Showing posts with label Rina Suryakusuma. Show all posts
Showing posts with label Rina Suryakusuma. Show all posts

Monday, 29 December 2025

Falling


 Judul : Falling
Penulis : Rina Suryakusuma
Tebal : 320 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Carly merasa hidupnya berjalan normal. Ia punya orangtua yang menyayanginya, calon tunangan yang tampan dan perhatian, serta sahabat-sahabat yang peduli padanya. Namun, Carly selalu merasahidupnya belum utuh, ada kehampaan dalam hatinya. Sampai satu titik ia bertemu Maggie, dan ia tahu hidupnya takkan pernah sama lagi. Maggie memiliki karier sukses dan tahu bahwa dia tidak seperti perempuan kebanyakan. Dan, Maggie tidak pernah ragu dengan apa yang dia inginkan dalam hidup.

Sampai ia bertemu dengan Carly dan menjalin hubungan kerja. Hubungan yang berlanjut pada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang dalam, dan mengubah pandangan serta perasaan mereka selamanya. Hingga akhirnya Carly pun menyadari bahwa dia perlu jatuh cinta pada orang yang salah untuk menemukan dirinya yang sesungguhnya...

Friday, 3 November 2023

Just Another Birthday


 Judul : Just Another Birthday
Penulis : Rina Suryakusuma
Tebal : 248 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Sarah, single mom dari satu anak TK yang kritis dan suka bertanya segala hal, mulai dari pertanyaan sederhana seperti—Kenapa kita ulang tahun cuma satu tahun sekali, Ma?—sampai pertanyaan yang tidak bisa dijawab macam, “Mama, di mana Papa?”

Pada usianya yang masih 20-an, Sarah belajar dengan cara sulit bahwa hidup ini tidak seindah dongeng. Tak ada yang namanya Prince Charming. Namun ketika bertemu dengan Jeremy, Sarah bertanya apakah mungkin harapan itu masih ada. Bersama Jeremy, Sarah berpikir segalanya mungkin hingga ayah dari putrinya kembali ke dalam hidupnya.

Ketika kebahagiaan nyaris dalam genggaman, Sarah dihadapkan pada batu ujian hidup... terutama ketika dia harus kehilangan orang terpenting dalam hidupnya.

Wednesday, 30 November 2022

Gravity


Judul : Gravity
Penulis : Rina Suryakusuma
Tebal : 328 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cecilia selalu merasa ia dan Declan seperti magnet yang tarik-menarik, tetapi kecintaan Declan untuk traveling dan profesinya sebagai fotografer membuat pria itu sering meninggalkan Cee. Lama-kelamaan kehadiran Declan mulai terasa hanya sebatas suvenir, foto, dan pesan singkat.

Hingga suatu hari, pertemuan yang tak sengaja dengan Bernard, menggoyahkan Cee. Sang business analyst memesona hati Cee dengan sosoknya yang selalu ada ketika Declan selalu meninggalkannya. Dan, ketika Cee nyaris yakin dengan perasaannya terhadap Bernard, Declan kembali mencoba memenangkan hati Cee.

Cee bimbang, namun seperti gravitasi, semua orang yang sudah digariskan ada dalam hidupmu, akan selalu kembali padamu. Tapi benarkah akan selamanya seperti itu?

Saturday, 9 February 2013

Lukisan Keempat


Judul : Lukisan Keempat
Penulis : Rina Suryakusuma
Tebal : 224 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Sebagai pramugari maskapai penerbangan internasional Corissa Airlines, tidak seorang pun mengira Natasya Petra Rahadian memiliki tiga fase kehidupan yang membuat gadis itu terluka karena cinta.

Dimulai dari ayahnya yang meninggalkan Natasya bersama ibu dan adiknya. Kekasih masa kuliah yang menduakannya dengan sahabat karibnya sendiri. Dan terakhir, pilot yang dekat dengan dirinya ketika menjalani pelatihan berselingkuh dengan teman sekamarnya.

