Showing posts with label Clara Ng. Show all posts
Showing posts with label Clara Ng. Show all posts

Sunday, 28 June 2015

Pintu Harmonika


Judul : Pintu Harmonika
Penulis : Clara Ng & Icha Rachmanti
Tebal : 307 halaman
Penerbit : PlotPoint

Dijual cepat: S U R G A!

Punyakah kamu surga di Bumi, tempatmu merasa bebas, terlindungi dan… begitu bahagia hanya dengan berada di situ?

Rizal, Juni, dan David menemukan surga lewat ketidaksengajaan; Buka pintu harmonika, berjalan mengikuti sinar matahari, dan temukan surga. Surga yang tersembunyi di belakang ruko tempat tinggal mereka.

Walau mereka berbeda usia dan tidak juga lantas bermain bersama, surga membuat mereka menemukan bukan hanya sahabat, tetapi juga saudara dan keluarga. Ketika surga mereka akan berakhir, semangat mempertahankannya membawa mereka pada sebuah petualangan lewat tengah malam. Apa pula hubungannya dengan pencitraan Rizal, masalah Juni di sekolah dan bulu hitam misterius yang berpendar cantik temuan David serta suara-suara misterius di atap rukonya?

Wednesday, 29 May 2013

Mantra Dies Irae


Judul : Mantra Dies Irae (Jampi-Jampi Varaiya #3)
Penulis : Clara Ng
Tebal : 352 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Bagaimana jika ini semua ini terjadi pada suatu hari:

Disihir menjadi truk gandeng, lukisan, sapu lidi. Orang yang dicintai habis-habisan tidak pernah membalas cinta itu. Dikejar-kejar teman seperguruan yang ingin membalas dendam. Hukum cinta seakan-akan salah rumus.

Ini bukan hari biasa!
Bayangkan apa yang harus Oryza Pax lakukan!

Dimulailah usaha keras dari seekor kucing hitam bernama Dakocan. Untuk mengais serpih-serpih kebahagiaan. Kebahagiaan yang takkan pernah terlihat. Atau kecuali dimunculkan dengan mantra ajaib: Dies Irae.

Review: 
Ternyata tokoh utamanya bukan lagi Oryza dan Xander. Gantian si kucing hitam Dakocan yang sebenarnya adalah Pax. 

Ini kisah dua orang yang sama-sama patah hati. Gara-gara Xander dan Oryza mau nikah, Pax dan Nuna sama-sama depresi tidak bisa mendapatkan pujaan hati masing-masing. Pax yang biasanya tidur bersama Oryza sebagai kucing sekarang ngekos di rumah Nuna. Sebagai balasannya, Pax membantu Nuna mengurus restorannya sambil  bertengkar gila-gilaan dengan ilmu sihir mereka. 

Seakan belum cukup, Tsungta si Yang Mulia Raja Varaiya muncul dan ingin menjadikan Nuna sebagai ratunya. Padahal saat itu Nuna mulai memiliki perasaan untuk Pax. Selain itu, musuh masa lalu Pax muncul dan mengancam ingin membunuh pria itu. 

Satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah itu hanyalah mantra Dies Irae dan cinta sejati tentunya (ugh). Saya tidak menyangka mantra Dies Irae yang konyol ternyata sekuat itu. Haha...

Cukup menghibur dengan petualangan dan tokohnya yang bervariasi. Sangat jarang saya menemukan fantasi lokal yang ringan dan menyenangkan seperti ini. Sayangnya, saya kurang cocok dengan selera humor di buku ini. 

Tapi walaupun seri Jampi-Jampi Varaiya bukan karya terbaik Clara Ng, saya tetap menyukai pengarang dengan genre tulisan yang bermacam-macam ini. Saya akan tetap menanti karya-karya Clara Ng selanjutnya.


Seri Jampi-Jampi Varaiya:
1. Jampi-Jampi Varaiya
3. Mantra Dies Irae

3/5

Saturday, 23 June 2012

Ramuan Drama Cinta


Judul : Ramuan Drama Cinta (Jampi-Jampi Varaiya #2)
Penulis : Clara Ng
Tebal : 272 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Keluarga yang aneh menghasilkan masalah yang aneh. Itulah yang terjadi di keluarga karbohidrat dalam buku ini. Ketiga anak perempuannya yang bernama Zea Mays (jagung), Oryza Sativa (padi), dan Solanum Tuberosum (kentang) terkena kesialan gara-gara Aqua. 

Sebagai catatan, ini bukan fabel atau cerita tentang tanaman. Ini cerita tentang keluarga penyihir di Jakarta. Aqua yang cemburu karena Xander suka sama Oryza menciptakan ramuan cinta. Namun sayangnya ramuan itu malah jatuh ke ayah Oryza. Saat Oryza terpana melihat ayahnya memperkenalkan ibu tiri yang baru, ternyata Solanum juga jatuh cinta padanya. Benar-benar drama cinta yang kacau.

Dimulailah petualangan mencari penawar ramuan itu. Tapi... ternyata masih ada kesalahpahaman lain yang terjadi.

Hmmm... saya membaca buku pertamanya sudah lama sekali. Saya juga sudah agak lupa sama ceritanya. Tapi begitu membaca buku ini, saya kembali diingatkan akan masalah-masalahnya. Dan masih saja tentang Aqua yang iri pada Oryza. 

Ceritanya cukup lucu dan unik. Mungkin para penggemar cerita ringan berbau sedikit fantasi akan menyukainya. Namun buku ini bukan tipe saya. Saya memang tidak suka cerita lucu atau humor yang berlebihan (baca: tokohnya lebay dan bodoh) sehingga saya tidak terlalu menikmati ceritanya. Saya membaca buku ini karena sudah baca buku pertamanya dan saya cukup suka beberapa karya dari Clara Ng.

2/5