Showing posts with label Michelle Paver. Show all posts
Showing posts with label Michelle Paver. Show all posts

Friday, 9 November 2012

Ghost Hunter


Judul : Ghost Hunter (Chronicles of Ancient Darkness #6)
Penulis : Michelle Paver
Tebal : 240 halaman
Penerbit : Orion

Torak resah dan tidak bisa diam saat mengetahui kalau fire opal terakhir dimiliki oleh Soul Eater dari klan Eagle Owl. Ia ingin menyelesaikan semuanya. Ia ingin memenuhi takdirnya sebagai penumpas seluruh Soul Eater. Tapi masalahnya, Eostra si Soul Eater terakhir ini sangatlah sakti dan kejam. Ia ingin menguasai iblis dan juga manusia.

Finn-Kedin tidak ingin Torak pergi karena bagaimanapun sekarang Torak adalah anak angkatnya. Tapi Torak tidak peduli. Ia sengaja kabur lagi bahkan tanpa bilang apa-apa pada Renn. Ia pergi menemui Wolf untuk mengucapkan selamat tinggal karena kali ini perjalanannya hanya untuk Torak sendiri saja.

Renn marah. Lagi-lagi Torak meninggalkannya. Ia pun menyusul Torak.

Di sisi lain, seekor Eagle Owl yang sudah dirasuki roh iblis diutus oleh Eostra untuk membunuh Wolf dan Renn agar Torak tidak punya teman lagi untuk dimintai bantuan. Dalam penyerangan itu, Wolf kehilangan anak dan istrinya. 

Wolf putus asa. Ia tidak ingin hidup lagi. Tapi Torak terus menemaninya. Renn yang akhirnya bergabung menyarankan agar mereka pergi bersama. Tapi Torak tidak mau. Ia menyatakan perasaannya pada Renn dan berharap Renn bisa bahagia karena ia harus menggenapi nasibnya sendiri. Kebetulan ramalan nasibnya adalah mati di tangan Soul Eater.

Dalam perjalanannya ke puncak gunung di mana Eostra melaksanakan ritual pemanggilan iblis, Torak bertemu dengan seorang anak yang memelihara Raven berwarna putih. Siapakah dia? Dan bagaimana petualangan ini akan berakhir? Benarkah Torak akhirnya mati?

Kesan:
Akhirnya sampai ke buku terakhir juga. Saya tidak menyangka endingnya bagus banget. Saya masih terpukau sampai sekarang saking suka sama endingnya. Saya nggak nyangka Wolf menyelamatkan Torak dengan cara begitu. Saya jadi cinta mati sama si Wolf yang sangat setia itu.

Status Torak sebagai spirit walker dan juga seseorang yang diselamatkan dari kematian oleh serigala membuat Torak ditakuti semua orang. Tidak ada yang berani mendekatinya. Itu sebabnya ia memutuskan untuk pergi meninggalkan kemah Raven clan untuk mengembara sendiri bersama Wolf. Awalnya saya sempat agak waswas kalau endingnya akan menggantung dan sedih. Padahal saya sudah mengharapkan happy ending karena bagaimanapun ini kan buku fantasi anak-anak.

Tapi tentu saja nggak mengecewakan. 

Keluhan saya hanya pada adegan mengalahkan Eostra yang kurang meyakinkan. Selama ini saya menyangka Eostra itu paling kuat dan paling mengerikan dari semua Soul Eater, tapi adegan pembunuhannya nggak banget. Walaupun begitu saya tetap memberi buku ini lima bintang karena endingnya yang sangat heartwarming.

Lalu pemecahan akhirnya memang agak maksa, terutama kemunculan si pengendali Raven putih. Tapi yang penting Torak dan Renn tidak perlu berpisah lagi. Wolf juga kembali bertemu dengan istri dan anaknya lagi walau anaknya tinggal satu. Kerenlah pokoknya. Tapi sayang seri ini sudah berakhir.

Sebagai catatan, keseluruhan judul buku seri Chronicles of Ancient Darkness berasal dari semua julukan Torak. Sebagai saudara serigala (Wolf Brother), spirit walker, soul eater, yang terbuang (Outcast), pelanggar sumpah (Oath Breaker), dan juga pemburu iblis (Ghost Hunter).

