Showing posts with label Johanna Lindsey. Show all posts
Showing posts with label Johanna Lindsey. Show all posts

Tuesday, 29 November 2022

Marriage Most Scandalous

 


Judul : Marriage Most Scandalous

Penulis : Johanna Lindsey

Tebal : 458 halaman

Penerbit : Gagasmedia


Ketika Sebastian Townshend, putra sulung dari generasi kedelapan Earl of Edgewood, dibuang karena sebuah peristiwa duel yang memalukan, dia bersumpah kepada dirinya sendiri tidak akan pernah menginjakkan kaki ke Inggris. Bertahun-tahun sesudahnya, Sebastian malah terkenal sebagai the Raven, jati dirinya yang baru.

Sebuah peristiwa kebetulan membuatnya bertemu dengan kepingan kecil masa lalu. Lady Margaret Landor, mantan tetangganya, mencari the Raven untuk memecahkan misteri kecelakaan beruntun yang dialami ayah Sebastian. Margaret menduga, hanya orang yang juga tinggal di kediaman keluarga Townshend-lah yang paling mungkin mendalangi rencana keji terhadap orang yang telah dianggapnya sebagai orangtua sendiri itu.

Meskipun akhirnya berhasil meyakinkan Sebastian untuk memecahkan misteri itu, Margaret masih harus memikirkan cara agar kembalinya laki-laki itu ke Inggris tampak wajar dan tidak menimbulkan kecurigaan. Sang Lady mengusulkan supaya mereka berpura-pura sudah resmi menjadi suami-istri. Margaret lupa dengan fakta ‘kecil’ bahwa laki-laki itu sempat menarik perhatiannya semasa remaja dulu. Dan, ya, sampai sekarang pun laki-laki itu tetap saja memesona. Tampan... lebih menggoda daripada dosa. Mampukah Margaret mempertahankan pernikahan sandiwaranya jika belakangan dia menyadari, perasaannya kepada Sebastian ternyata... sungguhan?

Sunday, 23 December 2012

Tender Rebel


Judul : Tender Rebel (Malory Family #2)
Penulis : Johanna Lindsey
Tebal : 464 halaman
Penerbit : Dastanbooks
Lady Roslynn Chadwick harus segera menikah demi menyelamatkan diri dan warisan keluarganya dari tangan sepupunya yang tamak dan kejam. Oleh karena itu, ia pergi ke London untuk mencari suami. Tapi, Roslynn sudah bertekad tidak akan jatuh cinta pada pria tampan namun berkelakuan buruk yang digila-gilai kaum wanita, karena ia tahu itu sama saja dengan membiarkan hatinya hancur berkeping-keping. Dan semua kualitas itu ada dalam diri Anthony Malory. Tapi siapa sangka Roslynn justru “tertawan” pada pria itu, meskipun ia tahu bahwa Anthony adalah lelaki paling ditakuti sekaligus bujangan paling diminati para wanita di London.

Anthony Malory, yang bertekad akan membujang seumur hidup, tidak rela membiarkan Roslynn jatuh ke pelukan pria lain. Tapi hanya ada satu cara untuk mencegahnya, yaitu dengan menikahi Roslynn. Sanggupkah Roslynn mengatasi ketakutannya untuk mengikuti kata hatinya dengan menikahi Anthony? Dan sanggupkah Anthony mengambil risiko terikat dalam pernikahan demi mendapatkan wanita yang selalu mengisi pikirannya?

Kesan:
Saya baca buku ini karena penasaran sebenarnya. Banyak yang bilang kalau Johanna Lindsey itu bagus banget, terutama seri Malory Family. Kebetulan saya suka historical romance, jadi harus nyoba baca dong. 
Satu-satunya buku Johanna Lindsey yang pernah saya baca itu adalah Savage Thunder dan kesan buku itu buat saya biasa-biasa saja. Tadinya sudah nggak mau coba baca karangan dia lagi, tapi saya dikasih pinjam buku ini. Jadi, sudah pasti dibaca.

