Saturday, 17 January 2015

Rainshadow Road


Judul : Rainshadow Road (Friday Harbor #2)
Penulis : Lisa Kleypas
Tebal : 308 halaman
Penerbit : Piatkus Books

Lucy Marinn is a glass artist living in mystical, beautiful, Friday Harbor, Washington. She is stunned and blindsided by the most bitter kind of betrayal: her fiancĂ© Kevin has left her. His new lover is Lucy’s own sister. Lucy's bitterness over being dumped is multiplied by the fact that she has constantly made the wrong choices in her romantic life.

Facing the severe disapproval of Lucy's parents, Kevin asks his friend Sam Nolan, a local vineyard owner on San Juan Island, to "romance" Lucy and hopefully loosen her up and get her over her anger. Complications ensue when Sam and Lucy begin to fall in love, Kevin has second thoughts, and Lucy discovers that the new relationship in her life began under false pretenses. Questions about love, loyalty, old patterns, mistakes, and new beginnings are explored as Lucy learns that some things in life—even after being broken—can be made into something new and beautiful.
 


Review:
Yang bikin buku ini menarik adalah judulnya. Ada unsur hujan dan bayangan. Entah kenapa kesannya keren gitu. Dan ternyata saya lebih suka buku ini daripada prekuelnya.

Cerita diawali dengan masa kecil Lucy yang selalu jadi si nomor dua. Kedua orang tuanya selalu membela adiknya sekalipun adiknya itu berbuat salah. Saya pun langsung simpati sama karakter ini. Apalagi waktu tunangannya, Kevin selingkuh sama adiknya. Kasihan banget, dikhianati depan belakang.

Sam Nolan tidak suka berkomitmen dengan wanita manapun. Hubungan dan reputasi buruk kedua orang tuanya sedikit banyak mempengaruhi ketakutannya untuk merasa dekat dengan seseorang. Ia bahkan menolak saat Kevin memintanya mendekati Lucy. Alasan Kevin sebenarnya untuk membuat Lucy tidak kesal dan melupakan perselingkuhannya (ya, memang, si Kevin nyebelin selangit). Tapi Sam malas berurusan dengan drama seperti itu sekalipun ia cukup tertarik tidur dengan Lucy.

Suatu kali Lucy kecelakaan. Kakinya patah dan dia tidak bisa berjalan. Karena dia tinggal sendiri, dia butuh orang untuk merawatnya. Sayangnya, kedua sahabatnya sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Merasa tidak enak, salah satu sahabatnya meminta Sam Nolan untuk membantu Lucy. Dengan berat hati, Sam mengizinkan Lucy tinggal di rumahnya supaya pria itu bisa mengurusnya dengan mudah.

Bayangkan saja. Sam harus membantu Lucy mandi, sementara dia setengah mati menahan keinginannya untuk tidur dengan wanita itu. Lucy sendiri sangat terkesan dengan kesabaran dan kebaikan pria itu sampai takut kalau dia bakal jatuh cinta beneran. Padahal dari awal sudah jelas kalau Sam tidak ingin komitmen, begitu juga Lucy yang masih sakit hati gara-gara Kevin. 

Saya suka dengan settingnya. Rainshadow Road adalah rumah perkebunan Sam. Dia kebetulan suka menanam anggur dan meracik wine. Saya bisa bayangin asyiknya tinggal di rumah dekat perkebunan anggur seperti itu. Kayaknya cantik banget. Apalagi ada si Sam. Oke, ini sih murni subjektif. Saya suka sama sifat geek Sam yang sering ngomong hal-hal berbau sains. Belum lagi dia suka pakai baju dengan quote-quote aneh. Karena saya memang suka orang-orang geek, jadi si Sam itu sudah kayak cowok impian saja. *mengkhayal tingkat berat

Buku ini mengenalkan satu konsep sihir. Lucy dan Sam punya kemampuan magis aneh yang membuat mereka sangat sukses di bidangnya. Lucy sebagai seniman kaca bisa menciptakan binatang hidup dari kacanya jika sedang emosional. Kalau dia mengalirkan perasaannya pada kaca, hasil karyanya pasti terlihat hidup dan sangat berbeda dari karya seniman kaca lainnya. Sam juga sama. Dia menyayangi tanaman-tanaman anggurnya dan dia bisa merasakan apa yang tanamannya itu butuhkan. Makanya tanaman anggurnya subur semua. Yah, ini sih hak penulis mau bikin ceritanya agak menjurus ke fantasi sedikit. Bagus malah.

Saya suka endingnya yang klasik: mengejar di bandara. Haha... Berapa banyak tuh kisah romance yang pakai adegan itu? Satu-satunya yang saya tidak suka mungkin bagian seks kasual mereka sebelum memutuskan ingin jadi pasangan. Friends with benefit. Memang sih lazim saja di negara sana, cuma saya saja yang masih kuno. Teman ya teman, kalau pacar baru beda. Inilah kenapa saya lebih suka historical romance dibanding contemporary romance. Terlalu bebas sih. 

Tapi Sam Nolan keren. Mau dong satu, hihi...

4/5

No comments:

Post a Comment