Seri Chronicle of Ancient Darkness:
6. Ghost Hunter

5/5

Wednesday, 24 October 2012

Oath Breaker


Judul : Oath Breaker (Chronicles of Ancient Darkness #5)
Penulis : Michelle Paver
Tebal : 224 halaman
Penerbit : Orion

Torak berlibur di daerah Seal Clan bersama Bane. Mereka berdua menjadi teman dekat sejak Bane menyelamatkan Torak dari Seshru di buku sebelumnya. 

Malam itu, Torak dan Bane sedang mendapat giliran jaga. Bane mengutarakan keinginannya untuk meminta Renn sebagai pasangannya nanti. Torak marah tiba-tiba dan pergi meninggalkan Bane.

Torak tidak pernah menyangka kalau ia akan menemukan Bane terbunuh saat ia kembali. Dan semua jejak menunjukkan kalau pelakunya adalah Thiazzi, Soul Eater dari Oak Clan.

Demi dendamnya, Torak nekad pergi ke Deep Forest demi mencari Thiazzi. Hanya saja di Deep Forest sedang terjadi perang antarklan yang disebabkan oleh Thiazzi yang menyamar. 

Bagaimana caranya agar Torak bisa mengalahkan Thiazzi yang adalah Soul Eater bertenaga paling kuat?

Kesan:
Wah, di buku ini saya mulai mendeteksi rasa suka Torak kepada Renn. Mungkin supaya Torak nggak kalah dari si Wolf yang juga sudah jatuh cinta dengan serigala lain bernama Darkfur. *eaaa

Menurut saya, Thiazzi agak menyeramkan di buku ini. Sebelumnya saya hanya menganggap dia sebagai penjahat kuat tak berotak. Tapi di sini... Penyamarannya oke banget. Saya sampai dibuat merinding sendiri saat Torak masuk ke sarang sang Soul Eater tanpa rasa curiga.

Di sini akhirnya Wolf sadar kalau Torak bukanlah seekor serigala seperti yang dikiranya selama ini. Wolf kecewa dan kabur meninggalkan Torak. Namun kesetiaan dan ikatan batin memang tidak pernah salah. Wolf akhirnya kembali untuk bersama Torak. Baik sekali kau, Wolf!

Dan Wolf punya anak, lho! Aih, lucunya!

4/5

Sunday, 21 October 2012

Outcast


Judul : Outcast (Chronicles of Ancient Darkness #4)
Penulis : Michelle Paver
Tebal : 274 halaman
Penerbit : Orion


Torak ketakutan. Ia menyimpan rahasia yang sangat besar dan tidak satu orang pun tahu. Sewaktu terakhir kali ia berhadapan dengan Soul Eater, ia telah diberi tanda dan ditato untuk menjadi bagian dari penyihir-penyihir jahat itu. Dengan paksaan, tentunya. 

Dalam suatu pertengkaran dengan Boar Clan, rahasia itu terungkap. Dan ia diusir, dikucilkan, dan diberi tanda sebagai Outcast. 

Torak harus berlari demi hidupnya. Sendirian tanpa siapapun. Namun banyak orang mengejarnya untuk membunuhnya. Hanya Renn yang setia berusaha melindungi Torak dari belakang.

Perlarian Torak membawanya ke sarang Seshru, Soul Eater dari Viper Clan. Tanpa disadarinya, sang Soul Eater sudah memanipulasi Torak. Memang Seshru sengaja memimpin jalan Torak ke sarangnya.

Hari berlalu dan pikiran Torak semakin buram. Ia lupa dengan kehidupannya sendiri dan mulai melupakan namanya sendiri. 

Tidak hanya dipojokkan oleh Seshru, Torak masih harus menghadapi para pemburu yang mengincar nyawanya. Bagaimana caranya Torak selamat dari cengkeraman Seshru dengan kondisinya yang seperti itu? 

Kesan:
Masih dengan ciri khasnya, Michelle Paver membawa saya ke dalam dunia gloomy dan kuno seorang Torak. Misteri perjalanan Torak dibungkus secara apik sampai akhirnya semua rahasia terbongkar di akhir. Itulah nilai plus penulis yang selalu bisa mengejutkan saya setiap kali petualangan Torak hampir mencapai akhir. Menegangkan dan membuat penasaran.