Mungkin penulis satu ini bukan tipe saya deh. Saya suka sih dengan Anthony dan Roslynn. Karakter mereka berkembang sangat kuat dan jelas. Dialog-dialognya juga lucu dan menarik. Chemistry-nya bagus banget malah. Dan saya jadi bingung. Kenapa saya nggak suka sama buku ini ya? Pokoknya ceritanya nggak bikin saya greget dan bahkan saya lupa sebagian besar jalan ceritanya. Bahkan James Malory yang katanya tokoh paling asyik dari keluarga Malory pun tidak bisa menarik minat saya sama sekali. Biasanya saya suka tokoh jahil model James, tapi saya malah menganggap dia agak aneh. Masih mending si Anthony jauh. Sikap kekanak-kanakannya selalu bikin saya ketawa. 

Jadi, saya hanya bisa menyimpulkan kalau gaya penceritaan penulis tidak cocok buat saya. Tidak jelek sih, hanya kurang berkesan. Yang berkesan cuma Anthony-nya saja yang memang sangat charming, hehe...
3/5

Wednesday, 2 November 2011

Savage Thunder


Judul : Savage Thunder (Wyoming #2)
Pengarang : Johanna Lindsey
Tebal : 480 halaman
Penerbit : Dastan Books
Resensi :
Lady Jocelyn Fleming adalah wanita cantik berambut merah dengan semangat membara dan harta warisan berlimpah. Ia melarikan diri dari Inggris ke daerah barat Amerika yang liar untuk memulai hidup baru sekaligus guna menghindari pembunuh yang terus mengejarnya selama tiga tahun terakhir atas suruhan pewaris gelar mendiang suaminya.

Sementara itu, White Thunder yang dibesarkan sebagai seorang Indian rela memenuhi permintaan ibunya untuk hidup layaknya pria kulit putih dan mengganti namanya menjadi Colt Thunder. Namun, sebuah pengalaman buruk membuat pria berdarah campuran itu selalu menjaga jarak dengan kaum kulit putih, terutama para wanitanya... sampai ia bertemu dengan Jocelyn yang mengusik hasrat yang dipendamnya dalam-dalam.

Jocelyn menyewa Colt menjadi pemandu untuk menemukan tempat tinggal yang baru setelah Colt berhasil menyelamatkannya dari salah satu usaha percobaan pembunuhan terhadap dirinya. Selama perjalanan mereka, ketertarikan di antara keduanya pun tumbuh semakin besar dan tak tertahankan. Colt mendapati dirinya melawan emosi yang meluap ketika aturan dunia mereka yang berbeda saling berbenturan. Sementara itu, Jocelyn terus berusaha dengan gigih meyakinkan Colt tentang ketulusan hatinya. Dapatkah Jocelyn menyembuhkan luka masa lalu Colt? Sanggupkah Colt menghapus prasangka yang telah melekat sekian lama? Akankah Jocelyn dan Colt menjawab panggilan cinta mereka?


Ini pertama kalinya saya baca karangan Johanna Lindsey. Katanya dia pengarang historical romance yang oke. Tapi saya salah pilih bacaan ya kayaknya. Memang buku ini dibeliin orang, bukan saya yang milih. 

Yah, menurut saya buku ini membosankan sih. Ceritanya begitu-begitu saja hanya seputar melarikan diri dari pembunuh. Nggak jelas lah. Romancenya juga tipe yang to the point. Ceweknya suka, cowoknya suka. Cuma saling gengsi-gengsian dan minder-minderan. 

Buku ini termasuk dalam seri Wyoming. Tepatnya ini buku kedua. Tapi kalau lihat dari ceritanya, saya sih nggak mau baca yang lain. 

Yang bikin saya geleng-geleng kepala itu adalah satu love scene-nya. Alamak, di atas kuda berkuda-kudaan. Kreatif amat ini pengarang. 

Mungkin saya bakal coba karangan Johanna Lindsey yang lain karena dia katanya pengarang yang oke banget. Memang sih saya bisa melihat dari gaya tulisannya yang kelihatannya sudah ahli banget mendeskripsikan sesuatu. Mengalir banget. Tapi untuk buku ini saya kasih dua bintang buat ceritanya dan ekstra satu bintang untuk cara menyampaikan ceritanya. Jadi, tiga bintang.

Dreamer is in relax state...


:)