Natasya bersumpah takkan jatuh cinta lagi. Sampai ia bertemu Craig Hayden, penumpang Corissa Airlines yang menyebalkan. Sementara Craig sudah tertarik pada Natasya yang begitu menawan hati saat kali pertama ia memandangnya.

Entah bagaimana Craig tahu, Nat memendam luka dalam hidupnya. Ia bertekad akan menyingkap kabut tersebut, memberi Natasya siraman kasih sayang, dan mengembalikan kepercayaannya kepada cinta.

Mampukah Craig membuktikan bahwa ia layak masuk dalam kehidupan Natasya? Bisakah Craig mewujudkan tekadnya untuk menjadi bagian dari lukisan hidup Natasya yang keempat, sekaligus yang terakhir?

Review:
Ah, ini salah satu buku yang bikin saya gatal mau menulis ulang.

Kali ini saya membaca Amore lagi. Tipis dan ringan. Cocok buat otak saya yang lagi mumet akhir-akhir ini. Kebetulan Rina Suryakusuma sudah bukan penulis asing lagi buat saya. Biasanya karya dia cukup menghibur walau tidak sampai bisa membuat saya suka banget sama novelnya.

Tampaknya ini buku Amore pertama yang diterbitkan oleh penulis. Mungkin itu sebabnya narasi dan plotnya terasa mentah dan tidak rapi. Adegannya loncat-loncat dan tidak berkesan. Saya tertipu dengan luka hidup Natasya. Di sinopsis digambarkan seakan hidup Natasya itu penuh lika-liku yang berat. Tapi saya sama sekali tidak merasakan esensi luka itu sama sekali. Interval antara kejadian yang satu dengan yang lain terlalu cepat dan terasa terburu-buru. Saya tidak masalah dengan kemunculan tokoh pria utama yang agak terlambat. Tapi bukan berarti peristiwa di awal harus dikebut supaya cepat-cepat bisa memunculkan Craig. 

Saya sempat berharap ada kejadian menggemaskan dan bikin seru saat Craig muncul. Tapi saya harus kecewa lagi karena rasa suka Craig terhadap Natasya muncul secara instan dan tidak masuk akal. Lalu bukankah Natasya punya luka yang membuatnya tidak percaya pada laki-laki? Namun anehnya dia cepat sekali luluh pada Craig. Dan lalu cerita pun berakhir.

Ide ceritanya bagus. Saya selalu suka drama dan penderitaan lebay dalam novel. Hanya saja untuk menulis cerita seperti itu, penulis harus bisa menggali akar masalah dan aspek psikologis karakter lebih dalam. Selain itu, penulis harus bisa membuat drama yang terkesan tidak masuk akal terasa normal-normal saja dengan pembawaan kata-katanya. Sayangnya, Rina gagal menciptakan kisah seperti itu dalam novel ini.

Yang ingin mencoba karya penulis, saya menyarankan untuk membaca Lullaby terlebih dahulu.

2/5

Wednesday, 12 December 2012

Postcard from Neverland


Judul : Postcard from Neverland
Penulis : Rina Suryakusuma
Tebal : 280 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Ami Siswoyo harus bekerja keras demi ibu dan adiknya setelah ayahnya meninggal. Ia yang putus kuliah dan hanya punya ijazah SMA cuma bisa mendapat kerjaan sebagai pelayan. Namun karena wajahnya yang cantik, ia terpaksa menerima pelecehan dari pelanggan-pelanggan pria. Sampai suatu hari ia tidak tahan dan menyiram air ke wajah seorang pelanggan. Jadilah, ia dipecat.

Diajak oleh sahabatnya, Ami pun melamar kerja di satu hotel yang baru akan dibuka. Tapi di situpun ia dilecehkan oleh manajer humas yang mewawancarainya. Untung saja, ada Joshua Leinard yang menolongnya.

Joshua adalah seorang duda bule beranak satu dengan usia 40 tahun. Ia meminta Ami untuk menjadi pembantu di rumahnya. Awalnya Ami menganggap Joshua sama saja dengan pria lain yang ingin tidur dengannya. Tapi ternyata bukan.

