Sunday, 1 November 2015

Low Pressure


Judul : Low Pressure
Penulis : Sandra Brown
Tebal : 632 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Bellamy Lyston baru berusia 12 tahun ketika kakaknya, Susan, ditemukan tewas dalam badai.

Delapan belas tahun kemudian, Bellamy menulis buku bestseller berdasarkan kejadian itu. Namun, begitu banyak yang mengincarnya: reporter yang ingin membeberkan skandal keluarga Lyston, orang yang tak ingin penyebab kematian Susan terungkap, juga orang yang menyimpan dendam pada keluarganya.

Maka gadis itu terpaksa berurusan lagi dengan Dent Carter, mantan pacar Susan yang berandalan.

Bellamy bertekad terus berusaha mengungkapkan siapa pembunuh Susan.

Kecuali kalau si pembunuh menyerang duluan...


Review:
Setiap kali membaca tulisan Sandra Brown, saya selalu merasa seakan kembali ke masa lalu dan bernostalgia. Dia yang membuat saya mengenal genre suspense romance dan dari bukunyalah saya belajar teknik menulis. 

Bellamy Lyston memiliki ganjalan mengenai masa lalunya, tepat di hari kakaknya, Susan ditemukan tewas. Dia memutuskan untuk menulis buku berdasarkan kisah pembunuhan itu sebagai terapi untuk dirinya sendiri. Tanpa diduga, buku itu menjadi best-seller dan kejadian masa lalunya itu kembali diungkit-ungkit oleh media. Dan bahkan... dia mendapatkan paket mengerikan yang diduga sebagai ancaman.

Ini adalah kisah penggalian masa lalu keluarga Lyston yang kaya raya. Sedikit demi sedikit rahasia pun terbongkar. Sama seperti Bellamy yang tidak tahu apa-apa, saya pun ikut terkejut setiap kali ada pengungkapan suatu rahasia. Memang Sandra Brown selalu ahli membuat saya penasaran sehingga buku setebal ini pun tidak terasa sama sekali.

Di sisi lain ada Denton Carter. Dia dulunya pernah menjadi pacar Susan dan menjadi salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan kakak Bellamy itu. Dia bekerja sebagai pilot sewaan yang hidupnya ugal-ugalan. Kebetulan Denton adalah cowok yang disukai Bellamy sewaktu kecil. Mereka bertemu lagi dan keduanya terlibat dalam penyelidikan kisah pembunuhan Susan. Pokoknya romance-nya khas Sandra Brown banget. Pria bad boy yang suka ngomong seenaknya dan wanita super feminin yang tidak terlalu strong. Hubungan mereka ditonjolkan dari dialog-dialog yang menarik dan lucu. Asyik bacanya. 

Karena saya sudah baca hampir semua karya penulis, saya agak bisa menebak jalan ceritanya dari awal. Bahkan saya tahu pembunuh Susan saat baru membaca setengah buku. Tapi saya tetap suka sama ceritanya dan tokoh-tokohnya. Terutama si Denton yang selalu bisa mengeluarkan kalimat yang tepat sasaran ke Bellamy. To the point. Nggak pakai basa-basi. Bikin saya ketawa saja soalnya Bellamy langsung tak bisa berkutik.

4/5

1 comment: