Saturday, 24 October 2015

Return to Paradise


Judul : Return to Paradise (Leaving Paradise #2)
Penulis : Simone Elkeles
Tebal : 291 halaman
Penerbit : Flux

Caleb Becker left Paradise eight months ago, taking with him the secret he promised to take to his grave. If the truth got out, it would ruin everything.

Maggie Armstrong tried to be strong after Caleb broke her heart and disappeared. Somehow, she managed to move on. She's determined to make a new life for herself.

But then Caleb and Maggie are forced together on a summer trip. They try ignoring their passion for each other, but buried feelings resurface. Caleb must face the truth about the night of Maggie's accident, or the secret that destroyed their relationship will forever stand between them. 


Review:
Di akhir buku sebelumnya, Caleb dan Maggie berpisah dengan rahasia yang masih tersimpan di antara mereka. Caleb pergi keluar kota bersama teman-teman yang tidak jelas dan menghilang selama delapan bulan. Sementara itu, Maggie berusaha menata hatinya dan juga cita-citanya yang sempat buram akibat kecelakaannya.

Lalu Caleb tertangkap karena terlibat dengan narkoba bersama gengnya. Ia bertemu lagi dengan orang yang pernah dikenalnya dulu. Orang itu membebaskannya dari penjara dengan syarat. Caleb harus mengikuti kegiatan musim panas khusus bagi orang-orang bermasalah. 

Dan di sanalah ia bertemu dengan Maggie. Lagi.

Kedua orang yang pernah punya masa lalu kembali berhadapan dalam situasi yang berbeda. Masing-masing punya kemarahan dan kekecewaan atas satu sama lain. Yang dibutuhkan keduanya hanyalah berbicara, namun Caleb dan Maggie sama-sama keras kepala dan tidak ada yang mau mengalah. 

Saya sangat menyukai buku pertama dari seri ini. Masalah remaja yang disuguhkan buku pertama cukup kompleks dan bikin sedih sepanjang saya membaca buku itu. Sayangnya, buku keduanya jauh di luar ekspektasi saya. Buku kedua ini lebih menceritakan cerita romansa anak muda labil. Dua orang bertemu, marah-marah walaupun jelas masih saling menyukai, rahasia terungkap, dan lalu mereka berbaikan. Saya bahkan merasa penyelesaian hubungan Caleb dan Maggie itu terlalu absurd dan berantakan seakan penulis tidak tahu harus membawa ceritanya ke arah mana. Adegannya juga terlalu cepat. Semua tokoh baru diperkenalkan secara instan sehingga semuanya terlupakan begitu saja.

Walaupun buku ini tidak sebagus pendahulunya, saya cukup menikmati gaya penulisan Simone Elkeles. Entah kenapa saya selalu suka tokoh cowok yang diciptakan penulis. Bad boy gitulah. Ada beberapa dialog yang temanya menjurus ke arah mesum, tapi memang wajar sih buat anak muda seusia itu. Lucu malah kadang-kadang.

3/5

No comments:

Post a Comment