Perbedaan usia, status, dan budaya... Namun itu semua tidak mencegah Ami jatuh cinta pada Joshua. Tapi ia ingin menjadi setara dulu dengan pria itu sebelum mereka bisa bersama.

Kesan: 
Seperti biasa, karangan Rina Suryakusuma selalu tipis dan ringan untuk dibaca. Kebetulan saya baca ini di pesawat dan langsung selesai begitu sampai di Singapura.

Saya sudah membaca dua buku Rina, yaitu Lullaby dan Jejak Kenangan. Saya suka dengan kedua buku itu, terutama dengan ceritanya. Tapi saya jauh lebih suka dengan Postcard from Neverland ini walaupun ceritanya kurang detail dan penjelasanya terlalu terburu-buru. Ceritanya juga klise. Pembantu dan General Manager jatuh cinta. Tapi saya selalu suka cerita seperti itu. Apalagi saya suka dengan tokoh Ami yang tidak menyerah pada nasib dan terus berjuang. Bahkan ia mau bersusah-susah kuliah dan sukses demi bisa setara dengan Josh. Padahal dia bisa saja menikah dengan Josh dan tidak usah pusing-pusing lagi. Toh, si Josh kan kaya.

Yang agak mengganggu cuma bagian Dennis, anak Josh yang mengenal Ami karena pernah melihat gadis itu di restoran tempat Ami dilecehkan. Terlalu kebetulan. Dan agak geli sih waktu tahu kalau Dennis suka sama Ami juga. Ya, ampun. Papa sama anak seleranya sama. Lalu judulnya sepertinya tidak terlalu cocok. Postcard from Neverland adalah kumpulan postcard yang dikirim ayah Ami dan rasanya itu tidak berhubungan dengan apapun yang ada di dalam cerita, bahkan hanya disebutkan sambil lalu.

Dan nama tokoh cowoknya Josh. Aduh, itu nama favorit saya. Bahkan handphone pertama saya diberi nama itu. Hape saya yang sekarang sudah masuk ke edisi nomor tiga, jadi namanya Josh3. (saya tahu itu konyol, tapi jangan tertawa =.=) Tapi kenapa disamain sama Simon Cowell? Arrrggghhh... Langsung ilfil. (no offense buat penggemar Simon, hehe)

Saya akan menunggu karya Rina yang lain :)

3/5

Sunday, 8 January 2012

Lullaby


 Judul : Lullaby
Penulis : Rina Suryakusuma
Tebal : 240 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
My rating : 4/5

Terkecoh... tertipu... aihh!! Saya berhasil dibuat kaget dengan ceritanya. Sumpah, saya nggak nyangka banget ternyata begitu. Unpredictable!

Mengisahkan dua saudara kembar bernama Audy dan Rose. Audy menderita kelainan jantung sejak kecil sementara Rose, kakak kembarnya yang lebih pendiam sehat walafiat. Karena itulah seluruh anggota keluarga lebih mempedulikan Audy. Mereka semua bersikap seakan Rose nggak penting, seakan Rose nggak ada. Dan Audy jadi kasihan sama Rose. Dia bahkan nggak berani menggapai kebahagiaannya sendiri, yaitu menerima cinta Mardi, pria yang sangat setia mendampinginya. Si Mardi ini sabar banget deh nunggu si Audy padahal Audy nolak dia berkali-kali. 

Nah, alasan Audy menolak Mardi itu karena dia nggak mau meninggalkan Rose sendirian. Si Rose kan tipe penyendiri, sibuk kerja, dan nggak suka gaul. Audy cemas. Dia mau Rose menemukan cinta sejatinya supaya Audy sendiri bisa mengejar kebahagiaannya dengan bebas. Si Audy ini baik dan penyayang banget deh. 

Masalahnya sederhana kan? Tapi di tengah cerita, kita bakal dibawa pada pengungkapan kebenaran yang sangat mengejutkan. Wow!

