Sunday, 17 April 2011

H.R.H.


Judul : H. R. H.
Penulis : Danielle Steel
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Yah... H.R.H itu kependekan dari her royal highness. Ceritanya itu tentang putri di negara kecil bernama Lichtenstein (gue nggak yakin tulisannya bener, hahaha).

Resensi :
Christianna, putri cantik dan anggun dari kerajaan kecil di Eropa, tidak puas dengan kehidupannya yang serba glamor dan membosankan. Karena itu, dia membaktikan diri dengan menjadi relawan di Senafe, Afrika Timur.

Di tengah belantara Afrika yang indah itulah dia bertemu dan jatuh cinta pada Parker, dokter relawan dari Amerika. Tapi kisah cintanya terhalang oleh statusnya sebagai putri raja yang tidak boleh menikah dengan rakyat biasa. Pernikahannya tidak akan mungkin direstui ayahnya, yang sudah telanjur berjanji pada mendiang istrinya bahwa Christianna harus menikah dengan keturunan raja yang setara.

Malang tak bisa ditolak. Di tengah perasaannya yang sedang terluka, Christianna pun harus kehilangan ayah dan kakaknya, calon pengganti ayahnya. Karena tidak ada pewaris lain, Christianna harus mengemban tugas negara yang berat sebagai pengganti ayahnya.

Di tengah rasa duka dan beban berat akan tanggung jawabnya sebagai pemimpin negara, dapatkah Christianna mewujudkan kebahagiaan bersama kekasih hatinya?


Hmm... Danielle Steel adalah salah satu pengarang romance yang cukup terkenal. Tapi gue baru baca dua buku karangan dia, H.R.H. ini dan Zoya. Gue baca Zoya waktu SMP jadi gue udah agak lupa ceritanya. Tapi pada saat itu gue cukup suka sama ceritanya karena gue emang suka roman kehidupan.

Yah, tapi gue nggak pernah ngefans gimana sama Danielle Steel. Lagipula banyak orang bilang cerita dia itu terlalu tua dan bertele-tele. Gue jadi nggak niat baca bukunya.

Lalu suatu hari gue liat buku ini. Sebagai penggemar warna hijau, gue tertarik liat cover buku ini. Lagian diliat dari resensinya, ceritanya keliatan bagus. Tentang putri dan rakyat jelata. Pasti bagus gitu.

Beberapa halaman pertama gue merasa cukup tertarik dengan ceritanya. Tokoh utamanya, si putri Christianna terlihat baik dan berbakti sama ayahnya sekalipun dia keliatan banget benci jadi putri. 

Tapi ada bagian yang sangat annoying. Danielle Steel selalu mengulang kata-kata yang sama dalam bentuk yang berbeda. Sampai gue sendiri bosen. Gue nggak gitu inget karena gue baca buku ini sekitar dua minggu lalu dan di otak gue saat itu hanya ada ujian, jadi gue nggak gitu inget bagian pengulangan kalimat-kalimat itu.

Gue nggak punya masalah dengan gaya penceritaan Danielle Steel yang seperti dongeng dan bukannya mendeskripsikan adegan-adegan tertentu. Hanya saja dari bintang empat di awal cerita, buku ini langsung jatuh ke bintang dua.

Hanya saja... Bagian terjelek dan terparah adalah penokohan. Demi Tuhan, kalau ini adalah perwakilan dari buku-buku Danielle Steel yang lain, gue nggak ngerti kenapa dia bisa menjadi pengarang terkenal.

Christianna terlalu sempurna di awal cerita, tapi dia punya kehidupan putri yang terus disesalinya. Ia tidak mau terikat tanggung jawab tapi demi ayahnya ia mau berusaha apalagi kakak laki-lakinya yang adalah putra mahkota sangatlah tidak bertanggung jawab. Oke, gue masih menerima. Sempurna tapi hidupnya membosankan.

Tapi itu penggambaran awalnya. Lalu dia mulai mau mencoba menjadi sukarelawan di daerah perang. Ayahnya tidak setuju tapi dia memohon. Dan karena cuma beberapa hari, ayahnya menyetujuinya. Gue pikir bagus juga seorang putri bisa punya kepedulian terhadap orang lain dan mau langsung terjun sendiri ke medan perang.

Namun begitu pulang dari perang itu, Christianna berubah. Dia nggak berselera lagi jadi putri. Dia pengen jadi sukarelawan di PBB. Ayahnya nggak setuju. DAN PARAHNYA, hilang sudah sikap berbakti Christianna. Dia menjadi si cengeng dan si manja yang terus ngambek kalau keinginannya nggak dituruti. Dia marah sama ayahnya karena nggak dibolehin pergi ke Afrika buat jadi relawan di daerah perang. Sampai nggak mau ngomong sama ayahnya.

WHAT THE HELL...

Karena si ayah sayang banget sama si anak, akhirnya dengan berat hati diizinkan. Astaga. Apa bedanya dia dengan kakaknya yang nggak bertanggung jawab? Really, I wanna punch her in her face when she was whining and crying.

Di Afrika dia jatuh cinta sama cowok biasa. Tapi dia menutup jati dirinya supaya tidak diperlakukan sebagai putri. Dia pengen jadi rakyat biasa.

Dan terus terang gue nggak ngerti kenapa cowok itu bisa cinta sama dia. Oke, gue tau cinta datang tanpa alasan. Dan emang di Afrika sana Christianna sangat mudah disukai. Dia ceria dan senang membantu.

Setelah 9 bulan, dia balik lagi. Dan dia berubah jadi orang nggak bahagia. Dia juga putus hubungan dengan si cowok bernama Parker dengan alasan ayahnya pasti nggak akan setuju. Tapi karena dia pengen bahagia, dia coba ngomong jujur sama ayahnya soal cintanya sama Parker. 

Tentu aja ayahnya nggak setuju. Dia kan putri. Aturannya kan nggak boleh nikah sama rakyat jelata. Dia kan udah tau dari awal kalo kehidupannya berbeda dari orang lain.

Dan dia ngambek lagi. Nggak mau ngomong sama ayahnya dan mengurung diri di kamar. Putri apaan itu? Manja dan cengeng. 

Karena gaya penceritaannya yang seperti mendongeng, tokoh dibuat seperti tidak ada karakter. Tidak berkesan sama sekali. Gue jadi nggak tau gue lagi baca apa, sumpah. Semua penokohan tidak konsisten dan buram.

Dan yang terakhir... Gue hampir ingin membuang bukunya gara-gara ending-nya. Demi Tuhan, apa-apaan itu? Hanya supaya happy ending, Danielle Steel menuliskan suatu penyelesaian masalah Christianna dengan sangat gampang. Bikin saja ayah dan kakaknya mati dalam pengeboman. Lalu tidak ada lagi yang menghalangi cintanya pada si Parker. Lalu karena sang putra mahkota meninggal, dia jadi ratu sekalipun cewek tidak boleh memegang tahta menurut undang-undang. Tapi karena keadaan mendesak, undang-undangnya diubah. Dan karena dia ratu, dia bisa mengubah aturan sesukanya. Dia bikin juga aturan kalau anggota keluarga kerajaan boleh menikah dengan rakyat jelata.

WHAT?!!!

Gue hampir pingsan setelah selesai baca bukunya (lebhay). Tapi sungguh. Novel macam apa ini?

Harusnya sih novel ini bintang satu. Tapi karena gue suka ide awalnya, gue akhirnya kasih bintang dua. Kalau saja penyampaian cerita dan penokohannya bagus, ini bisa jadi novel yang cukup menarik. Hanya saja Danielle Steel lebih mementingkan penjualan buku daripada kualitas. 

Jadi sudah pasti, gue nggak akan baca buku Danielle Steel yang lain.

Cheers from the piggy dreamer (just ate big portions of Spaghetti Carbonara),


:)  

No comments:

Post a Comment