali jauh ke bawah tanah untuk menemukannya. Jutaan orang meninggalkan keluarga dan mengadu nasib untuk mencari peruntungan di sana, termasuk Joaquin. Tanpa mengetahui kalau Eliza hamil, Joaquin pergi begitu saja. Jadi dengan terpaksa, Eliza menyusul secara diam-diam. Ia meminta bantuan Tao' Cien, seorang doktor Cina yang dikenal pamannya, John Summers. Berdua mereka pergi ke Amerika, menyelundup dalam kapal. Keadaan kapal yang buruk itu membuat Eliza sakit, keguguran, dan hampir mati. Untung saja, Tao' Cien terus menemani.

Buku ini menceritakan tentang sebuah pencarian. Mereka yang mencari peruntungan di benua baru, Eliza dalam misi pencarian cinta yang hilang, Tao' Cien mengembara setelah kematian istrinya untuk mencari ketenangan, para pengusaha dan orang-orang pendatang yang mencari untung lebih dengan segala cara di California... Saya benar-benar menikmati bagian perjalanan di Benua Amerika itu. Kalau kemarin saya membaca Seeking Eden tentang Amerika sebagai surga baru bagi orang-orang yang didiskriminasi di Inggris, sekarang Daughter of Fortune menceritakan Amerika sebagai surga bagi orang yang belum memiliki tujuan hidup. Sedikit demi sedikit kota-kota dibangun sampai akhirnya bisa menjadi semodern sekarang ini. 

Sebagai bonus yang tak terduga, saya menemukan romance di sini. Terus-terang saya sangat suka dengan tokoh Tao' Cien yang pendiam namun baik hati. Latar belakangnya di Hongkong serta masa lalunya sangat menarik dibaca. Pokoknya bab khusus tentang Tao' Cien saya baca paling cepat, haha... Persahabatan Tao' Cien dengan Eliza berlangsung bertahun-tahun di tengah pencarian masing-masing. Namun perlahan, persahabatan itu berubah dan saya benar-benar tidak menyangka. Mungkin karena saya tidak mau menebak apa-apa atau karena saya keasyikan membaca ceritanya, saya sampai tidak bisa menebak hal segampang itu. Akh! Keren amat sih ini buku.

Endingnya bagus. Saya juga akhirnya tahu asal-usul Eliza yang sebenarnya. Masa lalu Rose juga diceritakan sehingga saya mengerti kenapa ia berharap banyak pada Eliza. 

Sudah pasti lima bintang dong :)

5/5

No comments:

Post a Comment