Showing posts with label Sandra Brown. Show all posts
Showing posts with label Sandra Brown. Show all posts

Thursday, 12 October 2023

Temperatures Rising


 Judul : Temperatures Rising
Penulis : Sandra Brown
Tebal : 256 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Scout Ritland hanya menginginkan satu hal setelah menyelesaikan proyek di Pulau Parrish: bersantai. Tapi rencananya berantakan ketika dirinya malah diculik. Yang mengejutkan, penculiknya ternyata wanita cantik yang menuntut sesuatu tak terduga dari Scout.

Chantal duPont sadar menculik Scout bisa mendatangkan masalah. Namun, Scout satu-satunya yang bisa membantu kesejahteraan tempat kelahirannya. Chantal hanya berharap dirinya tidak terhanyut dalam rayuan pria itu selagi mereka menghabiskan waktu di Pulau Parrish yang romantis.

Sunday, 29 November 2020

A Whole New Light


 Judul : A Whole New Light
Penulis : Sandra Brown
Tebal : 248 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cyn McCall tahu ia selalu bisa mengandalkan Worth Lansing, sahabat sekaligus partner bisnis almarhum suaminya. Worth sanggup membuatnya tertawa dalam situasi apa pun, dan Cyn bebas berkeluh kesah pada pria itu. Tetapi ia sama sekali tak menduga persahabatan mereka dapat berkembang menjadi hubungan yang sama sekali berbeda.

Semuanya berawal dari liburan akhir pekan di Acapulco, ketika mereka sama-sama tak bisa menyangkal lagi ketertarikan itu. Sayangnya, Cyn tahu Worth bukan calon pasangan ideal. Pria itu tak pernah serius, bergonta-ganti kekasih hanya karena alasan sepele, dan enggan berkomitmen. Satu hal yang tidak Cyn ketahui... Worth serius dengan hubungan mereka, asalkan Cyn mau membuka hati ketika cinta baru menyeruak ke hidupnya.

Sunday, 1 November 2015

Low Pressure


Judul : Low Pressure
Penulis : Sandra Brown
Tebal : 632 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Bellamy Lyston baru berusia 12 tahun ketika kakaknya, Susan, ditemukan tewas dalam badai.

Delapan belas tahun kemudian, Bellamy menulis buku bestseller berdasarkan kejadian itu. Namun, begitu banyak yang mengincarnya: reporter yang ingin membeberkan skandal keluarga Lyston, orang yang tak ingin penyebab kematian Susan terungkap, juga orang yang menyimpan dendam pada keluarganya.

Maka gadis itu terpaksa berurusan lagi dengan Dent Carter, mantan pacar Susan yang berandalan.

Bellamy bertekad terus berusaha mengungkapkan siapa pembunuh Susan.

Kecuali kalau si pembunuh menyerang duluan...

Saturday, 20 April 2013

Smash Cut


Judul : Smash Cut (Mitchell & Associates #1)
Penulis : Sandra Brown
Tebal : 568 halaman 
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Jutawan Paul Wheeler tewas terbunuh. Keluarganya menyewa pengacara terkenal Derek Mitchell untuk membela keponakan sang korban, Creighton, meskipun polisi belum menjadikan pemuda itu tersangka.

Kekasih sang jutawan, Julie Rutledge, yang juga dicurigai, percaya bahwa Creighton-lah pembunuhnya, walaupun orang itu mempunyai alibi kuat. Julie bertekad akan menempuh jalan apa saja—bahkan termasuk menghancurkan karier Derek—untuk membuktikan bahwa si keponakan bersalah. Namun semakin banyak sisi gelap Creighton yang terungkap, terutama ketertarikan yang tak wajar pada pembunuhan-pembunuhan dalam film, Derek semakin percaya Julie benar. Derek dan Julie berpacu dengan waktu, bekerja sama untuk mengungkap kebenaran.

Sudahkah Creighton mulai menyusun adegan film yang mengerikan? Dan siapakah yang akan terpaksa menjadi bintang pendukungnya?

Review:
Seperti biasa Sandra Brown paling pintar bikin cerita yang menarik. Setiap awal dan akhir babnya selalu menggantung dan membuat saya ingin baca terus sampai tidak bisa berhenti karena penasaran. Tokoh-tokohnya juga keren, terutama penjahatnya. Si Creighton itu cara bicara dan monolog pikirannya itu bikin saya kesel dan pengen bunuh dia langsung. Pokoknya Sandra Brown sukses membuat tokoh penjahat maniak, sosiopat, dan terganggu jiwanya.

Dan tentu saja Derek Mitchell-nya keren sekali. Agak bajingan tapi juga setia banget sama anjingnya. Makanya kasihan waktu anjingnya dibunuh sama si Creighton. Untuk tokoh utama perempuannya, saya rasa tipikal. Seperti novel suspense Sandra Brown yang lain, perempuannya itu terkesan fragile, lemah, dan penuh rahasia. Tujuannya mungkin untuk memberi kejutan-kejutan dan juga biar bikin tokoh prianya semakin wow. Si Derek ini mengejar Julie mati-matian namun kerap kali kecewa setiap kali sebuah rahasia wanita itu terungkap. Tapi hebatnya, Derek tetap percaya pada wanita itu sampai akhir. Insting atau cinta buta nih? 

Keluhan saya untuk buku ini hanyalah karena penjahatnya sudah ketahuan dari awal. Tinggal bagaimana para detektif mengalihkan perhatiannya dari Julie Rutledge ke penjahat yang sebenarnya. 

Recommended buat yang suka Sandra Brown (seperti saya) dan suka genre suspense romance.

4/5

Monday, 15 October 2012

The Rana Look


Judul : The Rana Look
Penulis : Sandra Brown
Tebal : 284 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Rana yang sekarang adalah wanita berbaju gombrang, berkacamata, dan bersembunyi di dalam rumah. Tapi Rana yang dulu adalah model papan atas, didambakan para pria, dan sangat terkenal.

Masa lalu membawa Rana untuk menyembunyikan identitasnya. Ia tinggal di rumah sewaan kecil di mana ia bisa melakukan segala hal yang diinginkannya. Tenang, damai, tanpa campur tangan ibunya.

Pemilik rumah sewaan Rana memiliki keponakan bernama Trent Gamblin. Dia adalah pemain sepakbola yang siap dipensiunkan karena kakinya yang cedera. Trent menginap di rumah bibinya itu demi menyembuhkan kakinya.

Keduanya bertemu. Trent yang langsung tertarik pada sosok Rana dan Rana yang membenci Trent. Namun kesabaran Trent dalam mendekati Rana berbuah hasil. Hanya saja apa yang akan terjadi saat Trent mengetahui kalau wanita yang dikenalnya punya identitas lain?

Kesan:
Kebetulan saya sedang iseng dan ingin membaca karya pengarang favorit saya sejak dulu. Jadilah, saya membaca buku ini. Buku ini menarik perhatian saya dari cover-nya yang berwarna terang. Foto wanitanya punya mata hijau yang jernih sekali! <-- ga penting

Rana dan Trent adalah karakter yang cukup menarik untuk diikuti. Profesi keduanya juga sangatlah unik karena saya jelas tidak hidup dalam dunia permodelan dan sepak bola. 

Seperti ketebalan bukunya yang sangat tipis, cerita ini tidak menyajikan kerumitan dan drama yang tidak habis-habis. Singkat, manis, dan mengena. Dialognya yang sederhana enak dibaca dan pembawaan ceritanya mengalir lancar seperti khas Sandra Brown. Saya suka walaupun saya tidak bisa terlalu suka karena pada dasarnya saya suka cerita yang banyak masalahnya.

Buku ini cocok dibaca bagi penggemar romance yang ringan namun menyenangkan.

3/5 

Saturday, 19 November 2011

Rainwater


Judul : Rainwater
Penulis : Sandra Brown
Tebal : 336 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
My rating : 4/5

Saya sudah menjadi penggemar Sandra Brown (SB) sejak SMP sebenarnya. Waktu zaman-zamannya saya seharusnya suka teenlit karena saya remaja, saya malah demen buku-buku Sandra Brown, Sydney Sheldon, dan Marga T. Jangan tanya kenapa selera saya aneh.

