Sunday, 26 August 2018

The Fate of the Tearling


Judul : The Fate of the Tearling (The Queen of the Tearling #3)
Penulis : Erika Johansen
Tebal : 478 halaman
Penerbit : Bantam Press

In less than a year, Kelsea Glynn has transformed from a gawky teenager into a powerful monarch.

As she has come into her own as the Queen of the Tearling, the headstrong, visionary leader has also transformed her realm. In her quest to end corruption and restore justice, she has made many enemies - including the evil Red Queen, her fiercest rival, who has set her armies against the Tear.

To protect her people from a devastating invasion, Kelsea did the unthinkable - she surrendered herself and her magical sapphires to her enemy, and named the Mace, the trusted head of her personal guards, Regent in her place. But the Mace will not rest until he and his men rescue their sovereign from her prison in Mortmesne.

Now the endgame begins and the fate of Queen Kelsea - and the Tearling itself - will finally be revealed...


Review:
Akhirnya saya tahu kenapa banyak yang kecewa sama ending buku ini. Padahal saya hampir tidak bisa berhenti membaca dari awal. Seru banget. 

Di buku ketiga ini, ada tokoh baru bernama Katie. Dia adalah salah satu generasi kedua setelah Lily dan William Tearling memindahkan orang-orang untuk tinggal di dimensi lain. Dari sudut pandang Katie, saya akhirnya mengenal siapa saja orang-orang misterius yang muncul di dunia Kelsea. Saya suka sekali detail-detail kehidupan para penduduk yang mencoba membangun segalanya dari awal tanpa teknologi.

Dan tentu saja ada Row Finn. 

Iya, saya tahu dia jahat. Tapi sumpah. Erika Johansen mendeskripsikan tokoh ini dengan sangat bagus sampai-sampai saya menganggap dia sangat seksi. Jahat, berbahaya, dan charming. Saya suka bagaimana dia bersahabat dengan Katie di awal sebelum perlahan-lahan segalanya berubah. Saya selalu suka cerita tentang sahabat yang tumbuh dewasa dan akhirnya menjauh karena perbedaan ideologi. 

Sementara itu, Kelsea masih berkutat dengan perjuangan melawan bangsa Mortmesne yang mengepung kastil mereka. Kelsea nantinya tahu siapa ayah kandungnya dan rahasia yang disimpan Mace. Beneran. Seri ini sangat tidak terduga. Saya tidak pernah bisa menebak jalan ceritanya sama sekali. Bahkan saya juga terus menebak-nebak siapa yang dipilih Katie di akhir: Row Finn atau Jonathan Tearling (putra dari William Tearling dan Lily). Tapi semuanya selalu penuh dengan rahasia. Termasuk semua keputusan dan tingkah aneh William.

Saya suka semuanya. Tokoh-tokohnya, settingnya, plotnya, misterinya...

Lalu ending itu terjadi secara tiba-tiba.

Sebenarnya ending itu tidak jelek. Bahagia dan juga tragis. Kasihan si Kelsea sih. Tapi yang bikin saya kesal adalah pendeknya ending itu. Saya butuh lebih. Mungkin kalau dijelaskan lebih banyak kehidupan Kelsea yang baru di dunia itu, saya pasti akan lebih puas. 

Seri The Queen of the Tearling:
3. The Fate of the Tearling

4/5

No comments:

Post a Comment