Judul : Lock & Key
Penulis : Sarah Dessen
Tebal : 421 halaman
Penerbit : Puffin Books
Bayangkan jika kau tinggal di tempat yang gelap, penuh binatang merayap, tanpa pemanas, dan juga kotor. Di tempat seperti itulah Ruby tinggal. Sejak ibunya pergi, ia tinggal sendiri di rumah itu sambil menunggu ulang tahunnya yang ke-18. Ia ingin hidup sendiri dan bisa memutuskan apapun sesukanya. Tapi sebelum umurnya 18 tahun, ia harus terus bersembunyi dari orang-orang yang ingin membawanya ke Social Service.
Sayangnya, ia ketahuan. Ia akhirnya disuruh tinggal bersama Cora, kakak kandungnya yang sudah lama tidak pernah ditemuinya. Cora dan suaminya, Jamie menampung Ruby di rumah besarnya yang mewah dan nyaman.
Awalnya, Ruby benci dengan situasi barunya. Ia tidak butuh orang lain. Ia marah walaupun Jamie dan Cora sangat baik padanya. Sampai akhirnya ia berkenalan dengan Nate, tetangganya yang keren dan juga populer di sekolahnya.
Pertemuan Nate dan Ruby terjadi dalam situasi yang memalukan. Saat itu Ruby sedang berusaha kabur dari rumah Jamie walaupun tidak berhasil. Sejak itu, Ruby menunjukkan rasa tidak suka pada Nate. Apalagi Nate itu tipe orang yang sangat baik dan sempurna di depan semua orang. Dan itu bikin Ruby semakin kesal dengan keramahan dan kebaikan cowok itu. Tapi lama-kelamaan ia mengenal Nate lebih jauh dan menemukan ada rahasia yang disembunyikan cowok itu.
Ini adalah kisah perubahan diri dari seorang Ruby. Dari anak pembangkang yang berteman dengan pecandu heroin menjadi anak remaja normal yang bisa menghargai keluarganya sendiri.
Kesan:
Saya sudah lama ingin membaca karya Sarah Dessen. Penulis ini sudah sangat terkenal dengan buku-buku Young Adult-nya tapi saya belum pernah menyentuh bukunya sama sekali. Katanya buku Sarah Dessen adalah versi anak mudanya buku Jodi Picoult. Yah, saya juga nggak tahu itu benar atau tidak karena saya belum pernah baca Jodi Picoult kecuali nonton filmnya yang berjudul My Sister's Keeper. (*ketinggalan zaman)
Pertama kali saya lihat buku ini di rak sale Popular Singapore, saya langsung beli tanpa pikir panjang. Saya pikir kok tebal amat bukunya. Tulisannya rapat-rapat pula.
Saya cukup menikmati buku ini, terutama di awal-awal saat Ruby sedang berusaha beradaptasi dengan kehidupan barunya. Rasanya aneh sekali melihat remaja yang lebih suka tinggal di sarang kecoak sendirian dibandingkan di rumah besar dengan segala fasilitas yang lengkap.
Saya suka dengan semua tokoh di buku ini. Karakterisasi tiap tokohnya begitu jelas dan real, membuat saya yakin untuk membaca karya Sarah Dessen yang lain. Saya suka kalau penulis bisa menciptakan tokoh yang real dan memorable. Jamie dan Cora juga keren banget. Ah, saya mau punya kakak seperti Cora atau Jamie. (*pengakuan seorang anak sulung)
Buku ini tidak bisa dibilang buku romance. Saya selalu mengira Sarah Dessen itu bukunya berisi kisah cinta anak muda yang romantis atau apa gitu. Tapi ternyata nggak. Lebih banyak cerita tentang psikologisnya Ruby dan Nate.
Yang membuat saya kecewa dengan buku ini adalah ending yang tidak selesai. Segalanya tampak dipaksakan. Kenapa Nate harus berakhir dengan ibunya? Padahal sejak awal ibunya tidak menginginkannya. Lalu kenapa tidak ada penjelasan lebih lanjut antara hubungan ibu Ruby, Ruby, dan Cora? Menurut saya, bagian itu kurang digali lagi.
Oh, ya. Judulnya itu menggambarkan kunci rumah yang dijadikan bandul kalung Ruby. Kunci rumah bobroknya itu, lho. Dan ternyata kalung itu jadi trend dan banyak orang pengen punya kalung seperti si Ruby itu.
3/5