Thursday, 27 November 2014

Our Story


Judul : Our Story
Penulis : Orizuka
Tebal : 240 halaman
Penerbit : Authorized Books

Masa SMA.
Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah,
tapi tidak bagi anak-anak SMA Budi Bangsa.

SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah, karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.

Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.

Masuk dan pulang sekolah sesuka hati.
Guru-guru honorer jarang masuk dan memilih mengajar di tempat lain.
Angka drop out jauh lebih besar daripada yang lulus.

Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak-anak SMA Budi Bangsa,
bahkan jika mereka menginginkannya.

Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram yang harus segera dilewati.

Supaya mereka dapat keluar dari status 'remaja' dan menjadi 'dewasa'.
Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka.
Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.

Ini, adalah cerita mereka.


Review:
Orizuka memang salah satu penulis lokal cerita remaja terbaik. Idenya unik, plotnya asyik, dan tokoh-tokohnya menyenangkan. Saya juga salut sama gaya penulisannya yang ringan dan mudah dimengerti. 

Ini adalah cerita anak SMA Budi Bangsa, SMA buangan yang terkenal dengan anak-anak ancurnya. Tokoh utamanya adalah Yasmine, murid pindahan dari Amerika yang punya masa lalu kurang baik. Sebenarnya dia didaftarkan di SMA bagus lain, tapi si sopir salah dengar dan malah mendaftarkan ke SMA Budi Bangsa.

Pertama kali datang, Yasmine langsung berkenalan dengan cowok preman bernama Nino. Si Nino adalah ketua geng yang sangat ditakuti, tapi lucunya ia tidak suka ada anggotanya yang make narkoba. Ternyata preman jadi-jadian ini punya ayah yang dipenjara karena narkoba. Hidupnya miskin dan sengsara karena perbuatan ayahnya itu. 

Selain Nino, ada Ferris yang necis dan pintar di kelas. Yasmine langsung mendekati Ferris karena cowok itu ketua kelas dan normal. Tidak seperti anak liar yang suka bolos lainnya, Ferris benar-benar serius ingin belajar dan mengubah sekolah itu. Anehnya, anak pintar dan kaya seperti Ferris kok mau sekolah di tempat bobrok kayak gitu. Dan tampaknya Nino sangat membenci Ferris.

Selain menceritakan aktivitas dan kegiatan sekolah, kita disuguhkan latar belakang tiap tokoh dan sedikit romance dari dua pasangan utama: Yasmine-Nino dan Ferris-Mei. Saya suka sekali cara Orizuka menyampaikan hubungan kedua pasangan itu. Tidak banyak adegan dan kata-kata, namun berkesan dan pas sekali. Saya juga suka saat Nino dan Ferris mulai berdamai sehingga mereka bisa bersatu mengubah sekolah mereka menjadi lebih baik. Puncaknya saat ujian kelulusan dan juga adegan tawuran dengan sekolah tetangga. Semua kejadian ini membuat saya agak kangen masa SMA. Kebersamaan, kekompakan, dan kegilaan masa muda pasti dimaklumi saat itu. 

Saya beneran salut sama penulis yang bisa merangkum cerita yang cukup kompleks dan memiliki pesan moral dalam novel setipis ini. Keren.

4/5

No comments:

Post a Comment