Kekurangan dari buku ini hanya satu. Saya merasa bosan dengan bagian tengahnya. Masalahnya, Torak hanya berpetualang sendirian. Sebagian besar, bagian tengah itu berupa narasi dan monolog Torak. Saya lebih suka banyak percakapan supaya tidak terlalu monoton. 

Saya masih suka Wolf yang sangat setia. Saya juga suka Renn yang tidak pernah menyerah. Sementara Torak... saya sungguh merasa kasihan pada tokoh itu. Tiap kali dapat sial melulu. Padahal dia baru 14 tahun. 

Lanjut ke buku kelima...

4/5  

Saturday, 15 September 2012

Soul Eater


Judul : Soul Eater (Chronicles of Ancient Darkness #3)
Penulis : Michelle Paver
Tebal : 275 halaman
Penerbit : Orion

Di suatu hari yang sial... Torak sedang berada di hutan bersama Renn dan Wolf sewaktu Wolf diculik. Renn menyarankan agar mereka kembali ke perkemahan dan melaporkan semuanya pada Finn Kedin, ketua klan Raven. Namun Torak berkeras untuk mencari Wolf sendiri.

Menggunakan kemampuannya sebagai Spirit Walker, Torak masuk ke dalam jiwa seekor Raven dan menemukan bahwa Wolf diculik oleh para Soul Eater. Soul Eater adalah kelompok Mage yang sudah menyerahkan diri pada sihir jahat. 

Jejak yang diikuti Torak berakhir di Utara, di mana salju terbentang di mana-mana. Sebagai penghuni hutan, Torak dan Renn tidak kuat hidup di tengah udara dingin seperti itu. Tapi mereka tidak punya pilihan.

Bagaimana Torak menyelamatkan Wolf dari empat orang Soul Eater dengan kemampuan sihir luar biasa? Apakah Torak berhasil mencegah para Soul Eater melepaskan iblis ke dunia mereka?

Kesan:
Karena sebelumnya saya terpukau pada buku keduanya, Spirit Walker, saya jadi berharap terlalu tinggi untuk buku ini. Tapi ternyata saya kurang suka dengan buku ini. Nggak jelek sih, cuma rasanya kurang mantap gimana gitu. Petualangannya kurang misteri karena sejak awal Torak sudah tahu Wolf ada di mana dan bersama siapa. Dan saya bisa menebak bagaimana akhirnya Torak bisa selamat karena dialog di awal pertemuan Torak dengan salah satu Soul Eater.

Selain itu, bagian Wolfnya kurang. Yah, sepanjang buku ini kebanyakan si Wolf dikasih obat yang bikin dia bingung jadi nggak bisa apa-apa.

Tapi satu hal yang cukup bikin sedih adalah percakapan Torak dengan Renn sewaktu bilang kalau Wolf adalah segala-galanya buat dia. Torak merasa nggak punya siapa-siapa, bahkan klan Serigala saja tidak ada. Dia nggak bisa cocok dengan siapapun karena bagaimanapun dia berbeda dengan orang biasa. Kemampuannya sebagai Spirit Walker saja sudah membuat orang lain menganggap dia aneh. (Oke, saya memang punya kecenderungan suka pada segala hal yang berbau lonely... memang aneh saya ini =.=)

Lanjut ke seri berikutnya...

4/5

Sunday, 9 September 2012

Spirit Walker


Judul : Spirit Walker (Chronicles of Ancient Darkness #2)
Penulis : Michelle Paver
Tebal : 294 halaman
Penerbit : Orion

Sebuah penyakit aneh... Penderitanya seperti kerasukan iblis dan mulai menggaruk-garuk kulitnya sebelum mulai membunuh dirinya sendiri.

Torak ingin pergi untuk mencari obatnya. Namun ketua Raven clan tidak setuju. Ia berpendapat kalau penyakit itu adalah jebakan agar Torak keluar dari sarangnya. Sebelumnya Torak telah membunuh beruang yang dirasuki iblis dan para Soul Eater ingin tahu siapa yang telah membunuh makhluk ciptaan mereka.

Torak tidak mengindahkan nasehat sang ketua. Diam-diam ia pergi sendiri menuju perkemahan klan-klan di timur karena di situlah penyakit itu bermula. 

