Saturday, 14 June 2014

Salem Falls


Judul : Salem Falls
Penulis : Jodi Picoult
Tebal : 472 halaman
Penerbit : Hodder & Stoughton

Tall, blonde and handsome, Jack St. Bride was once a beloved teacher and football coach at a girls' school, until a student's crush sparked a powder-keg of accusation and robbed him of his career and reputation. Now after an eight-month jail sentence, Jack resolves to pick up the pieces of his life.


Review:
Seperti biasa, Jodi Picoult mampu membuat cerita yang bikin saya ikut emosi. Apalagi di sini Jack St. Bride difitnah melakukan sesuatu yang jelas bukan salahnya. Sampai dipenjara pula. 

Cerita dibuka saat Jack baru keluar dari penjara. Dia bingung ingin pulang ke mana. Ibunya tidak lagi mengakuinya sehingga akhirnya ia luntang-lantung di jalanan. Untungnya, ada seseorang yang berhenti memberikan tumpangan padanya dan membawanya ke sebuah kota kecil bernama Salem Falls. Tempat pertama yang dikunjungi Jack di situ adalah sebuah tempat makan kecil yang kebetulan sedang kekurangan pegawai. Pemiliknya, Addie menawarkan pekerjaan langsung padanya tanpa bertanya apapun. Bagi Jack, Addie adalah penyelamatnya.

Sedikit demi sedikit masa lalu Jack dibuka. Dulunya dia adalah seorang guru sepakbola khusus anak perempuan. Salah satu anak didiknya yang bernama Catherine Marsh sangat dekat dengannya karena kebetulan ia sering membantu gadis itu. Mulai dari masalah pacaran, pil KB, sekolah... Jack tahu semuanya. Tanpa disadari Jack, Catherine jatuh cinta pada gurunya itu. Semuanya tertulis di buku hariannya yang tidak sengaja dibaca ayah Catherine yang adalah seorang pendeta. Karena marah, ayah Catherine menuntut Jack dan menuduhnya melakukan penganiayaan seksual. Catherine sendiri mengiyakan saja tanpa sadar kalau reputasi Jack bakal hancur. Jack terpaksa memohon pada Catherine untuk membantunya namun sayangnya sudah terlambat. Ayahnya menganggap Catherine hanya berusaha melindungi pria yang dicintainya. Jack pun benar-benar dipenjara selama delapan bulan. Dan pastinya penjara bukan hal yang menyenangkan. Jack bahkan disodomi di dalam sana. Oh, man... Kasihan banget si Jack ini. Benar-benar ketampanan yang membawa petaka. Memang digambarkan kalau Jack itu tampan dan juga pintar. 

Jadi, di Kota Salem Falls ini Jack memulai hidup barunya. Ia berharap masa lalunya tetap menjadi rahasia. Apalagi saat akhirnya ia jatuh cinta pada Addie. Ia merasa segalanya akan baik-baik saja. Namun rahasia selalu terbuka pada akhirnya. Addie yang pernah diperkosa dulunya syok dan merasa dikhianati. 

Salem Falls memiliki komunitas penyihir. Salah satunya seorang anak remaja bernama Gillian. Gillian sejak awal menginginkan Jack. Saya sampai bingung sendiri. Kok bisa ya anak remaja punya pikiran seperti itu terhadap orang yang jauh lebih tua? Hih... Pokoknya suatu malam, sebuah kejadian membuat Jack dituduh memperkosa Gillian. 

Saya tahu sejak awal Jack tidak melakukannya. Apalagi sejak awal saya selalu merasa ada yang nggak beres dengan Gillian. Tapi anehnya semua bukti mengarah ke Jack. Bahkan ada semen di paha Gillian yang DNA-nya hampir cocok dengan milik Jack. 

Lalu dimulailah drama sidang khas Jodi Picoult. Siapa pengacaranya? Sudah pasti si keren Jordan McAfee. Kyaaaaaaa... Muncul lagi dia. Saya memang sudah suka si Jordan sejak membaca Nineteen Minutes dan The Pact. Saya sampai mencari buku Jodi Picoult mana lagi yang ada si Jordan. Ternyata cuma tiga ini saja. Pas bener saya milihnya. Pokoknya buku ini jadi makin seru karena ada si Jordan *salah fokus haha... Apalagi pas adegan rapat di mana semua orang menuntut Jack diusir dari sana. Saat itu Jack belum dituduh apa-apa. Tapi si walikota bilang pencegahan jauh lebih baik daripada menanti-nanti dalam ketidakpastian. Si Jordan dengan santainya bilang kalau semua orang disuruh memukul dan memenjarakan anak mereka masing-masing karena semua anak adalah bibit masalah di masa depan. Mantaph, cuy!

“People change, but only if you give them room to do it.” (perkataan orang keren, ahay~)

Yah, saya memang suka adegan sidang sih. Saya selalu kagum sama pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan jaksa penuntut dan pengacara. Kok bisa kepikiran nanya seperti itu? Ya, saya tahu mereka kuliah dan belajar bidang itu. Tapi tetap saja keren. 

Endingnya bikin syok juga walau saya sudah tahu sih siapa yang berhubungan dengan Gillian. Penulis memberikan petunjuknya secara samar namun jelas di tengah-tengah cerita saat membicarakan DNA dari semen yang diperoleh. Selain itu, saya juga bisa menebak siapa saja yang pernah memperkosa Addie. Sepertinya cerita intrik yang bersetting di kota kecil memiliki formula yang hampir mirip-mirip. Segala yang terjadi pasti berhubungan dengan orang-orang yang tinggal di situ juga.

4/5

2 comments:

  1. Kalo gak salah, Gillian dilecehkan oleh Ayahnya sendiri. Itu yg membuat dia spt boneka ilfill. Lama banget dah baca buku ini. Judulnya keren. Salem Falls terdengan amat misterius.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe... oops spoiler! iya sih betul, Gillian dilecehkan ayahnya, jijay banget dah...

      Delete