Sunday, 10 April 2016

The Book of Lost Things


Judul : The Book of Lost Things
Penulis : John Connolly
Tebal : 502 halaman
Penerbit : Hodder and Stoughton

High in his attic bedroom, twelve-year-old David mourns the death of his mother, with only the books on his shelf for company. But those books have begun to whisper to him in the darkness. Angry and alone, he takes refuge in his imagination and soon finds that reality and fantasy have begun to meld. While his family falls apart around him, David is violently propelled into a world that is a strange reflection of his own -- populated by heroes and monsters and ruled by a faded king who keeps his secrets in a mysterious book, The Book of Lost Things.


Review:
Cerita ini sangat gelap. Walaupun tokohnya masih 12 tahun, petualangan yang dihadapinya jelas-jelas tidak ringan. Nuansanya agak mirip dengan The Child Thief karya Brom. Apalagi di sini ada tema penculikan anak juga.

Ibu David meninggal. Saking sedihnya, David mengubur diri dengan membaca buku yang sering dibacakan ibunya dulu. Lalu ia mulai mendengar suara-suara seperti halusinasi. Segalanya makin parah sewaktu ayahnya menikah lagi dan David punya adik tiri. David membenci ibu tiri dan adik barunya itu. Ia merasa mereka mengambil tempat ibunya juga kasih sayang ayahnya.

Suatu hari David benar-benar masuk ke dunia fantasi lewat halaman rumahnya. Petualangannya di tengah dunia suram itu membawanya bertemu dengan banyak tokoh yang pernah dibacanya di buku dongeng. Tapi semuanya berbeda. Para kurcaci membenci putri salju, putri salju ternyata gendut dan tukang perintah, serigala di cerita si kerudung merah ternyata telah berevolusi menjadi semakin menyerupai manusia, dan masih banyak lagi. Namun satu hal yang pasti: David harus menemukan The Book of Lost Things supaya dia bisa kembali ke dunianya.

Kisah kelam ini menggambarkan kemarahan David pada ayahnya dan juga dunianya yang berbeda setelah ditinggalkan ibu kandungnya. Petualangan David memberinya banyak renungan tentang dirinya sendiri karena ada kemiripan paralel antara orang-orang di dunia fantasi dengan masalah yang dihadapinya. Dongeng-dongeng yang diubah juga menambahkan keunikan pada cerita ini. Saya cukup menikmati kejutan-kejutan aneh yang ditemui David dalam perjalanannya. Saya bahkan suka misteri di balik The Book of Lost Things dan si Crooked man. Menurut saya, itu kreatif dan pastinya tidak terduga.

Walaupun petualangan David cukup menghibur, saya tidak bisa connect dengan tokoh-tokoh di dalam buku ini. Saya juga tidak merasa dunia fantasi David believable. Aneh gitu. Kesadisan dan kekelaman ceritanya juga tidak menyenangkan. Tidak cocok untuk dihadapi anak sekecil David. Cara David menjadi pahlawan juga tidak fenomenal. Kurang dramatis buat saya.

Buku ini cukup tebal karena ada bonus cerita-cerita dongeng di belakangnya. Penulis memberikan catatan tentang kemiripan dan perbedaan antara dongeng asli dengan dongeng buatan di dalam petualangan David. Penulis juga menjelaskan maksud dari tiap hal yang ditemukan David di dunia fantasinya. Lumayan informatif sebagai tambahan.

3/5

No comments:

Post a Comment