Ini novel kedua Rina Suryakusuma yang saya baca. Sebelumnya saya membaca Jejak Kenangan dan saya cukup suka dengan novel itu. Tapi saya lebih suka Lullaby karena twisted plotnya dan juga karakter tokoh utamanya yang cukup kuat. 

Nice book!

Satu keluhan dari saya : kurang tebel, mau Mardi dan Audy yang lebih banyak... hehehe

Friday, 28 October 2011

Jejak Kenangan


Judul : Jejak Kenangan
Pengarang : Rina Suryakusuma
Tebal : 264 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Resensi :
Duka masa lalu membayangi Allysa Gumulya. Berawal dari ayah yang tak pernah dikenalnya, kepergian ibunda yang sangat dicintainya, juga masa remaja penuh keprihatinan karena perbuatan gadis kejam yang tak berperasaan.

Ally bersumpah, demi malam yang dilaluinya dengan tangis, kesempatan untuk membalas luka masa lalunya akan tiba. Dan saat yang ditunggu itu memang tiba. Gadis masa lalu itu, Nadia Wibrata, hadir sebagai tunangan Ivan Adidjaja, pria yang sangat Ally cintai.

Solusinya terasa sangat mudah untuk Ally. Rebut Ivan, buat pria itu mencampakkan Nadia. Tapi, tidak semua kejadian berjalan seperti yang Ally rencanakan. Ketika Ivan mengetahui motif tersembunyi Ally, ego pria itu terluka.

Kini untuk kedua kalinya Ally harus berjuang. Kali ini bukan untuk dendam masa lalunya, tapi demi cinta sejatinya.…


Saya beli buku ini karena sangat tertarik dengan resensinya. Sumpah, menarik banget. Saya suka tipe cerita dramatis balas dendam kayak model begini.

Aduh, baca buku ini bikin saya kangen sama karya-karya Marga T. Dulu saya penggemar besar cerita tentang dokter-dokternya. Marga T. adalah salah satu pengarang yang bikin saya jatuh cinta sama karya lokal. Saya kan nasionalis, jadi cinta produk bangsa sendiri. Tapi sayangnya, saya tidak bisa menemukan pengarang lokal bagus yang lain setelah itu sehingga saya jadi banyak mengkonsumsi karya luar deh. 

Bukan berarti pengarang lokal lain itu jelek. Tapi ceritanya kurang cocok dengan selera saya saja. Novel sekarang kan banyak menggunakan gaya bahasa yang memamerkan branded items, lalu tokohnya kaya-kaya padahal sebagian besar masyarakat Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Oke, itu memang pilih kasih. Tapi saya lebih suka tokoh yang miskin atau yang biasa-biasa saja, bukan yang hiperbola banget kekayaannya. Soalnya lebih terasa Indonesianya. 

Nah, Rina Suryakusuma ini bisa menjadi Marga T. versi modern. Saya baru pertama kali baca bukunya dia tapi saya langsung suka deh. Tokoh-tokohnya nyata banget. Terus nggak terlalu cheesy dan sangat membumi. Memang masih ada terpengaruh dengan gaya bahasa memamerkan  branded items, tapi saya rasa masih dalam porsi yang wajar.

Dan cowoknya sweet banget. Yang dia lakukan sangat sederhana tapi terasa sweet. Benar-benar menggambarkan kehidupan sehari-hari. Ditambah ada bumbu dramatisnya dengan soal dendam itu. 

Namun, sayang. Nah, ini memang kelemahan yang sering saya temukan di novel Indonesia. Kurang penjelasan. Kalau saya baca novel asing, buku-bukunya kaya akan deskripsi sehingga bisa berimajinasi. Nah, buku ini kurang itu. Banyak adegan di-skip, alurnya terlalu cepat. 

Padahal ceritanya sudah bagus banget. Tapi kekurangan dalam masalah teknis itu cukup mengganggu sehingga saya cuma bisa kasih tiga bintang saja. 

Dreamer is wondering if it is good to know what she wants, but her dream seems useless and people will say so too...


:)