Renn langsung tahu kalau sahabatnya pergi mencari obat. Ia marah karena tidak diajak. Ia pun mengikuti jejak Torak.

Sementara itu, Wolf yang hilang di akhir buku pertama sudah tumbuh dewasa. Ia ingin kembali pada Torak.

Petualangan dimulai. Dari hutan, mereka menuju lautan di mana Seal clan bermukim. Torak merasa seperti berada di rumah. Ia betah tinggal di situ. Ia mengenal Tenris, penyihir kaum Seal yang bisa membuat obat penawar penyakit aneh itu. 

Dan di situlah Torak mulai mengetahui kemampuan dirinya yang tersembunyi, termasuk kebenaran masa lalu ayahnya.

Kesan:
Masih seperti buku pertamanya, saya terpukau dengan kebudayaan dan cara hidup klan-klan yang unik ini. Saya baru tahu kalau Seal itu bisa dimakan dan kulitnya bisa dipakai buat bikin baju <--- ga penting.

Daya tarik utama buku ini tetaplah si Wolf yang bahasanya lucu sekali. Tall Tailless = manusia, Up = langit, Bright Yellow Eye = matahari, Dark = malam, Light = siang, Bright White Eye and his cubs = bulan dan bintang. Saya sampai pengen miara serigala padahal aslinya sih serigala itu ganas.

Jalan ceritanya menarik karena saya memang suka petualangan. Dan dibanding buku pertama, ini lebih rame. Terutama rahasia besar yang terungkap di akhir. Anehnya, saya tidak bisa menebak rahasia yang sudah jelas itu dari judul dan beruang yang memburu ayah Torak. Mungkin saya lagi malas mikir kali ya jadi saya kaget begitu tahu kalau... (baca sendiri, muahaha)

Untuk buku anak-anak, Spirit Walker termasuk sangat serius. Malah lebih cocok untuk remaja, menurut saya.

5/5 

Monday, 25 June 2012

Wolf Brother


Judul : Wolf Brother (Chronicles of Ancient Darkness #1)
Penulis : Michelle Paver
Tebal : 256 halaman 
Penerbit : Orion

Seekor beruang besar dan jahat membunuh ayah Torak. Sendirian dalam usianya yang masih 12 tahun, Torak berjalan tanpa tujuan di hutan sunyi yang penuh binatang buas. Ia hanya punya satu keinginan: mencapai Mountain of The World Spirit sesuai permintaan ayahnya sebelum meninggal.

Di dalam perjalanannya, ia bertemu dengan anak serigala yang baru kehilangan keluarganya dalam banjir. Karena Torak berasal dari klan Serigala, si anak serigala yang diberi nama Wolf menganggap Torak adalah teman. Berdua mereka melanjutkan perjalanan.

Yang tidak disangka Torak adalah masa lalu ayahnya. Alasan ayahnya menyuruh dirinya menuju Mountain of The World Spirit, alasan kenapa mereka hanya hidup berdua terpisah dari klan manapun... Karena sejak awal nasib Torak sudah digariskan. Dia harus mati supaya beruang besar yang sudah dirasuki iblis itu lenyap. 

Torak, Wolf, dan Renn... Petualangan mereka berbahaya dan penuh misteri. Mereka juga belajar arti persahabatan dan kerja sama.

Kesan:
Terus-terang cerita ini sangat unik. Kalau pengarang lain menceritakan dunia fantasi dalam dunia modern, cerita ini berlangsung 6000 tahun lalu setelah zaman es. Manusia masih percaya takhayul dan keberadaan iblis. Mereka hidup dengan logika yang sangat aneh sekalipun cukup bisa dimengerti.

Dunia purba seperti di buku ini benar-benar menjadi daya tarik tersendiri. Michelle Paver mendeskripsikan dengan sangat lengkap dan detail keadaan hutan, cuaca, dan kebudayaan liar zaman itu. 

Dan saya suka sekali sama Wolf. Narasi yang ditulis dari sudut pandangnya sungguh lucu. Bahasanya menggemaskan. Misalnya: dia menyebut api itu "Bright-Beast-That-Bites-Hot" karena pertama kali ia menyentuh api rasanya panas menggigit. Ada-ada saja sebutannya.

Ceritanya sangat serius untuk ukuran buku anak-anak. Tapi saya suka dengan temanya dan dunia kunonya.

4/5