Kenapa saya suka SB? Karena dia itu pengarang yang konstan menghasilkan karya yang bagus. Ide-ide ceritanya bervariasi padahal dia sudah mengarang sekitar 70 buku dan saya mungkin sudah baca sekitar 60 karyanya. Sinting? Boleh dibilang begitu. Dulu tiap bulan saya ngumpulin uang jajan buat bisa beli novelnya. Koleksi gitu. 

Sampai tiap kali Mama saya tanya : "Mau kado apa buat ulang tahun?" 
Saya : "Beliin novel Sandra Brown saja yang belum punya." 
Mama : "Beli baju baru saja. Sudah butut yang kemarin. Atau hape saja?"
Saya : "Nggak mau. Mau novel. Tapi kalau hape 9500 communicator boleh juga." (Jiahhhh, madut) 

Oke, ini resensi ya? Kok isinya diari? Zzzz...

Rainwater. Bukan air hujan ya. Ini nama tokoh di buku ini yaitu David Rainwater. Saking hebatnya tokoh ini sampai dijadikan judul buku. Kenapa? Kita lihat.

Seperti yang sudah saya bilang, saya sudah baca hampir semua karya SB dan saya harus bilang yang ini paling paling paling beda. Saya ingatkan dulu kalau saya suka menjadi seorang spoilerer. Pertama, karya SB selalu happy ending. Kedua, karya SB mengambil setting masa sekarang. Tapi kedua unsur itu tidak ada di buku ini.

Cerita dimulai dengan prolog. Sepasang suami istri datang ke sebuah toko antik bernama Solly's. Mereka tertarik membeli jam saku kuno milik si pemilik toko. Tapi sayangnya jam itu tidak dijual dengan harga berapapun. Di jam saku itu terukir tanggal 11 Agustus 1934. Suami istri itu bertanya apa arti tanggal itu?

Dan kita akan diterbangkan ke masa lalu.

Ella Baron adalah  janda beranak satu yang mengelola pondok sewa. Dia punya anak aneh bernama Solly. Zaman dulu anak itu dianggap gila dan berbahaya karena istilah autis belum dikenal sama sekali. Ella berusaha melindungi anak itu mati-matian sekalipun ia juga suka kesal karena anak itu seakan tidak mengenal dirinya. Dan keanehan Solly itulah yang membuat Ella ditinggal suaminya tanpa penjelasan.

Hari itu, Ella kedatangan seorang tamu bernama Dr. Kincaid. Dia membawa saudaranya yang butuh tempat tinggal. Nama saudaranya itu adalah David Rainwater. Ella sih setuju saja karena dia punya kamar kosong. Tapi Dr. Kincaid memperingati Ella bahwa David Rainwater sedang menjemput ajal.

1934, zaman perekonomian susah atau disebut era Great Depression juga saat-saat di mana rasialisme sangat kental di antara orang kulit putih dan hitam. Saat itu ada kebijakan pemerintah yang sangat aneh, menurut saya. Peternak-peternak yang merasa sudah hampir bangkrut boleh menjual ternaknya pada pemerintah dengan harga murah, tapi pemerintah hanya akan mengambil ternak sehat saja. Yang tidak sehat atau kurus akan ditembak sampai mati. Sadis gila. Maksudnya itu kan makhluk hidup. Saya ngerti mungkin maksudnya supaya tidak perlu menambah pengeluaran untuk mengurus sapi sakit-sakitan dan nggak punya banyak daging. Tapi tetap saja. Iuhhhhh...

Banyak orang kelaparan dan mereka berusaha memburu sapi kurus itu agar bisa makan sekalipun sapi itu sudah mati ditembak dan siap dikubur. Mereka nggak peduli. Tapi Conrad Ellis, orang terkaya dan paling suka membuat onar itu nggak suka. Dia bersama antek-anteknya sengaja memukuli orang-orang miskin itu supaya nggak bisa ambil daging bangkai sapi itu. Alasannya karena pemerintah tidak mengizinkan. Padahal itu BS banget.

Kembali ke tokoh utama. Saya suka dengan karakter Ella yang bitter, kaku, dan suka rutinitas. Memang sifatnya nggak gitu bagus. Tapi dia manusia, senyata-nyatanya yang membangun dinding di sekitarnya karena takut tersakiti dan ingin mandiri. Dia membangun dinding itu untuk melindungi anaknya juga. Strong banget deh. Sementara David Rainwater adalah tipikal gentleman baik hati yang tidak peduli apapun karena umurnya sudah tidak panjang lagi. Davidlah yang menemukan kejeniusan Solly dalam memahami angka. Sesuatu yang tidak pernah diketahui Ella sendiri. Dan itu memberi Ella harapan, harapan kalau mungkin saja Solly bisa kembali normal.

Sifat David yang penuh kasih sayang inilah yang mampu meluluhkan hati keras seorang Ella. Mereka jatuh cinta di saat tidak ada waktu lagi. 

"Jangan meminta satu-satunya hal yang tidak bisa kuberikan padamu, Ella. Andai bisa, pasti kuberikan. Tapi satu-satunya yang tidak bisa kuberikan padamu adalah waktu."
 
Kebanyakan bagian menceritakan kejahatan dan juga kekacauan di kotanya akibat Conrad Ellis juga pemberontakan kaum yang tidak mendapat keadilan.

Di saat akhir, Conrad hampir memperkosa Ella karena dendamnya ditolak mentah-mentah waktu Ella muda dulu. David menyelamatkannya dan yang tak terduga adalah Solly yang saat itu juga ada di tempat kejadian membunuh Conrad. Dan tidak ada jalan lain. David mengorbankan diri agar Solly tidak dipenjara. Itulah terakhir kali Ella melihat David Rainwater.

David selalu menolak bertemu Ella di penjara karena ia tidak mau Ella melihatnya dalam keadaan tak berdaya seperti itu. Ia tidak mau Ella punya kenangan buruk. Biar saja.

David meninggal sebelum dieksekusi. Ia mewariskan seluruh kekayaan dan kebun kapasnya pada Ella.

David memberikan buku "A Farewell To Arms" pada Ella. "Itu hadiah untukmu, Ella."

"Apa akhir kisahnya sedih?"

"Sangat," kata David Rainwater. "Walaupun tahu akhir ceritanya sedih, itu tidak akan menghalangi keinginanku untuk menikmati keindahan ceritanya. Kau bagaimana?"

11 Agustus 1934... David meminta Dr. Kincaid mengukir tanggal itu pada jam sakunya, tanggal saat pertama kalinya David menginjakkan kaki di pemondokan Ella, pertama kalinya David bertemu dengan wanita itu.

Di epilog, suami istri di prolog memuji sosok David Rainwater itu. Mereka mengagumi orang masa lalu yang telah berkorban untuk si pemilik toko.

"Dia berkorban untuk Solly."

"Tapi... bukankah Anda...?" 

Lelaki tua pemilik toko itu menggeleng.

Sang istri membaca kartu nama yang tadi diberikannya. "Saya pikir... Nama toko Anda..."

"Itu untuk meenghormati kakak lelaki saya. Nama saya David. David Rainwater Barron."

"...Apakah Mr. Rainwater tahu tentang Anda?"

Laki-laki tua itu tersenyum. "Dr. Kincaid memberitahunya beberapa jam sebelum dia meninggal. Meski kondisinya sangat lemah, dia menulis sepucuk surat untuk ibu saya. Ibu selalu membawa-bawa surat itu. Dia tak pernah mau berpisah dari surat itu. Tak mau berpisah dari Mr. Rainwater."

Bittersweet and heartwrenching. Sandra Brown never failed me. Kekurangannya cuma di bagian tidak dikasih tahu penyakit David itu apa dan surat David untuk Ella itu isinya apa. Kan penasaran saya.

Dreamer just ate Cadburry Dairy Milk Chocolate, heaven in a little box...


:)