Sunday, 30 September 2018

The Assassin's Blade


Judul : The Assassin's Blade (Throne of Glass #0.1-0.5)
Penulis : Sarah J. Maas
Tebal : 430 halaman
Penerbit : Bloomsbury Childrens

Celaena Sardothien owes her reputation to Arobynn Hamel. He gave her a home at the Assassins' Guild and taught her the skills she needed to survive.

Arobynn's enemies stretch far and wide - from Adarlan's rooftops and its filthy dens, to remote islands and hostile deserts. Celaena is duty-bound to hunt them down. But behind her assignments lies a dark truth that will seal her fate - and cut her heart in two forever...


Review:
Sarah J. Maas ini sudah bagaikan junk food buat saya. Buku-bukunya tidak jenius dan bahkan problematic, tapi saya suka banget bacanya. Ringan, santai, sangat sehari-hari tapi di dunia fantasi. Apalagi tokoh-tokoh yang diciptakannya sudah saya kenal. 

Nah, buku kumpulan novela ini benar-benar tidak terduga. Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Celaena Sardothien sebelum buku pertama. Petualangan-petualangannya sebagai anggota pembunuh bayaran dari kelompok pembunuh milik Arobynn sangat mengasyikkan. Dari bajak laut, klan pembunuh di tempat lain, misi-misi nekad, dan tentu saja ada Sam.


Kisah hidup Celaena memang sangat unik. Saya tidak menyangka kalau masa hidupnya sebagai pembunuh bayaran ternyata menarik untuk dibaca. Hubungannya dengan Arobynn yang aneh juga bikin penasaran. Saya merasa kalau Celaena sangat beruntung karena memiliki darah peri. Kalau tidak, dia pasti sudah mati duluan di kelompok Arobyn itu. 

Dan akhirnya saya mengerti kenapa Celaena merasa sangat bersalah atas kematian Sam. Hubungan keduanya sangat menyedihkan dan bikin terharu. Saya suka bagaimana Celaena melindungi dan melakukan segala hal demi membebaskan Sam. Tapi yah... Celaena ini terlalu beruntung. Kok bisa ya dia punya uang sebanyak itu di usia yang sangat muda? Kayaknya bawahan-bawahan Arobynn yang lain tidak sekaya itu, deh.

Yah, peduli amat. Kalau diperiksa lebih jauh, ada banyak hal yang bikin Celaena terlalu hebat hingga berlebihan. Cantik, kaya, punya latar belakang bangsawan kelas atas, punya darah peri, pembunuh terhebat... Dan kalau sudah baca buku pertama hingga yang ketiga, banyak cowok tampan yang suka sama dia. Wishful fulfillment. Tapi seperti yang saya bilang, buku-buku Sarah J. Maas itu junk food. Tidak bagus, tapi asyik dibaca.

4/5

1 comment: