Thursday, 18 September 2014

The Lady of The Camellias


Judul : The Lady of the Camellias
Penulis : Alexandre Dumas Jr.
Tebal : 329 halaman
Penerbit : Bentang Pustaka

Di balik wajah rupawannya, Marguerite menyimpan rahasia yang membuat para pria mundur perlahan: jeratan utang, penyakit parah, biaya hidup yang gila-gilaan, dan statusnya sebagai penjaja cinta papan atas. Hanya Armand Duval yang bergeming dalam hasrat yang menggebu.

Namun, tuluskah cinta Armand? Sungguh, ketika Tuhan mengizinkan seorang perempuan penghibur jatuh cinta, maka cinta itu nyaris menjadi sebuah hukuman baginya. Seberapa kuat Marguerite menahan derita hukuman itu?

Review:
Kisah ini diceritakan oleh seorang narator tak bernama yang sedang berkunjung ke Paris. Kebetulan ia pergi rumah yang menjadi tempat pelelangan barang-barang milik almarhum seorang courtesan. Courtesan tersebut dikenal sebagai Gadis Bunga Kamelia dan bernama Marguerite Gautier.

Dari sana, narator akan berkenalan dengan pria muda bernama Armand Duval yang sangat terpukul dengan kematian Marguerite. Armand nantinya akan bercerita secara detail kisah cintanya yang tragis terhadap Marguerite. 

Terus-terang saya suka sekali cerita macam begini. Ironis, dilematis, dan tragis. Di mata masyarakat, kehidupan Marguerite terkesan sangat rendah karena mau saja jadi simpanan orang. Tapi entah kenapa saya tidak bisa membenci Marguerite, saya malah kasihan pada tokoh itu. Di sisi lain ada Armand, pemuda naif yang terpesona dan jatuh cinta secara murni pada Marguerite. Karena ketulusan Armand itulah, Marguerite yang sudah terbiasa dipuja lelaki pun luluh. Keduanya bahagia namun seorang courtesan tidak bisa berharap lebih daripada statusnya sebagai wanita simpanan. Orang tua Armand pun tidak setuju dengan hubungan itu.

Di sini sangat jelas digambarkan bahwa kemewahan dan kecantikan wanita seperti Marguerite bukanlah sebuah keberuntungan. Sosok seperti mereka dikagumi dan bahkan membuat semua wanita lain iri. Namun semua itu tak berlangsung lama. Pada akhirnya mereka tetap berada di kasta yang jauh lebih rendah dan terhina. Marguerite bisa saja tetap mempertahankan kekayaan dan hidup mewahnya dengan menjadi simpanan bangsawan. Tapi ia memilih Armand, laki-laki yang masih berjuang dengan uang saku yang sangat kecil. Cinta memang menghancurkan. Cinta memang bisa membuat wanita melupakan logikanya dan mengikuti hati secara membabi buta. Saya sangat sedih melihat Marguerite mempertahankan teman-teman yang salah dengan uangnya. Semuanya sia-sia karena pada akhirnya teman-temannya itu malah meninggalkannya. Bahkan saya menangis saat Armand salah paham dan menyakiti Marguerite. Tapi apa daya, semua orang punya kepentingan dan tujuan masing-masing.

Suka banget. Saya tidak bisa berhenti membaca sejak halaman pertama dan saya menyelesaikannya dalam satu hari saja.

5/5

No comments:

Post a Comment