Saturday, 13 October 2018

The Sun is Also a Star


Judul : The Sun is Also a Star
Penulis : Nicola Yoon
Tebal : 344 halaman
Penerbit : Corgi

Natasha: I’m a girl who believes in science and facts. Not fate. Not destiny. Or dreams that will never come true. I’m definitely not the kind of girl who meets a cute boy on a crowded New York City street and falls in love with him. Not when my family is twelve hours away from being deported to Jamaica. Falling in love with him won’t be my story.

Daniel: I’ve always been the good son, the good student, living up to my parents’ high expectations. Never the poet. Or the dreamer. But when I see her, I forget about all that. Something about Natasha makes me think that fate has something much more extraordinary in store - for both of us.

The Universe: Every moment in our lives has brought us to this single moment. A million futures lie before us. Which one will come true?


Review:
Memang, karya Nicola Yoon ini bukan tipe saya. Tidak masuk akal bagaimana dua orang asing bisa saling jatuh cinta hanya dalam sehari. Saya orang romantis, tapi bahkan saya tidak bisa percaya dengan isi buku ini.

Tokohnya ada dua: Natasha dan Daniel. Natasha adalah imigran gelap dari Jamaika yang harus pulang ke negaranya hari itu, sedangkan Daniel adalah orang Korea generasi kedua yang terperangkap di dalam dua budaya. Sebenarnya karakter mereka menarik. Natasha sangat logis dan terpaku pada sains, sementara Daniel mencintai ide cinta dan puisi-puisi dramatis. Percakapan-percakapan di antara mereka cukup menggugah otak untuk berpikir.

Buku ini banyak membicarakan soal takdir. Selain dua tokoh utama, banyak juga tokoh lain yang diceritakan demi menyambungkan benang-benang nasib di sekitar kedua tokoh utama. Ada tema metafisikanya juga. Memang, agak menjauh dari plot utamanya. Tapi bagian-bagian itu membuat buku ini terasa fresh dan berbeda dari kisah romansa yang lain.

Tadinya saya mau kasih dua bintang untuk buku ini. Tapi karena saya cukup suka sama endingnya, jadi saya kasih lebih. Setidaknya endingnya tidak merusak seperti buku Nicola Yoon yang Everything, Everything itu. 

3/5 

1 comment: