Friday, 10 June 2016

Scarlet


Judul : Scarlet (The Lunar Chronicles #2)
Penulis : Marissa Meyer
Tebal : 452 halaman
Penerbit : Square Fish

Halfway around the world, Scarlet Benoit's grandmother is missing. It turns out there are many things Scarlet doesn't know about her grandmother, or the grave danger she has lived in her whole life. When Scarlet encounters Wolf, a street fighter who may have information as to her grandmother's whereabouts, she is loath to trust this stranger, but is inexplicably drawn to him, and he to her. As Scarlet and Wolf unravel one mystery, they encounter another when they meet Cinder. Now, all of them must stay one step ahead of the vicious Lunar Queen Levana.


Review:
Wow. Barusan saya baca apa ini? Asyik banget ceritanya. Saya tidak menyangka buku lanjutan dari Cinder ternyata sebagus ini. Dulu saya merasa ide Marissa Meyer lumayan unik, tapi sayang eksekusinya biasa saja. Tapi buku ini... Mengejutkan. Padahal saya bukan penggemar cerita dongeng Red Riding Hood.

Scarlet Benoit tinggal di salah satu kota kecil di Perancis bersama neneknya, Michelle Benoit yang kebetulan sedang menghilang. Suatu hari ayahnya datang mengacak-acak kamar neneknya untuk mencari sesuatu. Ayahnya sempat diculik dan disiksa sebelum dibebaskan demi mencari suatu rahasia yang disembunyikan nenek Scarlet. Penculik ayahnya itu sudah pasti menyandera neneknya. Dan menurut ayahnya, penculik itu memiliki tato berupa nomor di tangannya, tato yang pernah dilihat Scarlet di tangan seorang petarung jalanan bernama Wolf.

Wolf sempat meminta pekerjaan di perkebunan milik Scarlet dan neneknya. Scarlet awalnya menolaknya sebelum gadis itu datang menemuinya lagi. Bukan untuk menawarkan pekerjaan, tapi untuk menuduhnya menawan neneknya. Tentu saja Wolf bersikap seakan tidak tahu apa-apa. Tapi sejak awal sikap misteriusnya terasa mencurigakan. Bahkan saya langsung tahu kalau Wolf punya peran dalam penculikan nenek Scarlet. Tapi... Wolf membuat Scarlet terpesona (termasuk saya) sampai-sampai Scarlet menurunkan kewaspadaannya.

Lalu rahasia nenek Scarlet sendiri sedang berusaha kabur dari penjara. Ya, betul. Rahasia besar nenek Scarlet adalah Putri Selene yang adalah Cinder di buku pertama. Cinder berhasil kabur bersama seorang pencuri bernama Carswell Thorne yang juga dipenjara di tempat yang sama. Mereka berdua melarikan diri ke luar angkasa menggunakan pesawat curian milik si Carswell. Tujuan Cinder adalah Perancis. Menurut dokter yang menyelamatkan Cinder, Michelle Benoit punya informasi tentang asal-usulnya. 

Gilaaaa.... Kok seru ya buku ini? Memang ceritanya tidak spektakuler, tapi plotnya yang cepat sangat asyik untuk diikuti. Perpindahan adegan dari Scarlet dan Cinder membuat saya tidak bisa berhenti membaca. Belum lagi ada si Wolf. Aduh, saya jatuh cinta beneran. Hahahaha.... Jarang-jarang saya bisa swoon. Tapi si Wolf itu keren banget. Misterius, cool, efisien, suka malu-malu.... Ih, adorable banget sih. Punya tato, jago berantem, punya masa lalu yang cukup dark. Sudahlah, lengkap banget. Padahal porsinya dalam cerita ini tidak sebesar itu. Tapi kesan yang ditinggalkannya... Astaga. Iya, maaf saya lebay. Tapi beneran. Saya mau Wolf satu dong. Terus ada novela tentang masa kecil Wolf di bagian belakang buku ini. Dan novela itu bikin saya makin suka sama si Wolf. Tenang-tenang menghanyutkan. Aihhh... #abaikankegilaanini

Saya jadi semangat baca buku selanjutnya. Tadinya saya kira seri The Lunar Chronicles bakal biasa saja. Tapi di luar dugaan, ceritanya lumayan unik dan menarik. Tidak epik, tapi bikin penasaran. 

WOLF!!!!!!! Saya tidak peduli dengan gigimu yang seperti serigala, pokoknya kamu keren. Kyaaaaa!!!!

4/5

No comments:

Post a comment