Friday, 1 January 2016

Clockwork Angel


Judul : Clockwork Angel (The Infernal Devices #1)
Penulis : Cassandra Clare
Tebal : 479 halaman
Penerbit : Margaret K. McElderry Books

When sixteen-year-old Tessa Gray crosses the ocean to find her brother, her destination is England, the time is the reign of Queen Victoria, and something terrifying is waiting for her in London's Downworld, where vampires, warlocks and other supernatural folk stalk the gaslit streets. Only the Shadowhunters, warriors dedicated to ridding the world of demons, keep order amidst the chaos.

Kidnapped by the mysterious Dark Sisters, members of a secret organization called The Pandemonium Club, Tessa soon learns that she herself is a Downworlder with a rare ability: the power to transform, at will, into another person. What’s more, the Magister, the shadowy figure who runs the Club, will stop at nothing to claim Tessa's power for his own.

Friendless and hunted, Tessa takes refuge with the Shadowhunters of the London Institute, who swear to find her brother if she will use her power to help them. She soon finds herself fascinated by—and torn between—two best friends: James, whose fragile beauty hides a deadly secret, and blue-eyed Will, whose caustic wit and volatile moods keep everyone in his life at arm's length . . . everyone, that is, but Tessa. As their search draws them deep into the heart of an arcane plot that threatens to destroy the Shadowhunters, Tessa realizes that she may need to choose between saving her brother and helping her new friends save the world. . . . and that love may be the most dangerous magic of all.


Review:
Banyak yang bilang seri ini jauh lebih bagus daripada The Mortal Instruments (TMI). Tapi yang membuat saya tertarik membacanya adalah settingnya. London zaman Victoria gitu. Keren pastinya.

Dan betul. Settingnya kuat sekali. Saya bisa membayangkan dengan jelas sudut-sudut Kota London yang gelap dan dingin. Langit yang mendung, muram, dan berhujan. Pakaiannya juga. Gaun panjang berenda-renda. Karya sastra dan puisi-puisinya. Wow! Bahkan budaya dan cara bicara tokoh-tokohnya itu, lho. Sangat khas dan jadul. Ih, saya senang banget bacanya. Bisa sok ikut-ikutan jadi orang Victoria pas baca dialog-dialognya. #abaikanorangkampunganini

Ceritanya bermula dengan Tessa Gray, seorang imigran dari New York yang pergi ke London untuk mencari kakaknya, Nathaniel setelah bibinya meninggal. Sayangnya, dia diculik oleh The Dark Sisters dan dijadikan tahanan. Kalau ia tidak mau mengikuti keinginan mereka, Nathaniel akan dibunuh. Dengan terpaksa, Tessa mempelajari ilmu Shape-Changer yang tidak pernah ia ketahui bisa dilakukannya.

Lalu Tessa diselamatkan oleh Will Herondale, seorang Shadowhunter yang kebetulan sedang menyelidiki kematian-kematian manusia misterius di area Downworlder. Merasa tidak punya siapa-siapa, Tessa pun setuju tinggal di institut yang menjadi tempat tinggal Shadowhunter. Ia juga setuju membagikan rahasia tentang kekuatannya juga informasi tentang The Dark Sisters. Sebagai balasan, para Shadowhunter harus membantunya mencari Nathaniel.

Tapi semakin jauh Tessa terlibat dengan penyelidikan, banyak hal aneh yang ditemukannya. Termasuk alasan kenapa bos The Dark Sisters yang disebut Magister menginginkan kekuatannya juga siapa jati dirinya yang sebenarnya.

Buku ini tidak intens dengan action ataupun penuh dengan kejutan yang tak terduga. Saya sih santai bacanya. Tapi seperti yang saya bilang di atas, saya suka sekali settingnya, membuat saya ingin mengunjungi London lagi. Dan yang terutama, saya suka sekali dengan tokoh-tokohnya. Walaupun Will terkesan sama dengan karakter Jace di TMI, namun saya cukup penasaran dengan sosoknya yang misterius. Tapi... bukan Will yang bikin saya suka dengan buku ini. 

Jem Carstairs dan Tessa Gray. 

Sebagai tokoh utama, Tessa Gray sangat strong dan mandiri sekalipun ia tetap memiliki sisi kuno khas zamannya. Dan saya sangat kasihan dengan nasibnya. Mungkin segala masalah di buku ini membuat Tessa terkesan seperti Mary Sue, tapi saya tetap merasa kasihan. Siapa sih yang mau dilahirkan seperti itu? Seakan seluruh hidupnya hanyalah kebohongan, dikhianati oleh keluarga sendiri. Untungnya, ia bertemu para Shadowhunter yang kelak akan menjadi keluarga baginya. Oh, dia cukup badass loh. Adegan penyamaran di pesta vampir dan adegan saat ia berhadapan dengan Magister membuat saya salut pada keberanian tokoh ini.

Sedangkan Jem... Gila, tokoh keren dari mana ini? Latar belakangnya yang unik membuat saya langsung tertarik dengan tokoh ini. Dan dia adalah gentleman sejati. Cara dia bicara, kesan pembawaannya yang tenang, dan kesabarannya dalam menghadapi penyakitnya itu bikin saya suka banget banget banget sama dia. Dia juga seorang old soul yang lucu, apalagi kalau lagi berburu monster berdua dengan Will. Bahkan dengan keterbatasannya, dia masih bisa tetap keren saat bertarung. Kyaaaaaaa!!

Oh, ada si Magnus Bane juga di buku ini. Serasa bertemu teman lama, eh?

Tokoh-tokoh lainnya juga menyenangkan. Jessamine yang bitchy dan tak terduga, Henry yang konyol dan geeky, Charlotte yang blak-blakan dan fearless... Saya tidak tahu bagaimana Cassandra Clare bisa kepikiran bikin tokoh kayak mereka. Sangat endearing. Saya bisa membayangkan seberapa asyiknya mereka sebagai keluarga. Pokoknya saya sangat suka membaca adegan sehari-hari di buku ini. Tidak penting tapi menyenangkan.

Penasaran sama buku keduanya. Hihi...

5/5

No comments:

Post a Comment